oleh

Peringati HAB Ke-80, Kemenag Kabupaten Tasikmalata Tegaskan Komitmen Merawat Kerukunan Umat

Kab.Tasikmalaya LINTAS PENA—-Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 dengan menggelar upacara di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Jalan Bypass Bojong Koneng Singaparna pada hari Sabtu 3 Desember 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Upacara Peringati HAB Ke-80 berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Bupati Tasikmalaya H.Cecep Nurul Yakin S.Pd.,.M.A.P  yang bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt.Kemenag Kab.Tasikmalaya Dr.H.Asep Barhia S.Ag ,M.Pdi,Kepala Kantor Urusan Haji dan Umroh,para kepala seksi di lingkungan Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para Kepala KUA, serta kepala madrasah MAN,MTSN dan MIN,para kepala KUA se-Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Baznas,para pimpinan Ponpes, BKPRMI,FKDT, TNI-POLRI dan tamu undangan lainnya. Hal itu  dijelaskan H.Fajri Adi Nugraha S.IP Pranata Humas Kemenag Kabupaten Tasikmalaya kepada LINTAS PENA usai upacara peringatan HAB Ke 80 Tahun 2026.

Amanat Menteri Agama Republik Indonesia dibacakan oleh  Bupati Tasikmalaya H.Cecep Nurul Yakin S.Pd.,M.A.P Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa peringatan HAB ke-80 bukan sekadar refleksi perjalanan kelembagaan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen Kemenag dalam merawat kerukunan dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

Menag menekankan bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik, tetapi merupakan energi kebangsaan yang lahir dari sinergi dalam keberagaman untuk mendorong kemajuan bangsa.

“Indonesia tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh seluruh komponen bangsa yang bersatu sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini,” demikian kutipan amanat Menag.

Sementara itu Plt Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Dr.H.Asep Barhia S.Ag.,M.Pdi menambahkan ”Dalam catatan sejarahnya, kehadiran Kementerian Agama disebut bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan sebagai kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Para pendiri Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berperan aktif dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, adil, rukun, dan sejahtera.Peringatan HAB ke-80 di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan menjadi penguat sinergi lintas sektor dan lintas iman dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah  dan nasional ”jelasnya singkat.(ADE BACHTIAR ALIF)*

Komentar