oleh

Fenomena Banjir

Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung dan Tokoh Masyarakat Jawa Barat)

Fenomena banjir, sudah tidak lagi banjir tsunami, airbah, akan tetapi istilah banjir sudah dipakai dan menjadi bahasa sosial, politik, ekonomi, teknologi, budaya dsb.
Mari telusuri satu persatu, boleh jadi memberi pemahaman yg sama atau berbeda, bergantung dari sudut mana melihatnya.

Banjir Bandang (Airbah)
Banjir Emas
Banjir Nikel
Banjir Torium
Banjir Timah
Banjir Dolar
Banjir Sampah
Banjir Informasi

BANJIR BANDANG -AIRBAH-
Banjir yang diakibatkan oleh curah hujan, dimana hutan dirusak, saluran air tertutup, longsor yg membawa lumpur, gelondongan kayu, dan bergesernya fungsi danau, situ, dam, kolam, menjadi perumahan. Air mengalir dari tempat yang tinggi menuju yang rendah. Tapi ketika Sunami, banjir , air bah dari laut menuju daratan. Organisaai tim penyelamat ada sudah terbentuk lama, Basarnas, Tagana , BNPB, dan bentukan baru Relawan, semua punya tugas untuk penyelamatan yang bersifat darurat. Anggaran Daerah Kab/Kota, Provinsi, dan pusat disiapkan. Dalam hitungan menit, jam, hari, korban hanyut, korban mati, korban penyakit , wabah akubat banjir. Data kependudukan mati, informasi terputus , penerangan padam, lapiran telat dan terhambat. Tim medis segera turun , tim logistik segera terjun bawa makanan cepat saji, dapur umum dan tenda darurat dibuat, untuk pensmpungan sementara. Semua data tentang berapa jumlah warga yang meti dan yang hidup kamban infonya, belum berapa rumah yg rusak , berapa jumlah ternak yg mati terbawa arus , berapa jumlah pohon yang tumbang tercerabut,  berapa hektar lahan pertanian yang hancur, BNPB seperti tidak memiliki timedata. Jadi teknologi informasi sebagai bank data tidak bunyi.

Sebagai perbandingan , ketika Kebakaran hutan  di Australia , petugas margasatwa, hutan, mereka dengan cepat memberikan data jumlah pohon/ha  , jumlah hewan yg kanggru dan lainya yg mati, segera diumumkan setelah 1x 24 jam. Di Republik tercinta NKRI sudah hampir 1 pekan untuk data akurat masih sulit didapat.

BANJIR EMAS
Ketika Perusahaan Tambang, akan menambang, mereka turunkan para ahli tambang, dengan armada dan teknologi pendukungnya, mereka menemukan lahan potensial Emas begitu cepat, tepat, dan akurat. Dari ratusan Ha, ribuan Ha, mereka telah mengetahui lebih awal berapa ton Emas yang akan dihasilkan. Para penambang Emas, menguji 1 metrik ton tanah, dengan potensi 3 gram Emas, baru layak ditambang. Di Freeport, 1 metrik ton tanah bukan 3 gr akan tetapi 3 kg. Berapa juta ton Free Port selama puluhan tahun. Di Gunung botak, Maluku , diprediksi 500 rb ton Emas, di Dompu NTB bisa 5 jt ton Emas. Belum dipulau lainnya. Hebat Perusahaan Tambang, dan Para Penambang. Penambangan Rakyat,regulasinya melalui Koperasi Rakyat Tambang.

BANJIR NIKEL
Banjir Nikel di Morowali, PT Penambangan, mereka sampai membuat Bandara IMIP. Diangkut kemana Nikel dengan jumlah jutaan ton tersebut. Sebagian orang mengatakan ke RRC. Sementara NKRI kebagian Hutan rusak dan ekologi lainnya. Hebat PT IMIP..

BANJIR TORIUM
Potensi Torium, para ahli Tambang telah mengetahui. Dan bila Negara- KemenESDM- abai terhadap hal ini, kemungkinan besar perusahaan tambsng raksasa dari luar akan segera masuk untuk berinvestasi.
BANJIR TIMAH
Kepulauan Bangka dan Belitung, telah lama menhadi pusat penambangan Timah dan Zinkronium. Sehingga zaman Orba berdiri Perusahaan Negara khusus Timah. Rakyat tidak pernah tahu berapa metrik ton timah dihasilkan. Berita yang muncul , Presiden Prabowo, turun kelapangan untuk menangkap penambang liar.

BANJIR DOLAR
Secara politis, Dolar tak pernah kalah oleh mata uang manapun sejak tahun 1974, Dolar beredar tidak kurang di 126 Negara. AS sebagai pencetak Dolar, hampir tak terdengar adan inflasi dolar , bahkan devaluasi dolar. Dolar dengan mudah dicetak, bila negara negara yang bergantung dan memerlukan dolar, maka AS siap suplai. Rakyat hanya mengetahui kedudukan nilai rupiah menguat terhadap dolar dan atau sebaliknya. Sementara yg menikmati dolar hanya para konglomerat dan pengusaha kelas kakap, serta pehabat yg berkolabirasi dengan pengusaha. Rakyat baru tahu pejabat menyimpan dolar, bila pejabat tersebut kena OTT KPK, dan Hasil Sidak Kejagung. Jadi Banjir Dolar tidak merata, sebab jika merata mata uang rupiah hilang atau tak bernilai. Siapa pengepul dolar.

BANJIR SAMPAH
Era tahun 70 an, 80 an, tidak pernah terdengar adanya tumpukan sampah dikota-kota besar di selutuh Indonesia. Karena pejarangan rumah, masih leluasa untuk membakar sampah anorganik dengan memiliki lubang -tanah ukuran 1×1,5 m tempat pembakarannya. Lahan perkotaan semakin menyempit, jarak rumah dengan rumah lainnya saling berhimpit, otomatis pembuangan sampah seenaknya, akibatnya solokan, sungai penuh dengan sampah. Banjir Sampah. Para ahli lingkungan dan tata kota, bermusyawarah bagaimana mengatsi sampah terutama anorganik. Direkomendasikan adanya pengangkotan sampah dan dibuang tanpa dikelola. Muncul Kasus Gunungan Sampah di Bantar Gebang , Kebakaran Gunungan sampah di Kertamukti  KBB , dan terjadi Ledakan Gunungan Sampah Leuwi Gajah ,Cimahi, dengan memakan korban tertimbun sampah sekura 156 orang meninggal terkubur sampah. Wali Kota Bandung, era Dada Rosyada, membuat PLTS di Wilayah Gedebage,vsebagai upaya untuk menghasilkan energi listrik tambahan. Namun perjalanannya tidak mulus dan tidak tahu jalan atau tidak. Tiap kelurahan dibuatkan tempat pengelolaan sampah. Tidak tahu apakah masing-masing kelurahan masih memilikinya. Hingga saat ini banjir sampah masih nampak. Pemkot seharusnya menggunakan data hasil Walkot sebelumnya. Hasil penelitian, bahwa ditemukan rata rata setiap warga Bandung, membuang sampah 2 Kg/hari, bila warga Bandung ada 3 juta maka perhari 6 jt Kg sampah yang harus diangkut atau dikelola. Baru kasus kota Bandung. Indonesia Banjir sampah hampir di tiap kota dan kabupaten. Di Kab. Pati, sampah organik sudah dikelola dengan baij , dan pupuk organiknya sudah dipacking, karung, hingga bisa dijual ke petani atau yang membutuhkan, dan jadi sakah satu PAD ,  sampah anorganiknya dibajar dan Abu susa pembajaran menjadi bshan baku Paping blok dan Conblok. Kota  dan Kabupaten lain hendaknya belajar ke Kab. Pati ,Jateng. Tidak usah studi banding ke LN. Siapa yg salah.?
Negara Maju, Denmark, Scotlandia, mereka membuat PLTS, dan mereja mengimpor sampah dari negara lainnya. Banjir sampah bagi kedua negara tersebut membawa berkah, di Indonesia Banjir sampah bawa bencana.

BANJIR INFORMASI

Banjir informasi, saintek, pertanian, film  drama, politiik, ekonomi, cuaca, produk makanan, pakaian, hoax, peperangan, khotbah, sejarah peradaban, perilaku binatang, manusia aneh ditambah dengan AI dsb. Negara -Pemerintah- tidak boleh abai, karena dampaknya sangat luas terhadap masyarakat, apalagi Hp sdh jadi alat untuk mengakses segala informasi. Seleksi harus dilakukan oleh Kemendigi, dengan mengakses seluruh jaringan provider dalam dan luar negeri. Cyber War , Cybernetic, Psywar, terus ditampilkan dimedsos, ada youtube, fb, instagram, twiter, WA, kesemua jaringan provider tersebut rakyat sangat mudah mengaksesnya, ada hal positif dan hanya sedikit yang memanfaatkan untuk kepentingan petadaban, akibat negatif lebih luas dan lebih cepat. Hampir semua kementrian dan departemen tidak luput dari serangan informasi, saling kritik, curiga, lintas sektoral, internal, terjadi. Hackers menhadi bagian dari Cyberwar. Sekali lagi banjir informasi lebih berdampak luas bila dibandingkan banjir air bah.

Dari frase di atas, dengan sedikit ulasan dan pengamatan sepintas bisa memberi manfaat. Bila tidak abaikan.

Cag!@Abah Yusuf-Doct//Kabuyutan
13 Jumadil Akhir 1447 H – 4 Desember 2025 M

Komentar