oleh

Kawasan Pertamina PT KPI Sungai Pakning Jadi Percontohan Tertib Lalu Lintas

Bengkalis,LINTAS PENA—Seminar HSS 2026 menuju kampung tertib lalu lintas dan peduli sampah , dari keselamatan berlalu lintas di jalan Raya sampai ke lingkungan PT KPI Sungai Pakning menuju kampung yang peduli sampah kegiatan ini di laksanakan di Gedung Bulopa Karyà Patra Pertamina, Senin 2-2-2026

Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber utama yakni Kapolsek Bukit Batu Kompol Rokhani SH, MH dan dosen UGM Drs Igmal Taher, M.Si, staf ahli pusat study lingkungan hidup (peduli sampah). Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Health Safety Security Environment (HSSE) PT Kilang Pertamina Internasional RU II Sungai Pakning  Refky Firmansyah Sutikno , Camat Bukit Batu Acil Esyno dan kepala desa serta lurah Sungai Pakning beserta jajarannya dan perwira (HSSE),Pertamina RU II Sungai Pakning dan perwakilan dari desa-desa dàlam lingkup kerja PT Kilang Pertamina Internasional RU II Sungai Pakning

Pada sesi pertama, Kapolsek Bukit Batu Kompol Rokhani menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana Pertamina RU II Sungai Pakning menjadikan kompleks perumahan Pertamina sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas.

“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Jika kawasan kompleks Pertamina bisa menjadi kampung tertib lalu lintas, maka ini akan menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain di Kecamatan Bukit Batu,” ujar Kompol Rokhani.

Ia menegaskan bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bagian dari budaya keselamatan masyarakat.“Keselamatan di jalan dimulai dari kesadaran. Helm, rambu, dan etika berkendara itu bukan formalitas, tapi perlindungan nyawa. Kami berharap program ini benar-benar membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan,” tegasnya.

Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga

Sesi kedua diisi pemaparan tentang pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan oleh Drs. Iqmal Tahir, M.Si. Materi yang disampaikan mendapat respons antusias dari peserta, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan.

Menurut Iqmal, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan teknologi, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat.“Pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik adalah kunci awal untuk mengurangi beban lingkungan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.“Jika industri seperti Pertamina berperan aktif mengedukasi dan memberi contoh, maka dampaknya akan jauh lebih besar. Lingkungan yang bersih adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan dan keberlanjutan,” tambahnya.

Wujud Keseriusan, Peserta Diberi Helm Standar

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap program yang dicanangkan, pada akhir kegiatan seluruh peserta seminar menerima souvenir berupa helm standar. Helm tersebut diharapkan dapat langsung digunakan sebagai bagian dari implementasi Kampung Tertib Lalu Lintas di lingkungan Kompleks PT Kilang Pertamina Internasional RU II Sungai Pakning.

Melalui kegiatan ini, Pertamina RU II Sungai Pakning menegaskan komitmennya tidak hanya pada aspek keselamatan kerja, tetapi juga pada keselamatan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan.(MAHIR RITONGA)***

Komentar