oleh

Dewi Nawang Wulan ”Nyi Roro Kidul” : Makhluk Astral dari Peradaban Maju Yang Terjebak di Tanah Jawa

 Oleh: Yuda Wibiksana | Spirit meets Science

MAKHLUK ASTRAL | Bangsa Jin yang sudah mencapai peradaban tinggi komunikasi mereka sudah mampu di lakukan dengan telepati tanpa menggunakan mulut lagi dan lebih dari itu mereka mampu memahami bahasa universal dari setiap peradaban di bawahnya dengan manala gelombang otak dan pikiran.. Jadi Makhluk Astral/bangsa jin dimensi atas dapat berkomunikasi dengan memanfaatkan cara kerja otak. Jika ingin memfisik/jasad atau penampakan – maka mereka menyentuh bagian otak yang dapat menerjemahkan sentuhan…visual..audio..dan termasuk komunikasi langsung yang mereka dapat melakukannya itu dari planet asalnya..

Dan perlu diingatkan kembali : Ratu & Roro itu sama-sudah gelar tertinggi bangsawan Jawa bagi perempuan….Hanya saja, Ratu itu terkait kepemimpinan, sedangkan Roro terkait dengan strata sosial bangsawan Jawa.

Pada suatu ketika, seorang lelaki desa bernama Joko Tarub yang biasa berburu di hutan tanpa sengaja telah melihat adanya 7 orang bidadari cantik yang sedang mandi di sebuah telaga. Oleh karena ia merasa terpikat dengan salah seorang bidadari yang berselendang hijau ,maka ia mencuri selendang tersebut dengan mengendap-endap di tepi telaga & saat para bidadari itu selesai main-main air ,maka mereka kembali berdandan untuk kembali terbang ke kahyangan.

Salah seorang bidadari diantara mereka secara legendaris di namai sebagai Dewi Nawang Wulan  , yang mana ia tidak bisa ikut kembali ke Kahyangan karena tidak menemukan selendangnya, sehingga ia pun akhirnya ditinggal oleh saudara-saudaranya & ia pun menagis tersedu-sedu atas kesedihannya itu. Namun tiba-tiba si Joko Tarub datang dengan berpura-pura menolong. Dewi Nawang Wulan  pun bersedia ikut untuk pulang ke gubug pemuda tersebut hingga akhirnya mereka menikah & dari buah pernikahan tersebut mendapatkan keturunan seorang putri di beri nama Nawangsih    sehingga bayi yang mereka hasilkan adalah makhluk hibrid yang ditubuhnya mengalir darah makhluk asing dari langit.

Dalam kehidupan rumahtangganya, seringkali Dewi Nawang Wulan      menunjukkan keganjilan-keganjilan yang tak biasa ,namun sebelumnya ia memang telah meminta syarat kepada Joko Tarub agar saat ia menjadi istrinya jangan sekali-kali mempertanyakan rahasia kebiasaan aneh dirinya yang tak mungkin dapat dipahami oleh manusia biasa. Hal ini mirip dengan cerita Musa & Khidir .Hanya saja Khidir itu manusia biasa namun telah melampaui zaman karena pengetahuannya yang amat luas dari berbagai dimensi alam sehingga tindakannya sering di luar nalar – sama seperti halnya Dewi Nawang Wulan      yang memang datang dari peradaban langit yang jauh lebih maju, sehingga teknologinya tampak seperti sihir. Salah satu keanehan Dewi Nawang Wulan    adalah saat menanak nasi hanya menggunakan sebutir beras namun ketika sudah matang, bisa menjadi nasi sepenuh dandang tembikar, ketrampilan ini disebut teknik “replikasi materi” yang hanya mampu dilakukan setidaknya oleh makhluk peradaban tinggi dalam skala Kardashev K2,8 sehingga sangat mungkin Dewi Nawang Wulan      itu adalah Makhluk Astral dari peradaban tinggi dengan kemampuan teknologi lebih dari 300 ribu tahun mendahului kita. Lalu kenapa Dewi Nawang Wulan     tidak ingin rahasia teknologinya itu di ketahui oleh suaminya.. Maka sangat mungkin saja jika Dewi Nawang Wulan     , ia menunjukkan identitas aslinya maka Joko Tarub bisa gila karena kapasitas akalnya tidak akan mampu mencerna..

Suatu ketika persediaan gabah mulai menipis sehingga Dewi Nawang Wulan         bergegas ke lumbung padi sendiri namun tanpa sengaja ia menemukan selendangnya kembali yang ternyata selama ini disembunyikan oleh “Joko Tarub” agar ia tak bisa kembali ke Kahyangan. Menyadari hal itu kemarahan Dewi Nawang Wulan         menjadi tak terbendung sehingga setelah menemukan selendangnya ia bertekad kembali ke Kahyangan, hanya saja pada saat-saat tertentu akan datang untuk menyusui bayi Nawangsih   dengan syarat Joko Tarub harus membuat sebuah telaga & setiap malam untuk meletakkan anaknya di tepi telaga tersebut agar ia dapat menimang bayinya.

Perlu untuk di pahami bersama bahwa sebenarnya selendang Dewi Nawang Wulan          yang di curi oleh Joko Tarub itu adalah semacam mesin teleportasi dari “logam ingat bentuk” yang sifatnya holografis lentur menyerupai kain karena peradaban K2,8 itu sudah biasa melakukan proyeksi energi sebagai mesin transportasi & telaga yang diminta Dewi Nawang Wulan         itu hanya sebagai sarana untuk membuka lubang cacing dari inti atom hidrogen yang terkandung dalam air telaga itu. Teknik membuka lubang cacing dengan memanfaatkan inti atom hidrogen itu sudah di kuasai oleh Makhluk Astral peradaban tinggi K2,8 dengan menggunakan mesin portal yang portabel, dimana Makhluk Astral peradaban tinggi K2,8 dan mereka memiliki moda transportasi sudah tidak lagi menggunakan sistem mekanik konvensional semisal roket cair atau mesin bakar, tapi menggunakan mesin warp yang dikendalikan medan neuronal dari proyeksi medan pikiran ke dalam struktur ruang kuantum yang di isyaratkan sebagai selendang.

Cerita berlanjut sesampai di Kahyangan, Dewi Nawang Wulan   ternyata ditolak oleh para penghuni Kahyangan karena sebagai bidadari ia dianggap telah ternoda oleh manusia. Bagaimana pun suatu peradaban yang tinggi akan cenderung memandang rendah peradaban di bawahnya mungkin sama seperti kita memandang peradaban para monyet di hutan, maka Dewi Nawang Wulan   sudah dianggap tidak layak lagi tergabung dalam masyarakat antargalaksi yang telah meninggalkan urusan seksual sebagai kebiasaan rendah. Meski demikian, Dewi Nawang Wulan   masih mendapat kepercayaan untuk membangun peradabannya sendiri di planet bumi yang memanfaatkan samudera yang paling dekat dengan tempatnya terjebak dulu saat turun di sebuah telaga & sejak saat itu mengambil laut selatan Pulau Jawa sebagai wilayah kekuasaannya dan kerajaannya, dan bekerja sama dengan Nyo Blorong   dan beberapa makhluk astral setempat. Dewi Nawang Wulan alias Nyi Roro Kidul     membangun kerajaannya sendiri dalam dimensi lain agar tersembunyi dari citra penglihatan manusia, kalaupun menampakkan diri maka ia akan menyesuaikan dengan penampilan adat setempat. Masyarakat Jawa sejak zaman era kerajaan Mataram Hindu mengenalnya sebagai Nyi Roro Kidul . Konon, ia memiliki paras yang sangat cantik karena Makhluk Astral wanita Lyran (pembawa cahaya) memang memiliki ciri fisik yang lebih baik dari manusia bumi, berkulit putih, bermata hitam yg jeli, dan umumnya memiliki rambut hitam keabu-abuan namun ada juga yang putih. Ia mungkin masih hidup hingga sekarang karena makhluk astral dari peradaban tinggi K2,8 itu usianya bisa ribuan tahun & mampu mengendalikan materi hanya dengan medan neuronal atau kekuatan pikiran saja.

Dewi Nawang Wulan atau Nyi Roro Kidul dengan kekuatan & kecerdasan ras tersebut memang melampaui batas manusia biasa sehingga mereka mampu membangun sistem kendali plasma untuk moda transportasi cepat & kuat, dengan portal dimensi lubang cacing (wormhole) – terowongan atau jalan pintas melalui ruang- waktu yang dapat menghubungkan dua titik yang berjauhan dialam semesta yang memungkinkan perjalanan yg cepat daripada kecepatan cahaya; dikenal dalam kepercayaan Yunani Kuno dengan nama “portal dewa”

Sedikit tambahan, menurut Prof. Billy Meiyer yang pernah berhubungan langsung dengan Makhluk Astral jenis Lyran, sebenarnya untuk terakhir kali mereka kembali mengunjungi planet bumi ±25.978 tahun yang lalu, kunjungan mereka justru lebih banyak di wilayah China Purba & Yunani Kuno termasuk adanya mitos tentang Dewi Bulan Chang’e (kepercayaan china) yang disimbolkan dalam gugus bintang berjaraknya 445 tahun cahaya di rasi Taurus. Sistem bintang mereka bernama Nissan, planet asal mereka bernama planet Kudra & Lasan yang mana mereka telah memulai penjelajahan antara galaksi sejak 16 juta tahun yang lalu untuk melakukan penelitian atau mencari planet-planet yang berpenghuni. Berdasarkan penelusuran Prof.Meiyer, setiap armada ekspedisi mereka berisi 38.000 awak yang mana beberapa armada telah berpencar mencari planet layak huni salah satunya adalah bumi & mereka telah bercampur dengan manusia sejak zaman purba. Bahkan mereka pernah mengalami beberapa pertempuran antar galaksi dengan ras bangsa jin lain termasuk dengan spesiesnya sendiri & merekalah salah satu pembangun peradaban di bumi sebelum kehadiran umat manusia. Keganasan para makhluk astral itu sempat membuat para malaikat ngeri sehingga saat Allah akan menciptakan prototipe humanoid berupa manusia menjadi pertanyaaan –  bilamana seperti para penghuni bumi sebelumnya yg senang dengan perang & pertumpahan darah…

وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)

Perlu di ingat manusia jjuga bukan berasal dari bumi.. kita ini keturunan Nabi Adam, saat Nabi Adam datang/diturunkan ke bumi juga bukan tiba-tiba jatuh dari langit, tapi dengan suatu wahana ruang angkasa….ia datang sudah lengkap dengan pengetahuan teknologi lanjut.. maka dalam redaksi Al-qur’an memakai kata habatha (meluncur jatuh) bukan nazala.. seperti :

قِيْلَ يٰـنُوْحُ اهْبِطْ بِسَلٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلٰۤى اُمَمٍ مِّمَّنْ مَّعَكَ ۗ

Difirmankan, “Wahai Nuh! “Turunlah” dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu…””(QS. Hud 11: Ayat 48)

Di vedic cosmology memang diceritakan kalau dewa dan manusia itu satu keturunan, tapi yang satu dapat mencapai peradaban teknologi yang jauh melampaui saudaranya

karena mereka bisa melepas nafsu syahwat/seksualnya.. maka saat Dewi Nawang Wulan    telah ternoda oleh manusia.. maka tidak diterima sebagai bidadari ia dianggap telah ternoda oleh manusia, maka Dewi Nawang Wulan   pun ditolak oleh para penghuni kahyangan, karena ia dianggap telah ternoda oleh manusia, dan sudah dianggap tidak layak lagi tergabung dalam masyarakat antargalaksi yang telah meninggalkan urusan seksual sebagai kebiasaan rendah

Dalam vedic cosmology (kosmologi veda) – alam semesta digambarkan sebagai sistem yang kompleks dan multi-layer dan juga menggambarkan adanya dewa-dewi dan kekuatan alam yang berperan dalam penciptaan dan pengelolaan alam semesta, Beberapa konsep utama dalam vedic cosmology meliputi:

● Tiga dunia (Triloka): Bumi (Bhumi), Langit (Svarga), dan Alam Bawah (Patala)

● Tujuh tingkat langit (Sapta Loka) dan tujuh tingkat alam bawah

● Konsep waktu siklis (Kalpa, Manvantara, Yuga) dan siklus penciptaan dan penghancuran alam semesta

Kisah Dewi Nawang Wulan   di atas jadi bukti, bahwa “Makhluk Astral dimensi atas” akan sulit di terima di masyarakat atau komunitasnya, bila dirasa sudah ternoda dengan aktivitas seksual…..karena dianggap sebagai kebiasaan rendah, tapi untuk membahas tentang Nabi (sosok yang disakralkan dalam agama) itu sangat sensitif, kecuali di negara-negara liberal sana mereka bebas membangun narasi sesuai perkembangan sains dewasa ini..

Dewi Nawang Wulan alias Nyi Roro Kidul dan para pembantu yang berada di sekelilingnya kerja sama membangun peradaban dan kerajaannya di bumi tapi dalam dimensi yg berbeda…untuk Makluk Astral yang sudah mencapai peradaban maju/tinggi komunikasi mereka sudah mampu di lakukan dengan telepati tanpa menggunakan mulut lagi dan lebih dari itu mereka mampu memahami bahasa universal dari setiap peradaban di bawahnya dengan manala gelombang otak dan pikiran.. Jadi makhluk astral/bangsa jin dimensi atas dapat berkomunikasi dengan memanfaatkan cara kerja otak. Jika ingin memfisik/jasad atau penampakan – maka mereka menyentuh bagian otak yang dapat menerjemahkan sentuhan…visual..audio..dan termasuk komunikasi langsung yang mereka dapat melakukannya itu dari planet asalnya..

Perlu diketahui bersama Makhluk Astral Peradaban atas, Lintasdimensi, lintasgalaksi bisa bekerja sama dengan siapa saja termasuk dengan manusia dalam hal apapun dan termasuk membentuk perkumpulan rahasia; yaitu “illuminati”

Komentar