KISAH ini diceritakan oleh Allahyarham Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa, ketika beliau di Hadhramaut, tepatnya saat tinggal di Kota Syihir di Rubat Mustafa milik Habib Husin Al-Habsyi (karena saat itu di Tarim belum kondusif). Beliau melihat jenazah wanita tua sedang diusung. Namun yang ganjil, jenazahnya itu tidak hanya diantar oleh manusia, melainkan oleh ratusan ekor kucing juga. Hal yang membuat siapapun ganjil tentunya.
Ketika Habib Munzir menanyakan kepada orang-orang, didapatilah jawaban bahwa wanita tua itu adalah orang yang terpuji saat hidupnya. Di masa hidupnya, nafkahnya telah dicukupi anak-anaknya. Adapun kegiataan sehari-harinya adalah memasuki pasar setiap pagi untuk mengumpulkan sisa-sisa kepala ikan.
Kepala-kepala ikan yang telah dikumpulkan dalam gerobak itu kemudian dibagikannya kepada kucing-kucing di jalanan. Setiap pagi ratusan kucing telah berbaris menunggunya di pinggir jalan. Kegiatan ini telah dilakukannya selama bertahun-tahun.
Ketika wanita tua yang mulia tersebut wafat, maka kucing-kucing yang biasa beliau beri makan pun merasa kehilangan dan ikut mengantarkan jenazahnya. Bahkan puluhan ekor kucing enggan meninggalkan makamnya selama berhari-hari. Ini sangat luar biasa
Habib Munzir meneruskan, “Demikian Allah menjadikan ibrah (contoh). Bila hewan saja mempunyai perasaan terima kasih kepada yang memberinya, lalu bagaimana aku dan kalian yang selalu diberi oleh Allah. Adakah perasaan terima kasih kita untuk selalu berbakti kepada Allah?”
Allahumma Sholi Ala Sayyidina Muhammad. Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad.
