oleh

Inilah Daftar Nama Empu di Zaman Purwo, Sepuh dan Kamardikan

Asal usul keris belum sepenuhnya terjelaskan karena tidak ada sumber tertulis yang deskriptif mengenainya dari masa sebelum abad ke-15, meskipun penyebutan istilah “keris” telah tercantum pada prasasti dari abad ke-9 Masehi. Namun diperkirakan asal mula penyebutan kata “keris” merupakan singkatan bahasa Jawa dari “Mlungker-mlungker kang bisa ngiris”, dalam bahasa Indonesia berarti “(Benda) berliku-liku yang bisa mengiris/membelah (sesuatu),” dan orang yang membuat keris tersebut biasa dipanggil Empu.

Senjata tajam dengan bentuk yang diduga menjadi sumber inspirasi pembuatan keris dapat ditemukan pada peninggalan-peninggalan perundagian dari Kebudayaan Dongson dan Tiongkok selatan. Dugaan pengaruh kebudayaan Tiongkok Kuno dalam penggunaan senjata tikam, sebagai cikal-bakal keris, dimungkinkan masuk melalui kebudayaan Dongson (Vietnam) yang merupakan “jembatan” masuknya pengaruh kebudayaan Tiongkok ke Nusantara. Sejumlah keris masa kini untuk keperluan sesajian memiliki gagang berbentuk manusia (tidak distilir seperti keris modern), sama dengan belati Dongson, dan menyatu dengan bilahnya.

Inilah Daftar Nama Empu di Zaman Purwo, Sepuh dan Kamardikan

I. Tangguh BUDHO

1. Kerajaan Purwacarita.

Empu Hyang Ramadi,

Empu Iskadi,

Empu Sugati,

Empu Mayang,

Empu Sarpadewa

2. Kerajaan Tulis.

Empu Sukmahadi

3. Kerajaan Medang Kamulan.

Empu Bramakedali

4. Kerajaan Giling Wesi.

Empu Saptagati ,

Empu Janggita

5. Kerajaan Wirotho.

Empu Dewayasa

6. Kerajaan Mamenang.

Empu Ramayadi

7. Kerajaan Pengging Wiraradya.

Empu Gandawisesa,

Empu Wareng,

Empu Gandawijaya

8. Kerajaan Kauripan.

Empu Kandangdewa

9. Kerajaan Jenggala.

Empu Windusarpa ,

Empu Windudibya

II. Tangguh MADYA KUNO.

1. Kerajaan Pajajaran Makukuhan.

Empu Srikanekaputra,

Empu Welang,

Empu Cindeamoh,

Empu Handayasangkala,

Empu Dewayani,

Empu Anjani,

Empu Marcu Kunda,

Empu Gobang ,

Empu Kuwung ,

Empu Bayuaji,

Empu Damarjati,

Empu Sombro,

Empu Anjani

III. Tangguh SEPUH TENGAHAN.

1. Kerajaan Jenggala.

READ  Dzikrul Ghofilin Akbar di Desa Kundur, Bupati Meranti HM.Adil : Kedepan Tahun Baru Islam Dilaksanakan Lebih Meriah

Empu Sutapasana

2. Kerajaan Kediri (Belum dapat referensinya).

3. Kerajaan Majapahit.

Empu Kuwung,

Empu Salahito,

Empu Putugaluh,

Empu Demangan,

Empu Dewarasajati,

Empu Bekeljati,

Empu Supagati

Empu Supadriya,

Empu Jaka Supa,

Empu Jigja,

Empu Angga Cuwiri,

Empu Singkir,

Empu Jebat,

Ki Gede Gunung Tawang,

Empu Modin.

4. Kerajaan Majapahit/Madura.

Empu Sriloka,

Empu Kaloka,

Empu Kisa,

Empu Kasa,

Empu Lunglungan,

Empu Kebolungan,

Empu Macan,

Empu Kacang,

Empu Lujuguna.

5. Kerajaan Majapahit/Blambangan.

Empu Bromokedali,

Empu Luwuk,

Empu Kekep,

Empu Pitrang,

Empu Mendung,

Empu Tembarok,

Empu Surawisesa.

IV. Tangguh TENGAHAN.

1. Kerajaan Demak.

Empu Jaka Supa.

2. Kerajaan Pajang.

Empu Omyang,

Empu Loo Bang,

Empu Loo Ning,

Empu Cantoka,

Empu Japan,

Ki Umyang,

Ki Tundhung Kudus,

Empu Cublak.

Empu Cublak,

Empu Wonogati,

Empu Surawangan,

Empu Joko Puthut dan

Empu Pengasih.

3. Kerajaan Mataram.

Empu Tundung,

Empu Setrobanyu,

Empu Loo Ning,

Empu Tunggulmaya,

Empu Teposono,

Empu Kithing,

Empu Warihanom,

Empu Madrim,

Empu Guling,

Empu Bom,

Empu Legi,

Empu Umayi,

Empu Gede,

Empu Mayang,

Empu Tepas,

Empu Kali Anjir.

V. Tangguh NOM.

1. Kerajaan Kartasuro.

Empu Lujuguna ,

Empu Kasub,

Empu LujugunaII,

Empu Hastronoyo,

Empu Sendang Warih,

Empu Taruwongso,

Empu Brojoguno 1,

Empu brojoguno 2.

Empu yang terkemuka di zaman itu adalah Empu Brojo (Brojoguno I) yang mengabdi di kraton. Hasil karyanya terkesan sangat keras, bisa menembus uang logam, bahkan konon bisa menembus baju besi (kere waja). Empu lainnya adalah Empu Sentranaya III, Empu Sendhang Warih, Empu Japan

2. Kerajaan Surakarta.

EmpuBbrojosentiko,

Empu Mangunmalelo,

Empu R.Ng. Karyosukadgo,

Empu Brojokaryo,

Empu Brojoguno III,

Empu Tirtodongso,

Empu Sutowongso,

Empu Japan 1,

READ  Ranperda Pendidikan dan Pesantren Disahkan, Ini Harapan Ketua Pansus II DPRD Kepulauan Meranti

Empu japan 1,

Empu Singowijoyo,

Empu Jopomontro,

Empu Joyosukadgo,

Empu Montrowijoyo,

Empu Karyosukadgo 1,

Empu Wirosukadgo,

Empu Karyosukadgo 2,

Empu Karyosukadgo 3,

Empu Mangunmalela,

Empu Resowijoyo,

Empu Carang Mustapa.

VI. Tangguh Kamardikan

a) Empu didaerah Yogya

Empu Jeno Harum Brojo

Empu Pauzan Pusposukadgo

Empu Sungkowo Harum Brojo

Empu Djiwo Suhardjo Sumurup bantul

Empu Karyo Diwongso

Empu Ngadeni di Dusun Grogol II, Rtt 05/ Rw 02, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul

b) Empu Daerah Solo.

Empu Sukamdi Jetis Banyu Agung Nusukan solo

Empu Yohanes Yantono Palur Solo

Empu Basuki Gondangrejo Karang Anyar

Empu KRT Subandi Suponingrat Desa Banaran Ngringo Jaten Karangannyar

Empu R Ng Suyanto

Empu KRT Rudi Hartono Diningrat

Empu Daliman

c )Empu Jawa Timur.

Empu Imam Panani (alm) Magetan Jatim

Empu Sumodadi (alm) wlingi Blitar

Empu Pakurodji Dusun Brangkal, Desa Kedungpanji, Lembeyan, Magetan, Jawa Timur.

Empu Guno Sasmito Magetan Jatim

d) Wonogiri.

Empu Djiwo Diharjo Banyu Sumurup Wonogiri.

Kemudian dibawah ini adalah para seniman keris yg sdh cukup terkenal dinusantara dalam event2 keris nusantara krn sering ikut dlm pameran maupun perlombaan karya cipta keris Nusantara diantaranya adalah :Gunarwan (Solo), Fanani (Malang),Anggono (Solo), Prapto (Madiun), Rudi (Surabaya), Ahmad Lutfi (Malang), Saifudin (Malang), Heru Kalawisan (Magelang), Sarju (Yogyakarta), Happy (Surabaya), Jamil (Malang), Mujiono (Malang), dan Kohin (Jakarta),H Duraphi.

Keris adalah semacam simbol pria/lelaki indonesia khususnya di jawa dan daerah2 lain di indonesia, tanpa bermaksud menepis keragaman pusaka dan kekayaan tosan aji dari Nusantara yang sangat kaya ini, ini adalah pemacu dan pengingat bahwa orang indonesia memiliki pusaka selain sekaligus harus bisa menjadi pelestarian budaya dan simbol WONG INDONESIA.

READ  Nastar Cookies

Sementara ini yang kami fokuskan adalah keragaman pusaka khususnya keris,karena buat pusaka badik,rencong,kujang dll kami masih sangat kurang pemahaman kami.

Keris-keris dari luar Jawa juga memiliki gaya masing-masing. Keterbatasan rujukan membuat khazanah variasi keris Nusantara luar Jawa belum dapat dipaparkan secara layak.(***

Komentar