Oleh : Dian Rahmat Nugraha, SHI,M.Sy (Kepala KUA Purbaratu Kota Tasikmalaya )
DARI Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku . Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyk kasturi.” (HR. Muslim).
Dalam riwayat lain dikatakan
“Allah berfirman : “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku.” (HR.Bukhari)
Dalam riwayat ahmad dikatakan :
“Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Setiap amalan adalah sebagai kafarah/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Ahmad)
Diantara ganjaran berpuasa sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas :
- Pahala yang tak terhingga bagi orang yang berpuasa
- Amalan puasa khusus untuk Allah
- Sebab pahala puasa, seseorang memasuki surga
- Dua kebahagiaan yang diraih orang yang berpuasa yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.
- Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada bau minyak kasturi
- Agar ibadah diterima di sisi Allah, haruslah terpenuhi dua syarat yaitu :
- Ikhlas karena Allah
- Mengikuti tuntunan Nabi Saw (ittiba’)
- Jika salah satu syarat saja yang terpenuhi, maka amalan ibadah menjadi tertolak
Dalil dari dua syarat di atas adalah firman Allah Swt :
… Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”(QS. 18/Al-Kahf:110)
Ibnu Katsir menjelaskan : “Maka hendaklah dia mengerjakan amal yang shaleh,” maksudnya adalah menyesuaikan dengan syariat Allah ( dan mengikuti petunjuk Nabi Saw ). Dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya” maksudnya selalu menharap ridha Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya. Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah Saw.”
Al-Fudail bin Iyadh, tatkala menjelaskan mengenai firman Allah:
…..untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalannya …(QS. 67/Al-Mulk :2), yaitu amalan yang paling ikhlas dan shawab ( sesuai tuntunan Nabi Saw)
Al Fuadil berkata : Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak sesuai dengan ajaran Nabi Saw, maka amalan tersebut tidak akan diterima. Ketika amalan dilakukan mengikuti ajaran Nabi Saw namun tidak iklhas amal itu tidak akan diterima.
Orang yang berpuasa memiliki tiga derajat antara lain:
- Meninggalkan makan, minum serta persetubuhan
- Meninggalkan makan dan minum dan syahwat karena Allah Swt dengan mengharapkan ampunan dan surga dan terhindar dari api neraka
- Meninggalkan makan, minum, syahwat dan menhan hati dari segala yang lain dari Allah untuk mengharap ridho Allah.
Mujizat Sains Dalam Puasa
- Pencegahan dari berbagai penyakit
Allah telah memberitahukan kepada kita bahwa puasa adalah kewajiban yang digariskan kepada kita dan umat sebelum kita. Dengan tujuan agar kita meraih ketaqwaan iman dan melindungi kita dari segala maksiat dan dosa juga beragam penyakit fisik maupun mental (kejiwaan). Allah berfirman dalam surat Al- Baqarah ayat 183 yang berbunyi :
Yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman, Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa .(QS. Al Baqarah:138).
Nabi pun bersabda yang artinya “puasa adalah tameng …” (Hr. Bukhari)
Riset membuktikan bahwa puasa memiliki sejumlah manfaat preventif terhadap beragam penyakit fisik dan mental antara lain:
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga seteril dari beragam penyakit dan anti bodi pun meningkat.
- Melindungi tubuh dari obesitas dengan segala resiko dan bahayanya.
Melalui stabilitas jiwa dan pikiran yang diperoleh dari puasa sebagai konsekwensi logis dari menebalnya atmosfer keimanan dan meningkatnya intensitas peibadatan selama puasa antara lain dengan berdzikir, membaca al-quran , berinfak . menghindari pertengaran dan keributan dan mengontrol nafsu dari hal-hal yang tidak diinginkan ke arah positif.
Puasa melindungi tubuh dari terbentuknya batu – batu ginjal (yang menjadi penyebabkencing baatu dll). Sebab puasa menaikan kadar sodium di dalam darah sehingga ia mencegah pengkristalan garam kalium.
- Puasa mensterilkan tubuh dari bahaya racun yang menggumpal di dalam sel-sel atau jaringan akibat konsumsi makanan yag diawetkan dan olahan pabrik juga konsumsi obat-obatan dan menghirup udara yng terkotaminasi oleh racun.
- Puasa juga bisa meredam gejolak seksul terutama di kalangan pemuda. Sehingga tubuh terhindara dari gangguan mental maupun fisik dan penyimpangan penyimangan prilaku. (****
