oleh

Nusa Indah Buka Toko Buku di Larantuka

* Pater Hendrik: Nusa Indah Bale Nagi

Kesulitan dan minim akses untuk mendapatkan buku-buku bacaan pengetahuan umum, buku pelajaran sekolah yang berkualitas dan berbagai perlengkapan rohani di wilayah Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Kabupaten Lembata umumnya sudah sedikit bisa terjawab. Penerbit Nusa Indah, berkantor pusat di Ende, Kabupaten Ende secara resmi membuka di toko buku di Kota Larantuka. Pembukaan Toko Buku Nusa Indah ini dilakukan Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon ditandai dengan penekanan tombol pembukaan selubung papan nama toko buku, Senin (1/4).

Hadir saat pembukaan secara resmi Toko Buku Nusa Indah Larantuka, Ketua DPRD Flotim, Yoseph Sani Bethan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Flotim, Bernadus Herin, Kepala Dinas Sosial Flotim, Theodorus Kapitan Maran, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Flotim, Remigius Lewar, Kasat Pol PP, Donatus Weran, Camat Larantuka, Yoseph Tua Dollu, Lurah Pukentobi Wangibao, Sintus Labina, Deken Larantuka Keuskupan Larantuka RD Bernadus Bala Kerans, Pr, Pengelola Depot Kebang Tonu Wujo, Romo Yancen Raring, Pr, para rohaniawan, pengelola Taman Baca Masyarakat dan para pengiat literasi di Flotim.

Toko Buku Nusa Indah Larantuka berlokasi di Ruko Depot Kebang Tonu Wujo milik Keuskupan Larantuka, di Lebao, Kelurahan Puketobi Wangibao, Kecamatan Larantuka. di Toko Buku Nusa Indah Larantuka, selain buku-buku bacaan pengetahuan umum, juga tersedia berbagai perlengkapan rohani. Pembukaan di Kota Larantuka, Kabupaten Flotim ini sekaligus merayakan usia yang 49 tahun berdirinya Toko Buku Nusa Indah.

Direktur Penerbit dan Toko Buku Nusa Indah, Pater Hendrik Kerans, SVD dalam sekapur sirih yang dia diberi judul “Nusa Indah Bale Nagi”, mengatakan Nusa Indah sesungguhnya sudah berada di Larantuka, Kabupaten Flotim hingga tahun 2006. Namun karena berbagai hal, Nusa Indah kembali ke Ende, Kabupaten Ende untuk membangun kekuatan lebih lagi. Nusa Indah yang kini tengah memasuki usia ke 50 tahun ini dan kembali dengan tenaga yang lebih kuat. Nusa Indah kembali lebih menggarami literasi maupun iman di Nagi Tana, Larantuka.

“Sekapur sirih ini, saya beri judul kecil ‘Nusa Indah Bale Nagi’. Di tengah memasuki usia ke 50 tahun, Nusa Indah kembali dengan tenaga lebih kuat. Nusa Indah kembali lebih untuk menggarami literasi maupun iman di Nagi Tana, Larantuka. Dengan misi membangkitkan literasi, Nusa Indah hadir kembali di Larantuka. Kami ada dua kegiatan usaha, Penerbit dan Toko Buku,” katanya.

Pater Hendrik mengatakan Penerbit dan Toko Buku Nusa Indah berada dalam satu perkumpulan, yakni Perkumpulan Penerbit Katolik Indonesia dimana didalamnya termasuk bersama Penerbit Obor dan Penerbit Kanisius. Tatanan dan penataan toko buku Nusa Indah dan toko buku dalam perkumpulan ini tentu berbeda dengan toko buku lainnya. Penataan Toko Buku Nusa Indah tidak hanya buku-buku, tetapi juga perlengkapan rohani. Nusa Indah mengembangkan nalar intelektual dan nalar rohani.

“Terima kasih pada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon dan masyarakat Flotim yang memberi ruang kepada Nusa Indah untuk bisa hadir kembali dan bisa mengembangkan literasi. Bersama-sama kita membangun Kabupaten Flotim. Misi kita sama. Nusa Indah Bale Nagi juga kata lainnya: Nusa Indah Akan Gairahkan Ilmu dan Nusa Indah Akan Gairahkan Iman,” katanya.

Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon dalam sambutan sebelum secara resmi membuka beroperasinya Toko Buku Nusa Indah di Larantuka, Kabupaten Flotim, mengatakan Nusa Indah bukan masa lalu, tetapi suatu saat yang lalu, Nusa Indah sangat dikenal luar bisa. Nusa Indah terkenal bukan saja, NTT dan Flores tetapi juga Indonesia. Buku-buku rohani yang diterbitkan oleh Nusa Indah dan beredar masih tersimpan dan ditemukan sampai saat ini.

Toko Buku Nusa Indah, katanya, hadir kembali di Nagi, Larantuka sangat disambut sangat baik karena untuk perkembangan dan pertumbuhan Kabupaten Flotim. Dia mengharapkan agar Nusa Indah datang dan teruslah menetap di Kabupaten Flotim. Di Flotim saat ini, literasi bertumbuh dan berkembang luar biasa. Ada gerakan-gerakan yang terus dibangun oleh orang muda. Mereka turun ke pelosok desa-desa dan sekolah-sekolah untuk mengerakan dan menggairahkan literasi membaca dan menulis di semua tingkatan pendidikan.

“Kabupaten Flotim sangat membutuhkan literasi. Nusa Indah datang dan teruslah menetap di Kabupaten Flotim. Banyak cerita rakyat yang belum dibukukan secara baik. Sesuatu yang dibukukan itu jauh lebih kuat dari bercerita saja. Tentu Nusa Indah akan berperan soal ini. Kami sangat menyambut baik dan mendukung kehadiran Nusa Indah. Bersama kami, membangun Kabupaten Flotim,” katanya.

Ketua DPRD Flotim, Yoseph Sani Bethan pada kesempatan itu, menyampaikan proficiat dan selamat merayakan Hari Ulang Tahun ke 49 Nusa Indah. Kehadiran Toko Buku Nusa Indah menggairah ilmu pengetahuan ilmu dan iman tentu sangat disambut baik oleh Pemda Flotim dan masyarakat. Dia mengakui peran penting kehadiran dan misi Nusa Indah menggairahkan dan menumbuhkan literasi. Literasi demi pengembangan dan pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Flotim.

Usai penekanan tombol pembukaan selubung papan nama, Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon dan Ketua DPRD Flotim Yoseph Sani Bethan serta undangan lainnya berkenan masuk dan membeli sejumlah buku-buku bacaan, baik bacaan umum maupun rohani yang tersedia didalam Toko Buku Nusa Indah Larantuka. Selain itu, manajemen Toko Buku Nusa Indah, pada kesempatan itu, juga menyediahkan berbagai doorpice dengan hadiah-hadiah menarik yang dibawa pulang undangan yang hadir. * (   Yuven Fernandez)

 

 

 

 

 

 

Komentar