Kab.Tasikmalaya LINTAS PENA—Sebanyak 730 peserta Wisuda Akbar Para Penghafal Al-Qur’an FHQ DPD Kabupaten Tasikmalaya resmi dilantik pada hari Sabtu 31 Januari 2026 di ruang Rapat Paripurna DPRD KabupatenTasikmalaya tanpa dihadiri pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya.Hal itu dijelaskan Ahmad Muslim SH selaku Ketua DPD FHQ Kabupaten Tasikmalaya kepada LINTAS PENA.
Wisuda Para Penghafal Al Qur’an Angkatan ke – 9 ini berjumlah 730 hapalan diwisuda mulai dari 1 Zuz sampai 30 Zuz .Alhamdulillah pada wisuda akbar FHQ Ke 9 Tahun 2026 ini ada dermawan yaitu owner Travel Hayya Umrah Hajj Ibu Hj Nurhayati Buchori panggilan akrabnya Ibu Hayya yang memberikan penghargaan atau bonus berupa tiket umroh bagi 1 Hafidz 30 Zuz terbaik dari 7 peserta wisuda yang hafidz 30 Zuz yang terdaftar.
kemudian panitia melakukan sekeksi kepada semua hafidz hafidzhah dengan cara di tes hafalannya maka diambil 1 orang hafidz terbaik dengan kriteria kelancaran hafalan dan fashohahnya.
Turut hadir pada acara wisuda tersebut Kasubdit Pendidikan Al-qur’an dan Diniyah Kementerian Agama RI H.Aziz Syafiuddin, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Tasikmalaya H.Dedi Kurniawan berserta anggota dewan lainnya yaitu H.Asep Budiawan yang juga Pembina FHQ,Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H.Aris Raya,perwakilan dari Polres Tasikmalaya, Ketua DPW FHQ Jawa Barat Ustadz Agus Yosef Abdulloh,para pembina FHQ Kabupaten Tasikmalaya H.Harun Harosyid dan tamu undangan lainnya.
Sedangkan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya tidak ada seorang pun yang hadir, termasuk Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi. ”Padahal kami sudah mengirimkan surat undangan permintaan secara resmi untuk memberikan sambutan dan membuka acara wisuda akbar oleh Bupati Tasikmalaya dan Wakil Bupati, tapi disayangkan beliau tidak hadir dan tidak ada yang hadir mewakili dan tidak ada komfirmasi,diawal acara kami intens mencari informasi disposisi bupati ke siapa? Ternyata disposisi bupati ke Bagian Kesra. Setelah kami hubungi ke Bagian Kesra pihak kesra mengiyakan disposisi bupati tersebut dan posisi sedang di Bandung sehingga tidak bisa hadir. Kami sayangkan semudah itu dan terkesan menyepelekan acara kami sehingga tidak akan ada konfirmasi apabila tidak saya hubungi ”jelas Ahmad Muslim kecewa!
Padahal,lanjut Ahmad Muslim, pihaknya tidak meminta kucuran anggaran fantastis atau panggung yang megah yang mereka tuntut adalah kehadiran sebuah validasi bahwa pemimpin daerah berdiri disamping anak-anak yang menjaga Al-qur’an.
“Kami hanya ingin Bupati Tasikmalaya, Wakil Bupati Tasikmalaya atau pejabat Pemda Tasikmalaya menatap mata anak-anak ini dan berkata kami bersama kalian.Jika pemerintah terus memilih untuk menutup mata terhadap para penjaga Al-qur’an maka jangan salahkan sejarah jika suatu saat nanti,keberkahan akan menjauh dari bumi Kabupaten Tasikmalaya menyisakan bangunan bangunan megah namun tanpa jiwa.”ungkapnya
Dia menambahkan, ”Harapan kami dengan adanya wisuda ini semoga memberikan keberkahan untuk Kabupaten Tasikmalaya menciptakan generasi muda yang unggul dan bertaqwa.walaupun perhatian dari pemerintahnya sendiri untuk sekedar menghadiri pun tidak ada perhatian,ke depan kami masih berharap ada perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya ,”pungkas Ahmad Muslim SH.(ADE BACHTIAR ALIF)*









Komentar