oleh

Pasopati Cakra Nusantara Akan Menggelar Acara “Penganugerahan dan Serah Terima Tongkat Mustika Panuntun 2025” di Taman Budaya GARUDA MANDALA NUSANTARA  Kabupaten  Mojokerto

Mojokerto,LINTAS PENA—Pada hari Sabtu dan Minggu 24-25 Mei 2025, Padepokan Pasopati Cakra Nusantara dibawah naungan Yayasan Pasopati Cakra Nusantara pimpinan Kanjeng Pangeran Arya Senopati Ki Bagus Empu Batu akan menyelenggarakan acara spektakuler “DUTA BUDAYA & SPIRITUAL NUSANTARA” dengan agenda “Penganugerahan dan Serah Terima Tongkat Mustika Panuntun” (MUSTIKA SEKAR TERAI) kepada para  tokoh dan pelaku spiritualis se Nusantara terutama Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kalteng, Riau, NTB, Sulawesi, dan Malaysia.

            “Acara ini akan berlangsung di Taman Budaya GARUDA MANDALA NUSANTARA  Mojokerto – Jawa Timur yang akan dihadiri puluhan penerima penganugerahan Duta Spiritual Nusantara dan penerima Tongkat Mustika Panuntun ( Mustika Sekar Teratai ) yang berasal dari kalangan tokoh di berbagai bidang dan kemampuan disiplin ilmu. Para penerima anugerah itu merupakan hasil seleksi ketat selama satu tahun yang berasal dari berbagai kota seluruh pelosok Indonesia,”ujar Kanjeng Pangeran Arya Senopati (KPAS) Ki Bagus Empu Batu kepada LINTAS PENA MEDIA.

            KPAS Ki Bagus Empu Batu menjelaskan digelarnya acara   “DUTA BUDAYA DAN SPIRITUAL NUSANTARA” dengan agenda  Penganugerahan dan Serah Terima Tongkat Mustika Panuntun mengapresiasi sekali memberikan sebuah penghargaan kepada para  tokoh seni budaya dan pelaku spiritualis se Nusantara, yang selama ini dinilai sangat peduli terutama kelestarian seni budaya Nusantara

Pada acara penganugerahan tersebut, Pasopati Cakra Nusantara akan memberikan fasilitas ekskusif berupa 1) Tongkat Mustika Panuntun ( Tauladan ) Mustika Sekar Teratai; 2). Piagam Penghargaan Istimewa yang ditandatangani jendral bintang 2 Marsda TNI. Ir. Tri Bowo S. M.M M.Tr. ( Han ) dan Ketua Umum Yayasan Pasopati Cakra Nusantara; 3). Riwayat diri akan diterbitkan di buku ” Inspirasi Perjalanan Spiritual Menuju Jati Diri ” ; 4). PIN Khusus Spiritual; dan 5). Vandel

Menurutnya, penghargaan Award Pasopati Cakra Nusantara bisa menjadi tolak ukur kebersamaan, kebhinekaan dalam menjaga budaya, serta melestarikan nilai-nilai adi luhung bangsa, sehingga menjadi negara yang budi pekerti.“Menjaga negara, kita harus menjadi seorang tentara.  Menjaga negara, kita tidak harus menjadi TNI-Polri,  menjaga negara adalah menjadi diri kita untuk menjaga budaya. Inilah peran kita sebagai masyarakat maupun seorang warga negara,” tutur Ki Bagus Mpu Batu, yang juga pendiri Komunitas Indigo dan Telepati Surabaya (KITS) Jawa Timur ini.

Ki Bagus Empu Batu mengatakan , siapapun berhak untuk memberikan apresiasi terhadap budaya. Jangan sampai budaya hanya dijadikan branding saja, tapi fakta di lapangan tidak seperti itu.“Harapan kami, suara kami dari penggiat budaya supaya didengar oleh pemerintah dari bawah sampai atas. Kami minta rekan-rekan penggiat budaya jangan takut tergerus, kita harus tetap bersemangat untuk selalu melestarikan budaya. Adanya wadah Pasopati Cakra Nusantara ini, bisa menjadi penggandeng atau jembatan dalam melestarikan budaya Nusantara,” paparnya.

KPAS Ki Bagus Empu Batu menjelaskan maksud dan tujuan pemberian penghargaan dari Yayasan Pasopati Cakra Nusantara sebagai  Pusat Penganugerahan Penghargaan Budaya, Religi Dan Pengembangan Khultur Budaya kepada para para  tokoh seni budaya dan pelaku spiritualis se Nusantara tersebut. “Adapun maksud dilaksanakan Duta Budaya dan Spiritual Nusantara ini adalah sebagai wujud memberi dedikasi tinggi kepada para pelaku, penggiat dan praktisi yang selama ini perperan aktif terhadap pemajuan atau kebudayaan di indonesia sekaligus menjadi perwakilan / duta menghantar/penghubung antara pelaku, penggiat dan praktisi budaya kepada pemerintah, instansi atau pihak pihak terkait demi kemajuan kebudayaan yang selama ini ada dan perlu terus dikembangkan.”katanya

Sedangkan tujuannya menurut KPAS Ki Bagus Empu Batu, antara lain sebagai berikut:

  1. Menjunjung Tinggi Marwa Budaya Nusantara
  2. Menjunjung Tinggi Jati Diri para Pelaku, Penggiat, Praktisi dan Budayawan selama ini berkiprah nyata dalam pemajuan kebudayaan
  3. Memberi Apresiasi tinggi atas dedikasi dan kompetensi berperan aktif dalam melestarikan, menjaga serta merawat budaya Nusantara
  4. Menjadikan para pelaku, penggiat, praktisi dan budayawan sebagai Tokoh yang berperan penting untuk menjadi tauladan di Masyarakat
  5. Memberi legalitas jati diri dan porsion sebagai Duta untuk mampu memberi edukasi, Pencerahan dan pemahaman tenang Budi Pakerti lewat Tradisi dan budaya.
  6. Ikut serta membantu Program Pemerintah dalam pemajuan kebudayaan lewat mekanisme Sistem atminitrasi dan data aktif para pelaku dan penggiat budaya sehingga program pemerintah yang selama ini belum tersentuh sepenuhnya menjadi terjangkau dan merata nantinya.
  7. Menambah sinergisitas dan kerja sama positif antar lembaga dan pelaku, penggiat serta praktisi dalam bersama sama mengembangkan budaya nusantara.

“Dengan adanya pemberian atau Penganugerahan Penghargaan Duta Spiritual Nusantara, semoga  bermanfaat dan tetap mempertahankan budaya bangsa agar tetap langgeng, serta inspirasi Masyarakat,”pungkasnya. (REDI MULYADI)****

Komentar