oleh

Inilah Amalan Do’a Rabu Wekasan

Oleh: Ustadz Ade Bachtiar Alief

RABU wekasan atau pungkasan adalah hari rabu terakhir bulan shofar. Sebagian ulama ahli kasyf mengatakan bahwa pada hari itu diturunkan beberapa macam bala’.

Setiap malam Rabu terakhir bulan Shofar dan dilaksanakan ba’da sholat maghrib, ada kegiatan berupa melaksanakan sholat sunnah hajat agar menolak bala’ (hajat lidaf’il bala’).

Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Safar. Rebo dalam bahasa Jawa adalah hari Rabu, sedangkan Wekasan adalah pungkasan atau terakhir. Sementara itu, bulan Safar merupakan bulan kedua dalam penanggalan tahun hijriyah Islam.

Dalam masyarakat jahiliyah kuno, termasuk bangsa Arab, menganggap bahwa bulan Safar adalah bulan Tasa’um atau kesialan. Sampai saat ini, masih ada sebagian umat muslim yang meyakini anggapan tersebut, khususnya masyarakat Jawa. Untuk menghindari kesialan di hari ini, biasanya sebagian masyarakat melakukan beberapa ritual.

Selain itu, ada sejumlah mitos mengenai Rebo Wekasan ini. Sebagian besar mitos ini mengenai larangan-larangan selama Rebo Wekasan. Lebih jelasnya, berikut pengertian Rebo Weksan dan macam-macam ritualnya yang merdeka.com lansir dari Fimela.com dan sumber lainnya:

Rebo Wekasan adalah salah satu tradisi budaya di Indonesia yang sampai saat ini masih lestari. Rebo Wekasan sendiri memiliki arti Rabu terakhir, yang merupakan sebuah prosesi ritual yang dilaksanakan setiap tahun pada malam Rabu di Bulan Sapar dalam penanggalan hijriyah. Tradisi ini adalah ritual upacara doa memanjatkan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada tahun ini, Rebo Wekasan jatuh pada tanggal 21 September. Biasanya, sebagian masyarakat akan melakukan beberapa ritual untuk menolak bala atau musibah yang dipercaya akan datang di Rebo Wekasan.

Dalam pelaksanaannya, setiap daerah memiliki cara atau tradisi yang berbeda-beda. Misalnya, di Bantul biasanya membuat lemper raksasa untuk dibagikan, di Banyuwangi melakukan tradisi petik laut, atau di Banten yang melaksanakan salat khusus di pagi hari pada Rabu terakhir bulan Safar.

Dan pada tahun ini, Rabu Wekasan jatuh pada hari rabu tanggal 24 Shofar 1444 H / 21 September  2022 M.

AMALAN-AMALAN REBO WEKASAN

1. Shalat hajat li dafil bala’ (menolak bala’)

2. Berdoa dengan doa-doa khusus yang dianjurkan para ulama.

3. Minum air doa (air yang diberi bacaan do’a) seperti yang tertera dalam kitab “Nihayatuz Zain.

4. Amalan-amalan baik seperti halnya bersedekah, silaturrahim, dan lain sebagainya dimana dalam syari’at Islam memang digunakan untuk daf’ul bala. Dalam salah hadis disebutkan:

“باكروا بالصدقة فإن البلاء لا يتخطى الصدقة” رواه البيهقي

“Segeralah bersedekah, sebab bala’ tak bisa mengangkangi sedekah”

7. Membaca surat yasin, ketika sampai pada ayat:

سلام قولا من رب رحيم

Diulangi sebanyak 313 x

Sholat dilaksanakan empat roka’at, baik dengan dua tasyahud satu salam, dengan niat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

atau dua tasyahud dua salam, dengan niat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Setelah membaca Al-Fatihah, kemudian membaca Surat Al-Kautsar 17x,

Surat Al-Ikhlash 5x,

Surat Al-Falaq 1x

Surat An-Nas 1x.

Hal ini dilakukan tiap rokaat. Artinya tiap rokaat membaca semua surat tersebut.

Selesai sholat empat rokaat, kemudian membaca Do’a ini:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَآ إِلٰهَ إ

Komentar