MANAJEMEN puncak dalam mengendalikan Negara. Presiden sebagai top manajemen, bisa saja menggunakan berbagai teori dan nilai yg bersifat stratgis. J Sinamo, P. Senge, P Drucker, mengatakan bedanya Leader dan Manajer. Leader (Presiden) mengarahkan , mengajak , mendidik, membimbing, dan memagari anak buahnya atau bawahannya, untuk berfikir benar. Dalam hal ini, benar berdasar UUD45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI , serta dengan perundang undangan yg berlaku pada tata kelola negara. Sedang Manajer (Para Menteri dan Badan lainnya), sebagai bawahan dan pembantu Presiden , mereka harus bertindak benar sesuai Perundang undangan yang berlaku di wilayah hukum NKRI.Gubernur, Bupati, dan Walikota adalah pelaksana tugas ditingkat tengah dan bawah.
Bila kebijakan, Presiden, dilaksanakan para manajer tidak sesuai dengan arahan, bahkan bertindak diluar SOP UU, maka berhak, menegur , memberi peringatan, hingga pemberhentian.
Presiden tidak boleh sibuk sendiri, karena ia adalah leader. Berbeda dengan tukang cukur, mulai dari potong rambut hingga sapu-sapu bersih dilakukan sendiri.
Pendekatan Tsunzu, Total Quality Management ,(TQM), dapat dipakai pada manajemen Negara. TQM adalah fungsi dari penambahan man, money , material , methoda tambah Quality Assurance (QA=jaminan mutu). Ketika Presiden menambah dan atau mengganti Menteri , Presiden menghendaki bertindak Cepat dan Tepat Sasaran. Jadi fungsi Resufle adalah mengganti Man agar bisa melakukan percepatan ( Aksrlerasi), bukan perlambatan. Apalagi slowdown pruduction.
Wajar dan keharusan bila ada bawahannya diberhentikan dan diganti agar, kekurangan, kelambanan pada tahun pertama, tidak terulang pada paruh waktu tahun kedua dst.
Dari 25 program strategis yang dicanangkan sebagai haluan, tahun pertama saja dapat dilakukan 5 program yang pro rakyat dan pertahanan serta keamanan negara dari gangguan dalam dan luar Negeri sdh hebat. Bila ada Anggota Kabinet Merah tidak Indonesia , maka Presiden harus segera amputasi agar tidak menjalar.
Prabowo, sebagai patriotis , sudah tentu memerlukan penopangnya yg sama dan sebangun (Concruen). Jaksa Agung , Menkeu , Menlu, Mentan , dan Menkop yg sdh on the track, harus ditambah lagi manpower yang sama seperti kelima Pendekar tsb.
Dunia maya, medsos yang begitu mendominasi dalam pengaruh pada kehidupan sosial, dalam memagari rakyat dan Negara. Menteri KominfoDigi tak boleh lambat. Kata Ulta Levenia Nababan, ahli terorisme , teroris menggunakan senjata baru yakni perang ciber (Cyber War). Bila Mendigi (Menteri KominfoDigi) lambat bisa jebol hanya gara-gara hoax dan fitnah medsos.
Menteri lainnya boleh dimonev day to day…BRAVO PRABOWO MASUK KEPINTU TAHUN KEDUA
Cag!@Abah Yusuf -Doct/Kabuyutan
28 Rabiul Akhir 1447 H
21 Oktober 2025 M














Komentar