Oleh : Ali Assegaf
Israel
Tanpa perang yang dimenangkan israel runtuh dari dalam. Ibarat bangunan tanpa fondasi kuat – atapnya sudah dimakan rayap – sebagian roboh karena angin dan hujan.
Israel harus menipu semua mata, bahwa bisa eksis dengan menang perang dengan yang sepadan. Bukan dengan milisi tetapi negara – biar kelihatan seperti negara. Alias bukan dg milisi hezbollah, bukan dengan milisi hamas, bukan dengan milisi ansharullah yaman – tetapi dengan Iran.
Untuk menjalankan agenda paling akhir ini, hanya amerika yang wajib membentu Israel. Melawan Iran – harus dengan menurunkan mentalnya dulu.
Venezuela
Menganeksasi, menculik, mengintervensi sebuah negara berdaulat – sama dengan merobek perjanjian antar negara, merobek fakta diplomatik atas hak-hak yang dijamin. Bagi US ini upaya menunjukkan hebat.. Ini justru titik balik – dimana kemarahan dunia mengarah pada US bahkan didalam negrinya.
Persiapan Dibalik Demo
Sepertinya memang arah kemarahan ini bukan tanpa design, dirancang agar fokus dunia pada demo anti US dan juga media mainstream bahkan yg didalam negri seperti kompas – ikut membesarkan dan bahkan ikut melakukan penyebaran hoax di Iran.
Serang ke Iran
Melihat perang 12 hari di bulan juni 2025 – Israel yang akan memulai menyerang Iran – bukan US. Persiapan pergerakan senjata berat sudah terlihat belakangan ini ke israel – signal tokoh-tokoh di Israel dan media2 juga seperti menyusun panggung suporternya – termasuk zionis Indonesia, tak luput komentarnya.
Jika ini terjadi, tak akan seperti perang 12 hari yang Israel sendiri meminta US melalui jalur diplomatik tidak langsung – meminta Iran menghentikan perangnya. Pasca Venezuela – ibarat perang – US sudah kepalang tanggung untuk menggunakan zirah perang – ibarat amr ibn wood – yang suka membantai yang lemah dan dalam perang membanjiri darah orang-orang lemah hingga ratusan – yang namanya menggetarkan sahabat nabi saat itu.
Wahai Muhammad ! Jika kau katakan mati masuk sorga, bawakan padaku pembrani yang berhadapan dgnku, pedang ini akan menghantarnya kesorga janji palsumu.
Dahulu semua terdiam takut, hanya Ali yang datang mengatakan – ijinkan aku ya Rasulullah yang menghadapi nya. Setelah ijin nabi – nabi berdoa Ya Allah – menangkan Ali, sesungguhnya islam hari itu ditentukan oleh kemenangan Ali atas penghina dan pencela islam – amr ibn wood.
Januari 2026 – Ali keturunan Ali yang menebas ibn wood dengan satu tebasan pedang, itu kini juga diancam – sama seperti kakek nya, jawaban nya sederhana : kita akan membuat musuh bertekuk lutut.
SAAT TANDING
Ketika berhadapan ibn wood – mencelanya, namun Ali menjawab aku singa putra singa ( singa simbol keluarga pembrani yang pembrani ) – pada ibn wood ada kebiasaan yang diungkap Ali – engkau biasanya punya 3 permintaan sebelum tanding. Setelah dibenarkan, Ali berkata maka kuminta 3 hal yaitu: (1) menyerahlah – emosi ibn wood naik, dia datang untuk membantai oleh imam Ali suruh menyerah – lalu dia tanya apa pilihan berikutnya, (2) pulanglah tak usah ikut perang yang akan membuatmu malu — emosi amr wood meningkat, katakan yang ke3 yang jadi pilihan (3) mulailah dengan pedangmu.
Peristiwa menakjubkan ini, sesaat ibn wood turun, mematahkan 4 kaki kudanya menimbulkan rasa ngeri publik – dan saat itu juga kedua kakinya dipatahkan Ali. ia merengek-rengek meminta agar segera dibunuh.. Sebab kedua kakinya patah.
Saat di dekati, Ali menanyakan tentang ucapan sebelumnya, ibn wood meludah.. Sesaat Ali menghindar dan kemudian kembali memenggal kepala pencela dan penghina yang arogan ini.
Hari ini Ali itu sudah kasih tahu 3 hal, (1) Israel adalah entitas palsu – harus dilenyapkan — ini yang membuat mereka marah, US ikut marah — (2) rapuhnya kekuatan Israel seperti sarang laba-laba (3) ancaman terakhir Amerika dg jawaban : kita akan membuat musuh ini bertekuk lutut.
Demi DIA jika dahulu Ali membawa doa Rasulullah, dan menentukan. Saya yakin Ali yang kini akan jadi imam sholat di al Aqsha adalah Ali dalam doa imam Mahdi sang pewaris bumi ini.(****








Komentar