oleh

Caritas Keuskupan Maumere Gandeng OMK dan Remaja Mesjid Waturia Tanam 450 Anakan Bakau di Wairii

Maumere, Flores, LINTAS PENA

Yayasan Caritas Keuskupan Maumere menggandeng Orang Muda Katolik (OMK) Waturia, Nangarasong dan Remaja Mesjid Waturia yang tergabung dalam KEPAL ( Kelompok Peduli Pencinta Lingkungan) melaksanakan kegiatan penanaman 450 anakan bakau di salah satu muara di Wairii desa Kolisia Kecamatan Magepanda kabupaten Sikka Kamis 3 Januari 2019

Koordinator Program Disaster Risk Reduction (DDR) atau Pengurangan Resiko Bencana yayasan Caritas Keuskupan Maumere Fransiskus Angelinus mengatakan Kerusakkan lingkungan yang terjadi di daerah dampingan yayasan Caritas Keuskupan Maumere dalam bentuk kebakaran lahan dan hutan serta abrasi pantai yang terjadi setiap tahun melalui salah satu program divisinya yakni Program Disaster Risk Reduction (DDR) atau Pengurangan Resiko Bencana .

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kampanye yang melibatkan orang muda dan mengajak pihak lain agar dapat terlibat dalam penanaman anakan bakau untuk menanggulangi abrasi pantai. Menanam pohon itu sangat penting. Siapa yang ingin bernapas maka mari menanam pohon,” ajak Ange.

Masita dan Neneng dari Remaja Mesjid Waturia kepada LINTAS PENA usai penanaman anakan bakau mengakui orang muda saatnya harus membangun komitmen untuk menanam. Kita jangan hanya berpikir tentang diri kita tetapi untuk anak cucu kita.

“Kalau kita menanam sekarang berarti kita menuai keamanan pantai di kemudian hari. Abrasi sebagai kerusakan alam harus dilawan dengan tanaman bakau dan kalau tembok penahan tidak akan bertahan lama,” ujar Masita diamini Neneng.

Kehadiran yayasan Caritas keuskupan Maumere sejak tahun 2006  menurut Ange sebagai bentuk respon atas bencana yang terjadi  di Indonesia dimana Caritas berkecimpung dalam upaya pengurangan , pencegahan, penanganan darurat hingga rehabilitasi pasca bencana. *** ( Yuven Fernandez)

Komentar