oleh

Kondisi Perdagangan Komoditas Pertanian Terhadap Perkembangan Ekonomi di Indonesia Saat Pandemi Covid-19 Sekarang

Oleh: Mahfirnanda Desy Ayu R. (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Ekonomi Pembangunan UMM)

PERDAGANGAN internasional dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena melalui pasar bebas atau perdagangan internasional pertumbuhan ekonomi suatu negara bisa meningkat. Karena melalui perdagangan internasional seperti ekspor impor barang dapat meningkatkan pendapatan negara dan jika pendapatan meningkat maka pembangunan infrastruktur dalam suatu negara akan cepat selesai. Faktor lain yang dapat membangun hubungan tersebut ialah peningkatan produktivitas. Dimana ketika ada permintaan barang yang tinggi maka secara otomatis akan meningkatkan produksi barang tersebut dan meningkat pula pendapatan ekonomi negara.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya (BI 2020). Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2021 mengalami kontraksi pertumbuhan sebelumnya 0,96% dibandingkan periode sebelumnya. Dimana dilihat dari data BPS yaitu dari segi produksi, lapangan usaha dan jasa pendidikan mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam yakni 13,04%. Sedangkan dari segi pengeluaran, kontraksi terdalam dialami oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yakni 43,35%. Secara spasial struktur ekonomi Indonesia di dominasi oleh Provinsi di Pulau Jawa hingga 58,70%.

Diluar dugaan, ternyata pada sektor pertanian yang memiliki daya dukung yang kuat dan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia. Dimana selama penurunan pertumbuhan ekonomi yang di alami Indonesia saat ini yang masih dalam kondisi pandemi, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan ternyata terus mengalami nilai yang cukup positif. Dimana, terlihat bahwa pada periode triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan hingga sebesar 2,95% jika dibandingkan pada triwulan I-2020 yang mengalami pertumbuhan hanya 0,01% sedangkan pada triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan 2,59%. Hal ini menunjukan bahwa sektor pertanian dapat diandalkan dalam masa pandemi, karena pada dasarnya sektor pertanian merupakan penunjang dasar dari kehidupan manusia, yaitu kebutuhan makan.

Hal serupa dapat dilihat pada peran pertanian pada distribusi PDB menurut lapangan usaha. Dimana, pada masa pandemi selain pertumbuhan pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang pertumbuhan yang positif dan juga memiliki nilai presentase yang cukup besar dalam PDB Indonesia. Pada triwulan I-2020 dan triwulan IV-2020 memiliki kedudukan ke-3 terbesar, sedangkan pada triwulan I-2021 naik menjadi peringkat 2 presentase tersbesar dalam distribusi PDB berdasarkan lapangan usaha.

Pada komoditas bawang merah, cabai rawit, dan telur ayam ras neraca tidak surplus terlalu jauh sehingga tingkat ketersediaan dan kebutuhan diperkirakan akan relatif seimbang. Komoditas yang memiliki harga relatif stabil yaitu beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam. Sedangkan pada komoditas yang merupakan perbumbuan seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit memiliki harga yang sangat berfluktuatif. Hal ini disebabkan karena sektor transportasi dan pergudangan yang terganggu. (***

Komentar