oleh

Perang Kabbalah Muawiyyah dan Muhammaden Fatimiyyah di Tanah Leluhur Napoleon

Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Tokoh Budaya Jawa Barat dan Sesepuh Kabuyutan Geger Kalong Bandung)*

KERAJAAN Sisilia dan Kerajaan Napoli di Italia selatan, adalah tanah leluhur ayah dan ibunya Napoleon Bonaparte. Wilayah kedaulatan kekaisaran Bizantium Romawi yg direbut oleh kelompok Kabbalah Mizrahi dan Kabbalah Sefardi bersama wangsa Muawiyyah. Wilayah ini dijadikan Kerajaan Kordoba Andalusia di Spanyol, dari tahun 929-1031 Masehi.

Emirat Kordoba berubah namanya jadi Khalifah Bani Umayyah Baru oleh Emir Abdurrahman III pada tgl 16 Januari 931-961 Masehi. Istilah Khalifah Bani Umayyah, sebelumnya sdh terhapus dari peta sejarah dunia, 150 tahun sebelumnya. Digantikan oleh kelompok Khalifah Bani Abasiyah. Kelompok Dinasti Umayyah Baru Kordoba, mulai hancur tahun 1010 Masehi.

Ketika semua kelompok pemimpin2 Kabbalah Muawiyyah ikut berkuasa sejak tahun 931-1031 Masehi, Khalifah terakhirnya Hisyam III, mengundurkan diri dan mwnghapus sistem Khalifah jadi Taifa. Atau koloni2 kerajaan kecil yg Emirnya ditunjuk oleh Dewan Kabbalah Muawiyyah Muluk Al Thawaif yg membayar upeti kepada kerajaan Kristen Yahudi Kastilia dan Leon.

Menariknya adalah istilah Dewan Kabbalah Muawiyyah Muluk Al Thawaif ini didirikan di Yaman oleh kelompok Kabbalah Sedardi dan Kabbalah Mizrahi. Dewan suku2 Yahudi Arab ini mengumpulkan dana perang mendukung kepemimpinan wangsa Quraysi Umayyah melawan wangsa Quraysi Hasyimiyyun dan wangsa Quaraysi Muthalib, yg mendukung kelompok Muhammaden generasi pertama.

Dana perang sumbangan dari Dewan Kabbalah Muawiyyah Muluk Al Thawaif dihimpun dari tahun 657 Masehi. Seluruh donaturnya adalah dari semua wangsa Yahudi Sefardi dan Yahudi Mizrahi di seluruh wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, Afrika Timur, Israel, Eropa Timur, Eropa Barat dan Kaukasia. Dana pertama yg digunakan adalah utk perang Shiffin melawan pemimpin kelompok Muhammaden generasi pertama, yang dipimpin oleh sosok panglima perang terhebat diera Nabi Muhammad.

 Pertempuran dua hari dari tgl 26-28 Juli tahun 657 Masehi ditepi kanan sungai Efrat di kota Bizzantium kuno, Raqqah di Suriah, 120 ribu pasukan Kabbalah Muawiyyah bergabung dibawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sofyan, Amr bin Ash dan Aisyah bin Abu Bakar. Jumlah yang tewas terbunuh  40 ribu orang. Sedangkan 80 ribu pasukan Muhammaden dipimpin oleh Ali Bin Abu Thalib, Hasan bin Ali dan Husein bin Ali. Korban yang tewas 25 ribu orang….Cag!@ Abah Yusuf//Doct-Kabuyutan

Komentar