Oleh: Ustadz “LINTAS PENA” Ade Bachtiar Alief
Yaa Sayyidi Yaa Rasulullah adalah bacaan sholawat yang sering dilantunkan dalam qasidah. Bacaan Ya sayyidi ya rasulullah menjadi sebuah pengingat kepada Allah dan Rasulullah. Berikut ini kita akan menyimak lirik keseluruhan dan artinya.
Qasidah sendiri adalah sebuah amalan yang dilakukan umat Muslim untuk mengingat Rasulullah dan Allah Yang Maha Kuasa melalui lantunan syair puji-pujian yang dinyanyikan dengan nada-nada yang syahdu. Qasidah sangat terkenal di Indonesia. Pada acara keagamaan sering ditampilkan qasidah dengan iringan rebana. Salah satu kelompok penampil terkenal di Indonesia adalah Nasida Ria yang dibentuk pada tahun 1975.
Yaa Sayyidi Yaa Rasulullah adalah salah satu lirik qasidah yang terkenal dan pernah dibawakan oleh Haddad Alwi dan Sulis. Anda dapat mendengarkannya lewat platform
Yaa Sayyidi Ya Rasulullah itu Sholawat Apa?
Sholawat Yaa Sayyidi Yaa Rasulullah memiliki penyebutan yang cukup beragam, ada yang mengenalinya sebagai sholawat Adrikni, Adrikiyah, Qod Doqot, Khitab serta Idrok. Penyebutannya memang terkadang berbeda, namun isi sholawatnya sama aja.
Sholawat Adrikni adalah sholawat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada seorang mufti, yaitu Syech Hamid Affandi Al-Imadi. Beliau diajarkan sholawat tersebut melalui mimpi yang berjumpa dengan Nabi Muhammad.
Pada mimpi tersebut dikisahkan bahwa Nabi Muhammad bersabda,”Siapa saja yang membaca sholawat adrikni, Allah akan senantiasa memberikan segala kemudahan. Sebuah keutamaan dan fadilah yang luar biasa bagi siapa saja yang mengamalkan sholawat adrikni ini.
Bacaan sholawat Adrikni latin:
Asholaatu Wassalaamu ’Alaika
Yaa Sayyidii Yaa Rosulullaah
Khudz Biyadii Qollat Hiilatii Adriknii
Yang artinya: Rahmat dan keselamatan semoga tetap atas Engkau wahai penghulu kami, ya Rasulullah, peganglah tanganku, semoga engkau berkenaan menolongku
Ini di nukil dari terjemahan kitab Khozinatul Asror ( Syeikh Al-Ustadz Muhammad Haqqi An-Nazili ) Hal 181 didalam Bab Rahasia Sholawat mengatakan: Sholawat merupakan puncaknya Asma’, Wirid, Dzikir, Azimah, mantra sakti yang kalau Kita berdo’a dengan Ajian apapun kalau tidak di dahului dan di tutup dengan membaca Sholawat maka Do’anya orang tsb akan tehijab /terhalang.
Di dalam satu riwayat dikatakan Do’a seseorang untuk sampai kepada Alloh Hijabnya / Penghalangnya berjumlah 360 ribu Hizab, dengan apa kita membuka Hijab/Penutup yang berjumlah 360,000 tsb ?
Tentulah tidak ada bacaan yang lain tanpa terkecuali, kecuali membaca sholawat kepada Baginda Rosullulloh SAW, Karena tidak akan ada Ilmu apapun di dunia ini apabila Allah tidak menciptakan Nabi kita Rosuulalloh SAW, banyak terdapat pada Hadist-Hadist yg Mashur bahwa Sesuatu yang mula pertama diciptakan Alloh SWT ialah NUR yang tersimpan pada diri Nabi Muhammad, maka nur insan tercinta inilah Makhluq pertama muncul di Alam semesta daripadanya bercabang keseluruh wujud ini ciptaan demi ciptaan, Dalam satu Hadist Shohih di terangkan, Hadist Diriwayatkan oleh Abdurrozzaq dengan sanadnya sampai pada Jaabir bin Abdulloh Al-Ansori R.A”.
Bahwasanya Jaabir Bin Abdullah Al-Ansori pernah bertanya Pada Rosululloh SAW “Demi Ayah dan ibuku wahai rosululloh beritahukanlah padaku tentang sesuatu yang Alloh SWT ciptakan sebelum segalanya diciptakan”,Rosululloh Menjawab “Wahai Jaabir sesungguhnya Alloh SWT telah menciptakan Nur Nabimu : Muhammad dari Nurnya sebelum sesuatu yang lain. Dan didalam Hadist yg di riwayatkan olehAbu Hurairoh Rosululloh SAW bersabda :”Aku adalah yang pertama di antara para Nabi dalam Penciptaan, Namun yang terakhir dalam ke rasulan”,
Jadi seyogianyalah kita bertawassul kepada Rosullloh SAW dengan memperbanyak amalan sholawat dengan redaksi manapun atau membaca hatinya sholawat
”YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH”
Menurut kitab Showi hal 161 bahwa :
فمن اعتقد ان النبي صلى الله عليه وسلم لا نفع به بعد الموت بل هو كأحد الناس فهو الضل المضل
“Maka barang siapa berkeyakinan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam itu tiada manfaat sesudah wafatnya, bahkan Beliau Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dianggap seperti manusia biasa, maka orang seperti itu sesat dan meyesatkan.”
DalamTafsir Showi Juz 3 dijelaskan apabila kita para ummat memanggil2 Beliau dengan YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH spontan Beliau Rosululloh SAW hadir didepannya untuk memberikan syafaat, tarbiyyah dan barokah dan Beliau.Ingat rasul
Syaikina ya’ni ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat(ya sayyidi ya rasulallah)untukku
Harus bertemu nabi
Imam al allamah al nafrawi berkata:di haruskan seseorg bertemu nabi secara yaqazah(al bayan 161)sah dan barangsiapa yg mengingkari nya maka hukum nya haram-(kitab al fawakih ad diwani)
Panggilan ya sayyidi
Kifayatul Atqiya’ , halaman 48
Bahkan panggilan seseorang kepada nabi Muhammad saw (ya sayyidi ya rasulallah) akan sampai pada beliau, panggilan yang dimaksud yaitu dengan kalimat ” ya sayyidi Ya Rasulallah *
nyebut nama nabi (Yaa Sayyidi Yaa Rasulallah itu ibadah
ذكر الأنبياء من العبادة وذكر الصالحين كفارة، وذكر الموت صدقة، وذكر القبر يقربكم إلى الجنة. [رواه الديلمي] اهـ الجامع الصغير : 158
Artinya :“Menyebut-nyebut para Nabi(ya sayyidi ya rasulallah)itu termasuk ibadah, menyebut-nyebut para shalihin(ya ayyuhal ghoutsu)itu bisa menghapus dosa, mengingat kematian itu pahalanya seperti bersedekah dan mengingat alam kuburitu bisa mendekatkan kamu dari surga”. (HR. Dailami)
Nidak tafsir showi
Para Ahlul Kasyfi menerangkan bahwa kalimat *”YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH”* adalah “Iltijaa ul ummah ilaa Sayyidihim” mengungsinya ummat kepada Pemimpinnya yakni Nabi SAW.
Dalam Tafsir Showi Juz 3 dijelaskan apabila kita memanggil2 Beliau dengan YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH spontan Beliau SAW mensyafaati dan menjawab panggilan tersebut dengan jawaban _”maa hajatuka yaa ummatii apa gerangan hajat kebutuhanmu wahai umatku”
Intinya, dimanapun dan kapanpun dalam setiap naik turunnya nafas agar semua hajat-hajat kita baik dunia, agama, akhirat diijabah oleh Alloh SWT dan yang terutama sekali adalah syafa’at Rosululloh SAW
Wallahu a’lam
Semoga bermanfaat














Komentar