oleh

Mustika Lawas “Semar Badranaya” Lewat Pemberian Haji Abdul Iman Cakrabuana (Mbah Kuwu) dengan Wasilah Pengasihan Diri

Oleh: Mbah Bayu Al Yatimi (Pimpinan Majelis Nur Muhammad Tarjamatul Ilmi Cirebon)

Bagi kalangan spiritual, nama Semar Badranaya  tentu tidak asing lagi di telinga. Tokoh sakti mandraguna, dedengkotnya para Dewa Awangga.

Bercerita tentang mustika yang satu ini kami sebut kisah lama atau mustika Lawas. Sebab piranti ini didapatnya sebelum saya mencintai dunia tirakat atau menjadi seorang spiritualis.Mustika ini saya sebut masih murni, karena pada saat itu, usiaku masih belia dan lagi cinta cintanya kepada Allah (zadab).

 Agar tidak penasaran, monggo ikuti alur dari perjalanan mustika Badranaya, pemberian Haji Abd. Iman Cakra Buana (Mbah Kuwu Cirebon).

Pada usia 16 tahun, saya masuk ke dunia Thoreqoth Naqsabandy Qodriyyah, lewat talaqqo Syeikh Hakim Allasemy, dan di tahun yang sama, Ki Farikhin Lumpur, membeatku dengan Thoreqoth Akbariyyah (Attijany).

Dalam masa perjalanan ini hidupku tidak menentu, semakin hari kecintaanku kepada Al Haq (Allah SWT) kian bertambah hingga suatu malam badanku bergejolak dan darahku mendidih penuh dengan asma’ Ilahiyyah (hanya cinta kepada Allah semata) atau secara bahasa Tauhid, mengalami prosesi zadab.

Pada saat itu, segala hal yang belum pernah kita rasakan dalam hal bathiniyyah, terjadi dan menggeluti hidupku, dari masalah pemahaman sirrul asma’ sampai pertemuan dengan para ahlulloh sangat nyata secara fisik.

Sampai akhirnya saya terbawa ke alam Wijaya Kusuma, atau alam Azraknya Mbah Kuwu Cakra Buana, yang disebut alam Masyrik (alam ke 4).

Mungkin saat itu hatiku lagi tertuju kepada Allah, sehingga segala hal pemberian dari siapapun, tidak menjadikanku senang, bahkan terasa mengganggu.

Baru 4 bulan setelah itu, dimana kefanaanku berangsur normal (salik). Saya baru teringat akan pemberian beberapa hadiah dari bangsa Auliya Kamil, salah satunya dari Haji Abdul Iman Mbah Kuwu Cakra Buana.

Mustika ini memiliki sanad muttasil sampai ke Semar Badranaya.

Mbah Kuwu Cakra Buana (Walangsungsang) bin Prabu Siliwangi bin Prabu Munding Kawati bin Prabu Susuk Tunggal bin Prabu Lingga Wastu bin Prabu Lingga Wesi bin Prabu Lingga Meong bin Prabu Galuh Ciung Wanara  bin Prabu Lalijan Padjajaran bin Prabu Rowis Rengga Jenggolo bin Prabu Tebo bin Prabu Lembu Amiluhur bin Prabu Gentayu Jenggolo bin Prabu Gandi Hawan Kahuripan bin Prabu Mapungpung bin prabu Selo Jalu bin Prabu Angling Dria bin Prabu Pancadria bin Prabu Citrasuma bin Prabu Suma Wijitra bin Prabu Genderayana bin Prabu Jaya Amijaya bin Prabu Jayadarma bin Prabu Hudayana bin Prabu Parikesit bin Prabu Ongkawijaya bin Prabu Arjuna bin Prabu Pandu Dewanata Astina bin Prabu Habiyasa bin Prabu Pulosoro bin  Prabu Sahri bin Prabu Sekutrem bin Prabu Sutopo bin Prabu Manuwasa bin Prabu Marigena bin Prabu Yangtrustili bin Prabu Srikati bin Prabu Batara Wishnu bin Prabu Batara Guru bin Prabu Sanghyang Tunggal bin Prabu Sanghyang Tengil bin Prabu Sanghyang Wenang bin Prabu Sanghyang Nurasa bin Prabu Semar Badranaya.

Adapun amalan mustika ini;..

Bismillahirrohmanirrohiim. Asyhadullohu Laailaha illallah. Wa-asyhadu anna Adama Nabiyulloh. Ya insun si Semar Badranaya Sanghyang pendito Dewa. Ucape sang saka kresna. Jatidiri kula mungklang mangkling lang lang buana. Paku bumi paku langit. Wes ce-ep ing diri kaula. Saking gusti kang maha kuasa. Rep sirep. Rep rasa. Rep mantep sa’wujude manungsa.

Asyhadu anlaa ilaha Illallah. Wa asyhadu anna Muhammadan Rosululloh.

Lahaula wala quwwata illa billahil aliyyil adziim. (Dibaca 7X sebelum tidur malam)

Bagi yang berminat dengan mustika ini bisa japri/wa. 081280320803

Jika ingin berkonsultasi seputar spiritual dan supranatural terutama masalah media “Rajah” yang dibikin Mbah Bayu Al Yatimi bisa menghubungi nomor kontak WA: 081280320803 maupun bisa berkunjung langsung ke Basecamp “MAJELIS NUR MUHAMMAD TARJAMATUL ILMI”  Jln. Syeikh Bayanillah/Kaliandul Rt. 12/01 Weru Cirebon. atau bisa klik Google Map “Dimdim Cafe & Resto” dan Jln Raya Pondok Gede Gang Veteran Rt01/07 No 73 Lubang Buaya Cipayung Jakarta****

Komentar