(PRIBADI CAGEUR BAGEUR)
DARI keterangan-keterangan, baik firman Alloh maupun sabda Nabi Muhammad SAW serta para pewaris / penerus Ilmu nabi dan Rasul Alloh (Syeikh Mursyid), semakin kokoh keyakinan kita bahwasannya tidak ada kalimah ‘Taubah’ yang akan mengembalikan manusia ke fitrahnya selain kalimah LAA ILAAHA ILLALLOH.
Meski begitu perlu diingat bahwa kalimat memerlukan penghayatan, bukan hanya untuk diucapkan lisan, bukan hanya untuk diingat otak, dan bukan hanya untuk dituliskan jari. Jika hanya demikian, orang kafir pun bisa, bahkan burung beo sekalipun tentunya bisa.
Kalimah LAA ILAAHA ILLALLOH yang dimaksud disini ialah kalimah LAA ILAAHA ILLALLOH yang Diambil dari Orang yang Hatinya (Ruh) Selalu bersama Alloh, dengan cara di-Talqin-kan (penanaman kalimah LAA ILAAHA ILLALLOH kedalam hati/ruh manusia agar menetap dalam dirinya/ciri orang yang beriman) dalam waktu lima belas detik saja.
Para ahli (Syeikh Mursyid) telah memilih bentuk kalimah dzikir yang tercepat dan terarah untuk membersihkan diri dari segala dosa baik yang besar maupun yang kecil, kalimahnya ‘LAA ILAAHA ILLALLOH’.
Alloh SWT telah menjanjikan bagi orang-orang yang banyak dzikir nya kepada Alloh, baik laki-laki maupun perempuan, maka Alloh akan menyediakan bagi mereka, ampunan dan pahala yang Agung.
Sedangkan dzikir yang paling utama yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dan para nabi sebelum beliau ialah kalimat ‘LAA ILAAHA ILLALLOH’.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ; “Yang paling utama dari apa yang telah aku ucapkan dan yang telah diucapkan oleh Nabi-nabi sebelum aku ialah kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Umar)
Beliau juga menegaskan : “Wajib kamu sekalian berpegang teguh kepada kalimah LAA ILAAHA ILLALLOH dan Istighfar. Karena sesungguhnya Iblis berkata : Aku menghancurkan manusia dengan dosa-dosa dan mereka (manusia) menghancurkanku dengan LAA ILAAHA ILLALLOH dan Istighfar“.
Apabila dzikrullloh telah mendarah daging dalam kehidupan manusia, dimanapun dan kapanpun maut mengintai, dia tidak pernah merasa khawatir dengannya karena ia yakin telah pulang kepada Alloh dengan hati yang selamat dan sejahtera.
Seorang ahli dzikir tidak akan mengalami kesulitan ketika ajalnya tiba. Justru kesulitan dalam sekarat itu terjadi karena tidak adanya LAA ILAAHA ILLALLOH dalam RUH nya.
Berbahagialah mereka yang telah di talqin LAA ILAAHA ILLALLOH serta mengamalkannya dengan senantiasa beramal shaleh, saat kematian menjemput ruh nya akan langsung menuju Alloh SWT sehingga tidak akan mengalami masa menunggu di alam kubur.
Dijelaskan dalam Kitab Miftahus Shudur (Kunci Pembuka Dada) : “Tiada rasa takut bagi ahli LAA ILAAHA ILLALLOH di kubur dan ketika bangkit dari kubur”. (Abah Anom r.a.)
Selain itu membentengi diri dengan dzikrulloh akan membawa dampak bagi terciptanya kehidupan yang tenteram, aman dan damai.
Pribadi itulah yang dinamakan dengan “Cageur Bageur”.
Dalam sebuah hadist qudsi dinyatakan : “LAA ILAAHA ILLALLOH itu Aku. Maka siapa yang masuk ke dalamnya maka masuk ke dalam benteng-Ku. Barangsiapa masuk ke dalam benteng-Ku, amanlah dari siksaan-Ku.”(Sirojut Tholibiin : 30)
Firman Alloh SWT :”Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali Imran : 31)









Komentar