Palembayan, Agam,LINTAS PENA— Kegiatan healing anak-anak terdampak bencana berupa melipat kertas (origami) dan lomba menyanyi lagu anak “Pelangi di Posko Kita” dilaksanakan pada [hari jumat, tanggal 26 des], bertempat di Posko Bencana ISI Padangpanjang, Salareh Aia Timur, kec palembayan, kab Agam
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar [50] anak, yang berasal dari lingkungan sekitar lokasi terdampak bencana di Salareh Aia Timur. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari bernyanyi bersama hingga menampilkan hasil lipatan kertas berwarna-warni oleh Desra Imelda, S. Pd, M. Sn
Hadir dalam kegiatan tersebut tim pengabdian ISI Padangpanjang, para relawan posko, serta orang tua dan warga sekitar yang turut mendampingi anak-anak. Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Pengabdian ISI Padangpanjang, Dr. Sastra Munafri, S.Sn., M.Sn.
Menurut Dr. Sastra Munafri, S.Sn., M.Sn., kegiatan ini dirancang sebagai bentuk dukungan psikososial berbasis seni bagi anak-anak pascabencana.“Anak-anak merupakan kelompok paling rentan secara psikologis saat terjadi bencana. Melalui kegiatan sederhana seperti bernyanyi dan melipat kertas, kami ingin menghadirkan ruang aman, mengurangi rasa takut, serta membantu proses pemulihan emosional anak-anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk:
- Memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak di lingkungan posko
- Mengurangi stres dan trauma akibat bencana
- Menumbuhkan kembali keceriaan, kepercayaan diri, dan semangat kebersamaan
- Menyisipkan edukasi kebencanaan secara ringan melalui lagu dan permainan
Selain bernilai hiburan, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak tentang kerja sama, saling menghargai, dan mengekspresikan perasaan secara positif. Lagu “Pelangi di Posko Kita” dipilih karena liriknya sederhana dan sarat pesan harapan, sementara origami melatih motorik halus dan kreativitas anak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat ISI Padangpanjang yang didukung oleh pendanaan DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2025.
Melalui kegiatan healing ini, tim pengabdian berharap anak-anak dapat kembali tersenyum dan tumbuh lebih tangguh menghadapi situasi sulit.“Harapan kami, anak-anak tidak hanya pulih secara emosional, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kuat, ceria, dan mampu bangkit bersama lingkungannya setelah bencana,” tutup Dr. Sastra Munafri, S.Sn., M.Sn. (ADE BACHTIAR ALIEF)***








Komentar