Oleh: Raden Arjuno Ireng (Lanange Jagat)
ILMU spiritual melihat ROH manusia memiliki PEMBIMBING yang disebut sebagai GURU SEJATI
GURU SEJATI berdiri sendiri menjadi pendamping dan membimbing Roh Sukma di siram “air suci” oleh Guru Sejati sehingga Sukma menjadi Sukma Sejati
GURU SEJATI memiliki fungsi sebagai sumber “Pelita Kehidupan”
GURU SEJATI layak dipercayai sebagai GURU karena ia bersifat teguh dan memiliki hakekat ‘Sifat-sifat Tuhan’ (Frekuensi Kebaikan) yg abadi tetap tidak berubah
GURU SEJATI adalah data Pancaran (Projector) dari rasa yang merupakan RASA yang sumbernya adalah kehendak Tuhan Terminologi menyebutnya sebagai RASA SEJATI
Tidak diragukan apabila peranan Guru Sejati akan mewarnai “Energi hidup atau roh menjadi Energi SUCI”.ROH SEJATI telah mendapat Petunjuk Tuhan dalam konteks ini adalah HAKIKAT RASA SEJATI
Maka peranan Roh tersebut tidak lain sebagai Utusan Tuhan
Jiwa nafas yang diperkuat dengan Sukma Sejati perlu didampingi Guru Sejati karena ia dapat dikalahkan oleh Nafsu yang berasal daripada Jasad manusia
Jiwa yang ditundukkan oleh nafsu hanya akan berubah karekternya menjadi jahat
Ilmu seseorang dikatakan sudah mencapai puncaknya apabila sudah bertemu Guru Sejati
Wujudnya mirip dengan diri kita sendiri
Melihat diri sendiri menjelma menjadi DUA seperti melihat cermin
Bagi yang dapat merasa Sukma maka akan melihat kembarannya yang mirip sukma atau badan halusnya sendiri
Wujud kembaran itulah entitas Guru Sejati karena Guru Sejati memiliki sifat hakekat Tuhan maka segala nasehatnya akat tepat dan benar adanya tidak akan menyesatkan
Jika masih BELUM bertemu GURU SEJATI ia akan mengirim getaran melalui Hati Nurani
Suara Hati Nurani anda sendiri akan memperoleh petunjuk penting bagi permasalahan yang dihadapi
Sekiranya kurang mengasah ketajaman bathin maka sulit utk membedakan apakah yang dirasakan merupakan kehendaak hati Nurani atau kemauan hati atau hawa nafsu
Orang yang dapat bertemu langsung dgn Guru Sejatinya sendiri hanyalah orang orang terpilih
PENCAPAIAN SPIRITUALITAS TINGGI
Keberhasilan mengolah GURU SEJATI dicapai apabila kita sudah benar benar “Lepas”dari tubuh
JIWA yang telah merdeka dari penjajahan Jasad ini bukan berarti kita meninggalkan segala kegiatan dan kehidupan duniawi
Sebaliknya kehidupan duniawi menjadi modal atau bekal utama meraih kemuliaan baik di dunia maupun kelak setelah ajal tiba
Maka seluruh kegiatan dan kehidupan duniawi sudah tidak dicemari oleh hawa nafsu
Hendaklah memposisikan diri bukan sebagai seterusnya tetapi sekutunya
Orang yang memiliki KESADARAN SPIRITUAL HAKEKAT kehendaknya merupakan kehendak Tuhan
Apa yang dikatakan menjadi terwujud setiap doa akan terkabul
Ucapannya diumpama “ludah api” yang diucapkan pasti terwujud
Kalimatnya menjadi ‘Sabda Pendita Ratu’ seallu menjadi kenyataan
Mata (batin) kita akan melihat apa apa yg menjadi rahasia alam semesta sekalipun tertutup oleh pandangan visual manusia maupun teknologi
Tanda-tanda pencapaian itu antara lain kadang seseorang diizinkan Tuhan unutk mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang melalui vision mimpi maupun getaran hati nurani
Semua itu dapat merupakan petunjuk Tuhan
Pemomong = Pembimbing
Pancer = Guru Sejati
Sukma = Roh
Kang Langgeng Tan Owah Gingsir = Yang abadi konsisten tidak berubah-rubah
Sir = Rasa
Ruhul Kudus = Roh Suci
Nafas = Hawa/Jiwa
Ruh = Sukma Sejati
An Nafs Al-Muthmainah = Penasihat Spiritual
Raga/Basyor = Jasad/Organ
Kareping Rahsa = Kehendak hati nurani
Rahsaning Karep = Hawa nafsu
Idu Geni = Lidah Api
Bergurulah dulu kepada apa yg tersirat dlm dadamu utk bertemu Guru Sejati-Mu.
SEMOGA BERMANFAAT…
Salam Satu Jiwa Salam Satu Rasa
Salam Rahayu Persaudaraan Nusantara Agung Kamulyaning Jagad
Salam Rahayu Sadgung Dumadi
Lanange Jagad
