oleh

Inilah Kunci Sukses Belajar Ilmu Hikmah

Oleh: Mas Widiantoro (Ketua Pedepokan Wahyu Jagad Kab.Gresik)

KEWAJIBAN menuntut ilmu diperuntukkan bagi setiap Muslim. Sebab, ilmu akan memudahkan segala urusan dalam kehidupan sehari-hari. Baik ilmu akademis maupun agama, keduanya sama-sama penting. Bahkan Rasulullah mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Namun hendaknya dalam menuntut ilmu juga dibarengi dengan ilmu hikmah. Dengan memahami ilmu hikmah, seorang Muslim akan menjadi pribadi yang tawadhu. Apa itu ilmu hikmah? Dan bagaimana cara mempelajarinya?

Hikmah adalah pengetahuan tentang Alquran dan Hadis dengan kebaikan yang melampaui batas syariat, hingga menembus titik hakikat dan makrifat. Dengan ilmu hikmah, seseorang akan menjadi pribadi yang cerdas dan arif.

Allah memberikan hikmah-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Hal ini tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 269.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

Hendaknya setiap Muslim meperlajari ilmu hikmah. Sebab, banyak hal dalam hidup ini menjadi berantakan dan salah kaprah karena manusia kehilangan hikmah

Cara Mempelajari Ilmu Hikmah

Hanya ada satu cara untuk mempelajari ilmu hikmah, yaitu melalui transfer ilmu. Transfer ilmu yang dimaksud adalah mempelajari ilmu hikmah dari ahlinya dengan mengandalkan semua indera yang manusia punya.

Cara ini yang dilakukan para sahabat terhadap Rasulullah. Ketika Rasulullah SAW menyampaikan ilmu kepada para sahabat, beliau sampaikan melalui lisan, dalam bentuk sabda atau praktik yang bisa dilihat langsung oleh para sahabat.

Untuk mempelajari ilmu hikmah, Anda dapat memulainya dengan mendalami Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber utamanya, serta mencari guru atau ustaz yang saleh untuk proses transfer ilmu secara langsung. Penting untuk membedakan ilmu hikmah yang benar (sesuai syariat) dengan praktik syirik atau yang mengarah pada perdukunan, karena ilmu hikmah yang sejati adalah kelebihan dari Allah SWT.

1. YAKIN : Apabila Anda Yakin kepada Ilmunya sebagai perantara dan Yakin Kepada Kuasa Allah, Maka ilmu Anda pasti Ampuh dan Terjadi yang namanya Keajaiban. Sebaliknya Apabila Anda Tidak Yakin / Skeptis, Walapun ilmu tersebut Ampuh, ilmu tersebut akan Tawar / Sirna dengan sendirinya.

2.IKHLAS: Mengamalkan suatu ilmu harus dengan keIkhlasan, tanpa rasa keterpaksaan. Mengamalkan Ilmu dengan mencampurkan Hawa Nafsu ingin Sakti untuk Tujuan tidak Baik / kesombongan / takabur tidak akan berhasil.

3.SABAR: Ketika ilmu yang Anda amalkan Belum masuk, Anda Harus Sabar, terkadang Khodam Ilmu ingin menguji tingkat Kesabaran Anda, amalkan terus, pasti ilmu tersebut segera masuk dalam diri Anda.

4.ISTIQOMAH: Artinya tetap, apabila Anda biasa mengamalkan wirid sehabis sholat 5 waktu, maka langgengkanlah / lakukan terus hal tersebut. Ada pepatah berbunyi “Al Istiqomah Khoirum min alfi Karomah : Istiqomah lebih Baik daripada 1000 Kemuliaan” 1 ilmu yang Anda Istiqomahkan lebih Baik Nilainya daripada puluhan ilmu yang tidak istiqomah. Istiqomah memang sangat berat. Yang mudah adalah istirahat saja

5.TAKWA: Artinya mentaati segala PerintahNYA dan Menjauhi Segala LaranganNYA, Seandainya Anda mengamalkan suatu ilmu tetapi Sholat 5 waktu Anda tinggalkan itu sama saja Bohong.

6. TAWAKAL: Adalah Memasrahkan Apa yang kita lakukan sepenuhnya kepada Allah dan Menyadari Allah sebagai sumber semua Kekuatan.

Adapun yang menyebabkan seorang pelaku tirakat mengalami kegagalan

TIRAKATNYA PAMRIH BUKAN KARENA ALLAH

Tanda tirakat ndak ikhlas :

1. Ngarepin khodam

2. Sibuk minta discan/diterawang

3. Mikirin apakah ilmunya sudah masuk atau belum

4. Mikirin dan nungguin kapan bisa merasakan reaksinya

5. Mikirin dan nungguin kapan bisa merasakan sensasinya (hawa panas, dingin, hangat)

*Kunci sukses tirakat itu fokus saja dzikir mendekatkan diri pada Allah saja. Tidak usah banyak mikir. Loss gak rewel

PENYEBAB ILMU GOIB TDK MANJUR DALAM DIRINYA :

1.  Kurang yakin. Selalu ragu.atau mencari pengakuan orang atau testimoni orang dulu untuk membentuk keyakinan

2. Sering bingung.karena takut salah .bahkan eja an bacaan kata aja kita teliti nahwu sorofnya .

3. Selalu mencari sanad ilmu dulu atau mencari data data silsila yang memberi ilmu/ berburuk sangka kepada pengijazah 

4. Setiap ritual selalu malas, ngantuk, takut. Ketakutan tanpa sebab. Dan selalu takut pada yang tidak jelas

5 Tidak percaya diri, selalu mengatahkan dirinya apa aku bisa?. Aku kayaknya gak bisa. Atau dengan kata-kata semoga aku bisa. Kenapa aq kok belum bisa dll.semua kata kata seperti di atas adalah kata yang menghijab diri/ menutup aura. Juga kata yang akan menutup aliran energi/ cakra goib.karena program alam bawah sadarnya.

6. Selalu menawar ilmu. Atau sering tawar menawar tentang mahar ilmu. Tentang tata cara ilmu…..emangnya beli sayur di tawar……hehehe…

7. Tidak Istiqomah/ ajeg. Istiqomah lebih utama dari 1000 karomah. Sekarang wirid besok tidak

Sebenarnya masih banyak lagi.tapi 7 ini yabg paling penting dalam diri kita. .. BARAKALLAH

Suatu pemahaman yang banyak keliru, Apakah ilmu hikmah itu harus bersanad…???*

Pahami lagi amalan yang mana yang harus bersanad.Menurut ulama yang harus bersanad itu amalan thoriqoh bukan amalan hikmah, inilah tafsiran Qoul Imam Ghozali siapa yang tidak punya guru maka gurunya syaithan.

Tidak semua amalan harus bersanad apalagi harus sampai kepada Rosulullah

CONTOH: Sunan Kalijaga terkenal menciptakan berbagai Ajian Jawa Arab, Jawa saja, tidak butuh sanad yang menyambung kepada Rasulullah karena Rasulullah  tidak pernah mengajarkan Ajian bahasa Jawa/ Sunda/Daerah.

Amalan yang didapat dari ilham mimpi, maka tidak butuh sanad.

Amalan bahasa daerah tidak butuh sanad yg menyambung kepada rosulullah karena rosulullah tidak pernah mengajarkan amalan bahasa daerah nusantara

Amalan dari hatif suara tanpa wujud juga tidak butuh sanad.

Sanad itu sangat penting bila berhubungan dengan amalan tarekat, hubungan dengan ruhaniyah, dan terutama dalam ilmu hadist, fikih.

Jika hal itu berhubungan dengan ilmu hikmah, para ulama beda pendapat. Syaikh Athiyyah Abdul Hamid, justru menyuruh meminta izin apabila yang diamalkan itu harus melalui riyadoh khalwat. Jika hanya sebuah bacaan ataupun amalan dari fadilah-fadilah suatu doa ataupun ayat ayat maka tidak dianggap perlu.

Semoga bermanfaat  

CATATAN:

  • Bagi yang mau belajar ilmu hikmah, konsultasi spiritual dan supranatural maupun pemaharan media syareat untuk berbagai keperluan hidup, Anda bisa menghubungi Mas Widiantoro di Pedepokan Wahyu Jagad, dengan alamat lengkapnya di  Desa Klampok Rt 5 Rw 3 Kecamatan Benjeng Kab Gresik Jawa Timur No Tlp/WA: 085745937771.InsyaAlloh amanah

Komentar