Oleh : Dede Farhan Aulawi
Tulisan ini sengaja saya buat dalam rangka menyambut Dirgahayu TNI ke-81 Tahun 2026. Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut merupakan salah satu satuan khusus yang memiliki sejarah panjang dalam pengabdian menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dibentuk pada 31 Maret 1962, Kopaska lahir dari kebutuhan bangsa untuk memiliki kemampuan khusus dalam menghadapi berbagai tantangan operasi di lingkungan maritim.
Kopaska bukan sekadar pasukan yang memiliki kemampuan fisik dan keberanian luar biasa. Di balik sosok prajuritnya terdapat proses pendidikan, latihan, disiplin, ketahanan mental, kemampuan teknis, kerja sama tim, serta loyalitas terhadap tugas dan negara. Lingkungan laut yang penuh tantangan menuntut setiap prajurit mampu bertindak tenang, terukur, dan profesional dalam berbagai situasi.
Semboyan “Tan Hana Wighna Tan Sirna”, yang secara umum dimaknai sebagai tidak ada rintangan yang tidak dapat diatasi, menjadi gambaran semangat pantang menyerah yang melekat pada Kopaska. Namun keberanian seorang prajurit tidak boleh dilepaskan dari disiplin, hukum, etika, dan tanggung jawab moral. Kekuatan harus digunakan untuk kepentingan bangsa dan dalam kerangka tugas yang diberikan negara.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas dan strategis. Laut bukan hanya jalur transportasi dan perdagangan, tetapi juga ruang kehidupan, sumber daya ekonomi, serta bagian penting dari kedaulatan nasional. Karena itu, kemampuan pertahanan dan keamanan maritim memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan karakter ancaman, kemampuan prajurit khusus juga harus terus berkembang. Modernisasi peralatan harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Prajurit masa kini dituntut tidak hanya memiliki ketangguhan fisik, tetapi juga kemampuan berpikir, penguasaan teknologi, adaptasi, ketelitian, serta integritas yang tinggi.
Pada momentum Dirgahayu TNI ke-81 Tahun 2026, keberadaan Kopaska mengingatkan kita bahwa pengabdian kepada negara tidak selalu dilakukan di tempat yang terlihat oleh masyarakat. Banyak tugas dilaksanakan dalam kesunyian, jauh dari sorotan, namun memiliki arti penting bagi keselamatan dan kepentingan bangsa.
Kepada seluruh prajurit Kopaska TNI AL, teruslah menjaga kehormatan satuan, menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta mempertahankan profesionalisme sebagai prajurit penjaga kedaulatan Indonesia.
Dirgahayu TNI ke-81.
Teruslah mengabdi dengan keberanian, profesionalisme, dan integritas.
Jalesveva Jayamahe.
Tan Hana Wighna Tan Sirna.








Komentar