Ciamis LINTAS PENA — Kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat kembali terwujud dalam kegiatan pengecoran rapat beton jalan menuju Pesantren Miftahul Inayah yang berlokasi di RT 18 RW 05 Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Jalan sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut kini mulai dibangun melalui dana swadaya masyarakat yang dihimpun dari berbagai elemen. Sabtu. 3 januri 2026.
Pembangunan jalan ini melibatkan HAMIFI (Himpunan Alumni Miftahul Inayah), jama’ah pesantren, unsur IQOMAH, GARDA, Keakhwatan, para simpatisan, serta masyarakat sekitar yang secara sukarela berpartisipasi, baik dalam bentuk dana, material, maupun tenaga. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara rereongan atau gotong royong, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat pedesaan.
Kondisi jalan menuju pesantren sebelumnya diketahui telah lama mengalami kerusakan parah. Saat musim hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur, sementara pada musim kemarau dipenuhi debu dan bebatuan. Kondisi tersebut kerap menyulitkan aktivitas santri, pengajar, jama’ah, maupun warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Minimnya perhatian terhadap perbaikan jalan membuat masyarakat akhirnya berinisiatif untuk bergerak dan membangun secara mandiri.
Kegiatan pengecoran jalan ini diinisiasi langsung oleh Pimpinan Umum Pesantren Miftahul Inayah, KH. Yayan Ahmad Jalaluddin, S.Ag. Melalui ajakan beliau, berbagai elemen masyarakat dan alumni tergerak untuk tidak hanya menunggu bantuan dari pihak lain, tetapi bersama-sama mengambil peran aktif dalam pembangunan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan.
Menurut KH. Yayan Ahmad Jalaluddin, pembangunan jalan ini bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial. “Jalan ini adalah akses utama menuju pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan. Dengan kebersamaan dan niat yang tulus, insyaAllah pembangunan ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi pesantren, tetapi juga bagi masyarakat secara luas,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, ketika masyarakat dari berbagai usia turut membantu proses pengecoran. Ada yang mengangkut material, mengaduk beton, hingga menyiapkan konsumsi untuk para pekerja. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kerja yang penuh semangat dan kekeluargaan.
Pembangunan jalan sepanjang 300 meter ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menunjang kelancaran aktivitas pendidikan santri dan kegiatan keagamaan di Pesantren Miftahul Inayah. Selain itu, keberadaan jalan yang layak juga diyakini mampu mendorong aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sindanghayu.
Melalui pembangunan berbasis swadaya ini, masyarakat berharap semangat gotong royong dapat terus terpelihara dan menjadi contoh bagi wilayah lain bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial mampu menjadi solusi atas keterbatasan pembangunan. (AJAT SUDRAJAT)****








Komentar