oleh

Kopi Sebuah Kata Sandi

Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung dan Tokoh Budaya Sunda)

KOPI bukan hanya sekedar bahan minuman , hampir setiap orang menyukai kopi. Bermacam merek dagang, tetap saja barangnya kopi. Jenis kopi , ada Araboca (Arabika) dan ada Robusta. Kemasan, boleh saling mengungguli dalam estika, untuk menumbuhkan daya tarik pembeli, peminat.

Kopi menjadi media, setiap ada kumpulan orang,  masyarakat, sudah dipastikan ada hidangan air kopi. Kumpulan para pemuda, mahasiswa, pedagang, pengusaha, pejabat , bahkan pada acara-acara perhilatan selalu disediakan beragam hidangan kopi sesuai selera dan kebiasaan.Para politisi, aktivis , penggiat seni , mereka bisa berjam-jam, bahkan begadang, dimana kopi tetap tersedia.

Bung Karno  ketika berbicara demokrasi dalam pertemuan terbatas , beliau meminta dihidangkan secangkir kopi pahit. Apa hubungannya kopi dan demokrasi. Cak Nun ( Emha Ainun Najib), dalam karya sastranya menulis , secangkir kopi pahit untuk “perubahan”.

Kopi ternyata bukan sekedar minuman tambahan, bahkan menjadi minuman utama bagi para pemikir dan aktivis. Kopi ternyata menjadi sebuah idiom kata SANDI atau simbolik, pada pranata sosial, efektifitas dan efisiensi pengelolaan manajemen kebijakan publik atau kebijakan politik.

Secangkir KOPI Pertama.

Sekumpulan orang, individu, ketika mereka ingin mencapai tujuan bersama. Untuk tahap pertama mereka melakukan Komunikasi, tukar gagasan dan informasi, setelah komunikasi yang intensif, agar komunikasi efektif baru membentuk , membuat organisasi. organisasi akan berjalan dengan baik, on the track, harus ada kesepakatan, bentuk atau perilaku (budaya). apakah budaya sosial, budaya bisnis, budaya teknologi, budaya militer, budaya keagamaan, budaya pendidikan, budaya politik, budaya tani, budaya buruh, dsb.

Selanjutnya, setelah komunikasi, organisasi , dan perilaku (budaya) mendapatkan persetujuan, baru membuat program kerja. program kerja dapat terlaksana dengan efektif dan efisien, dapat dilihat pada tataran implementasi. bisa atau tidaknya dilaksanakan, apakah pada tahap implementasi tidak ada human eror, bila perlu zero eror, baru program berjalan lancar.prasyarat utama, lembaga, institusi, badan , agar mencapai tujuan , harus memenuhi empat syarat:

  • Komunikasi
  • Organisasi
  • Perilaku
  • Implementasi

Secangkir KOPI kedua.

Satu organisasi akan berjalan dengan lancar, bila masing-masing divisi, departemen, unit, dan teknisi, melakukan Koordinasi dengan baik sesuai SOP.Pada satu Holding Company, Industri besar, Militer , Rumah Sakit, sebelum.melangkah, untuk tindakan pemasaran,  pabrikasi, pertahanan dan penyerangan , serta melaksanakan Operasi, setelah melakukan Koordinasi sesuai SOP.

Pada Operasi besar, pasar, persaingan, memenangkan pertempuran, penyelamatan jiwa manusia, Operasi harus melibat banyak fihak yg berkepentingan, oleh karena hal tersebut diperlukan Partisipasi dari berbagai fihak dan elemen masyarakat pengguna atau pemakai. Partisipasi yg optimal , maka Holding, Industri  , Militer, RS itulah yg ingin dicapai, sebagai percepatan dan tepat sasaran, namun bila terjadi hambatan yg tidak dikehendaki, harus dilakukan Intervensi oleh Top Manajemen , Komando, dan Penanggungjawab.

Setelah prasyarat KOPI yg pertama terpenuhi , selanjutnya Organisasi sesuai Budayanya , akan mencapai sukses bila memenuhi KOPI yg kedua , dimana syaratnya ada empat :

  • Koordinasi
  • Operasi
  • Partisipasi
  • Intervensi

Secangkir KOPI ketiga.

Pada industri , jaminan mutu ditentukan oleh dua hal: mutu produk dan mutu layanan. Pada birokrasi, jaminan mutu ditentukan oleh dua hal: mutu layanan dan mutu program. Pada pendidikan  , jaminan mutu lembaga pendidikan dinilai oleh dua

hal: Mutu pembelajaran dan mutu lulusan. Pada militer , jaminan mutu ditentukan oleh dua hal: mutu pertahanan dan mutu profesionalitas. Untuk menjamin mutu, organisasi melakukan monitoring evaluasi, yg dapat diukur dan terukur, dengan kata lain Kinerja.

Apakah mutu produk, mutu layanan, mutu pembelaharan, mutu lulusan, mutu pertahanan dan  profesionalitas, terukur kinerjanya secara Optimal. Bila belum optimal , diperlukan Penetrasi, hal inibdilakukan agar sesuai SOP. dan sesuai Intruksi pada pelaksanaan dilaoangan, untuk meminimalisasi kesalahan, kekurangan, dan ketidak tepatan dari sisi waktu, Qualitas, dan Quwantitas. Sebagai prasyarat, agar bisa cepat, tepat , dan memberi manfaat , harus dipenuhi ke empat hal:

  • Kinerja
  • Optimalisasi
  • Penetrasi
  • Intruksi

Secangkir KOPI yang keempat.

Bila organisasi semakin besar , departemen, divisi, bidang, anak organisasi, mitra organisasi , maka diperlukan manajemen Kolaborasi , agar terpenuhi, terlajsana seluruh progran yg telah direncanakan dan agar tidak terjadi stagnasi. Efisiensi dan efektifitas budaya organisasi  saling suport , dalam hal ini tdk ada alasan suka dan tdk sukaa.

Disebabkan oeganisasi semakin besar, man power, material, teknologi dusesuaikan dengan kebutuhan tiap deoartemen, divisi , badan, maka top manajemen, meberikan dan membuka peluang dalam pengambilan keputusan, adanya Otorisasi pada tiap -tiap Departemen, Divisi , dan Badan. Otorisasi diberikan agar keputusan danbtindakan dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat.

Dalam meningkatkan kinerja, top manajemen melakukan Persuasi kesetiap lini organisasi , dalam meningkatkan kinerja dikenal dengan stresing manajemen, maka kinerja makin meningkat dan menghindar human eror hingga tercapai zero eror.

Perencanaan, Pelaksanaan , Program yg dilakukan oleh setiap lini organisasi dan  sesuai  tujuan akhir, diperlukan Integrasi pada saat akan didistribusi. Prasyarat Budaya organisasi akan tercapai, dengan terpenuhi keempa hal:

  • Kolaborasi
  • Otorisasi
  • Persuasi
  • Integrasi

Silahkan KOPI agar tidak mengecewakan publik, public services, terpenuhi.

Cag!@Absh Yusuf-Doct//Kabuyutan

22 Jumadil Awal 1447 H – 15 November 2025 M