
TASIKMALAYA—-Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya dan Universitas Mayasari Bakti (UMB) berkolaborasi dalam program pengabdian kepada masyarakat skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Program PDB Unper dan UMB dilaksanakan di Desa Sukanagalih Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Program PDB tersebut berjudul “Penerapan Teknologi Produksi Berbasis Smart Integrated Farming di Desa Sukanagalih untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi”. Program ini merupakan hibah program pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2025. Kegiatan PDB diselenggarakan oleh 3 orang dosen dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya sebagai tim pelaksana yaitu Dr. Ir. Andri Kusmayadi, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., Ghaling Achmad Abdul Ghonisyah, S.E., M.M., CMA., dan Yusuf Sumaryana, S.T., M.Kom. Adapun dosen Universitas Mayasari Bakti yang terlibat yaitu Yanti, S.Si., M.Si. Dalam teknis pelaksanaannya, keempat dosen tersebut dibantu oleh 4 orang mahasiswa yaitu Yudha Airlangga, Rafli Nurmansyah, Nabit Sidiq Amarullah, dan Indra Setiawan. Keempat dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan PDB terdiri atas berbagai disiplin ilmu yaitu Peternakan, Manajemen, Teknik Informatika, dan Teknik Mekatronika.
“Program PDB ini berfokus pada penyelesaian masalah di bidang ketahanan pangan dan ekonomi di Desa Sukanagalih dengan memberdayakan 2 mitra sasaran yaitu Kelompok Megar Bebek Cihateup dan Bumdes Berdikari. Kelompok Megar Bebek Cihateup merupakan mitra sasaran pertama yang berfokus pada bidang ketahanan pangan dan sebagai mitra yang produktif secara ekonomi, serta Bumdes Berdikari sebagai mitra sasaran kedua yang memiliki kefokusan di bidang ekonomi dan produktif secara ekonomi.” Kata ketua tim PDB, Dr. Ir. Andri Kusmayadi, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.
Berbagai program kegiatan pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan. Salah satu program pemberdayaan yang telah dilaksanakan adalah pengolahan telur asin herbal. Telur asin herbal diolah dari bahan baku telur itik Cihateup yang dihasilkan oleh anggota Kelompok Megar Bebek Cihateup. Sementara itu, proses produksi pengolahan telur asin herbal diolah oleh anggota Bumdes Berdikari sebagai salah satu produk tambahan Bumdes disamping produk lainnya. Tim pemberdayaan desa binaan Unper dan UMB telah menyelenggarakan berbagai kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam pengolahan, pengemasan, sampai dengan pemasaran produk telur asin herbal.
“Luaran dari kegiatan pemberdayaan desa binaan ini yaitu dihasilkannya produk telur asin herbal sebagai produk unggulan Desa Sukanagalih. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, aksesibilitas, dan pendapatan kedua mitra sasaran. Oleh karena itu, produksi telur asin herbal di Desa Sukanagalih diharapkan dapat dijalankan secara berkesinambungan sehingga menjadi produk unggulan desa dan menjadi produk kewirausahaan baru di Desa Sukanagalih”. Tambah ketua tim, Dr. Ir. Andri Kusmayadi, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.(***















Komentar