oleh

Inilah Ringkasan Kisah Sayyidah Fatimah Az-Zahra

SAYYIDAH FATIMAH AZ-ZAHRA,adalah putri bungsu dan kesayangan Nabi Muhammad SAW, dikenal sebagai Sayyidatu Nisa’il ‘Alamin (Penghulu Wanita di Surga). Beliau wafat dalam usia yang masih muda, yaitu sekitar enam bulan setelah wafatnya Rasulullah SAW.

Duka Mendalam Setelah Kepergian Ayahanda

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah sangat terpukul.

Menangis dan Merindukan: Kesedihan beliau sangat mendalam. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau tidak lagi tertawa atau makan dan minum dengan normal karena duka dan rindu yang luar biasa kepada ayahnya.

Wasiat Nabi: Sebelum wafat, Nabi Muhammad SAW membisikkan sesuatu kepada Fatimah. Awalnya Fatimah menangis, lalu kemudian tersenyum. Setelah Nabi wafat, Fatimah menjelaskan bahwa bisikan pertama adalah kabar bahwa Nabi akan segera wafat, yang membuatnya menangis. Bisikan kedua adalah bahwa Fatimah adalah anggota keluarga pertama yang akan menyusul beliau (Nabi), yang membuatnya ridha dan tersenyum.

Saat-Saat Terakhir

Sayyidah Fatimah menghembuskan napas terakhirnya di rumah beliau, di Madinah, saat Sayyidina Ali bin Abi Thalib (suaminya) sedang berada di masjid untuk shalat.

Beliau dirawat oleh Asma binti Umays. Dalam riwayat yang populer, Fatimah sempat meminta Asma untuk menyiapkan air untuk mandi dan mengganti pakaian baru, lalu beliau berbaring, dan wafat saat sedang membaca Al-Qur’an (atau setelah suara bacaan Al-Qur’annya terhenti).Putra-putra beliau, Hasan dan Husain, yang memberi tahu Sayyidina Ali akan berita duka ini.

Wasiat dan Pemakaman Rahasia

Hal yang paling dikenal dari wafatnya Sayyidah Fatimah adalah pemakamannya yang dilakukan secara rahasia.

  • Wasiat Khusus: Fatimah berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib untuk dimakamkan pada malam hari dan hanya dihadiri oleh keluarga terdekat saja.
  • Pelaksanaan: Sayyidina Ali bin Abi Thalib menepati wasiat ini. Beliau sendiri yang mengurus jenazah istrinya dan memimpin shalat jenazah.
  • Misteri Makam: Sesuai wasiatnya, makam beliau dirahasiakan lokasinya, dan hingga kini, tempat tepat pusara Sayyidah Fatimah Az-Zahra masih menjadi misteri di kalangan umat Islam.

Tentu, kisah mengenai kecantikan Sayyidah Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW, tidak hanya terbatas pada rupa fisik, tetapi justru sangat ditekankan pada kecantikan batin (akhlak) dan cahaya spiritual yang memancar dari diri beliau.

Berikut adalah ringkasan kisah dan deskripsi kecantikan Sayyidah Fatimah:

 1. Kecantikan Spiritual: Julukan “Az-Zahra”

Julukan beliau yang paling populer, “Az-Zahra” (الزهراء), secara harfiah berarti “Yang Bercahaya”, “Yang Cemerlang”, atau “Bunga yang Mekar Semerbak”.

Cahaya Wajah: Salah satu penafsiran dari julukan ini adalah karena wajah beliau selalu tampak bercahaya, jernih, dan berseri-seri (bersih dari kesedihan dunia), terutama saat beliau berdiri dalam shalat.

Keindahan Batin: Para ulama lebih banyak menekankan bahwa cahaya ini adalah pantulan dari kesucian jiwa, kejujuran (Shiddiqah), dan keteguhan ibadah beliau kepada Allah SWT.

Kemiripan Fisik dan Akhlak dengan Rasulullah SAW

Dalam riwayat-riwayat, Sayyidah Fatimah digambarkan sebagai sosok yang paling mirip dengan ayahnya, Rasulullah SAW.

Paling Mirip Ayahnya: Beliau sangat mirip dengan Nabi Muhammad SAW, bukan hanya dari segi wajah, tetapi juga dari tutur kata, cara berjalan, kelembutan, dan akhlaknya.

Penghormatan Nabi: Rasulullah SAW menunjukkan penghormatan yang luar biasa kepada Fatimah. Setiap kali Fatimah datang, Beliau selalu berdiri menyambutnya, mencium tangannya, dan melapangkan tempat duduknya, menunjukkan betapa tinggi kedudukan dan mulianya pribadi Fatimah.

Kecantikan yang Bersumber dari Surga

Ada sebuah hadis yang menjelaskan asal-usul kecantikan dan kemuliaan Fatimah, yang menunjukkan beliau adalah rahmat dari Allah SWT:

Rasulullah SAW bersabda: “Fatimah adalah bidadari yang menyerupai manusia (Haura Insiyah).”

Riwayat lain menyebutkan, ketika Rasulullah SAW naik ke langit saat Isra’ Mi’raj, beliau memakan buah dari surga, dan dari buah itulah beliau mendapatkan nuthfah (benih) Fatimah. Oleh karena itu, Nabi bersabda: “Setiap aku merindukan aroma surga, aku mencium Fatimah.”

Hal ini menegaskan bahwa keharuman dan kemuliaan Fatimah bersifat surgawi.

2.Kecantikan Batin (Akhlak) Sebagai Teladan

Kecantikan Sayyidah Fatimah yang paling utama dan menjadi fokus utama kisah-kisah beliau adalah keindahan akhlaknya:

  • Sangat Pemalu (Haya’): Beliau sangat menjaga diri, bahkan dalam riwayat disebutkan beliau adalah wanita yang sangat pemalu.
  • Zuhud dan Sederhana: Meskipun putri seorang Nabi, beliau menjalani hidup yang sangat sederhana, jauh dari kemewahan. Beliau rela bekerja keras menggiling gandum hingga tangannya lecet, dan bersabar menghadapi keterbatasan.
  • Sangat Dermawan: Ada kisah teladan di mana beliau memberikan kalung satu-satunya yang beliau miliki kepada seorang musafir yang membutuhkan, menunjukkan sifat pemurah dan mendahulukan orang lain.
  • Taat dan Ahli Ibadah (Al-Batul): Beliau mendapatkan gelar Al-Batul karena memusatkan perhatiannya pada ibadah dan menjauhkan diri dari kesenangan duniawi yang berlebihan.

Kisah kecantikan Sayyidah Fatimah Az-Zahra mengajarkan bahwa kemuliaan dan keindahan sejati pada seorang wanita Muslimah terletak pada cahaya keimanan, kesucian, akhlak yang mulia, dan rasa malu (kesopanan), bukan semata-mata pada penampilan luar.(****

Komentar