oleh

Rabu Kratina Sundanesia,  Pewaris Batu Sakti Merah Delima Cintamani Dewa Indra

SOSOK Raja Kesultanan Cirebon Raya, Prabu Kian Santang Galantrang  Setra atau Prabu Kratina, lahir tahun 1315 Masehi di Istana Pajajaran Raya di Kota Bogor. Ketika Prabu Kratina, berusia 45 tahun, Kerajaan Champa di Indocina merubah konstitusi negara Tengris Shavisme jadi kerajaan Islam.

Prabu Kratina dibesarkan oleh ayahnya Mahaprabu Siliwangi sebagai putra Mahkota Kerajaan Sunda Galuh, Pakuan dan Pajajaran yang memiliki filososi konsitusi negara kekaisaran yang mirip dengan filsafat Tengris Shavisme Kerajaan Mongol dan Champa. Sejak usia 22-23 tahun ketika masih berstatus Pangeran Dalem 9 Bogor II, dengan nama Pangeran Sri Mangana, sudah diajarin konsep mistisme spuritual Islam oleh 100 sosok ulama-ulama kelompok rahasia Muhammaden, yang menjadi guru spiritual ibunya, Nyi Subang Larang Kubang Kencana.

Pelatihan-pelatihan disiplin militer Disibel Laconia bergaya pasukan elit Yunani kuno Spartan dan Disibel Agoge begaya pasukan khusus Hetaiori Makedonia, sudah diajarin langsung oleh 100 sosok panglima perang pasukan elit Hulujurit Siliwangi. Ibunya Prabu Kratina, juga meminta panglima-panglima perang kelompok Hizbullah Muhammaden asal Checnya Ighusetia dari Kerajaan Samarkand, mendidik anaknya diwilayah Uzbekistan, setiap selesai ibadah Umrah di Saudi.

Rd.Nyi Subang Larang juga menulis surat kepada raja raja Kerajaan Deccan di India utk melatih Prabu Kratina belajar disiplin ilmu, disiplin sosial dan disiplin kebangsaan yang ditulis oleh Raja Cyrus Agung atau Nabi Dzulkarnaen. Filsuf-filsuf Jaynisme, Budha, Hindu, Shavisme yang bermazhab Dewa Indra Wisnu, mengajarkan sejarah dan taktik perang Kerajaan Sassania, Salankayana, Salakanagara dan Tarumanagara. Termasuk mendidik Prabu Kratina untuk menguasai filsafat Asketisme ekstrim dan natural dari agama-agama Abrahamik kuno, yang ditulis oleh filsuf Krisipos dari Soli, Turki.

Prabu Katina, juga sudah menguasai buku-buku filsafat Asketisme Synkatathesis yang mengajarkan pemisahan realitas nyata dan Phantashiai atau kesan imajinasi. Termasuk doktrin  Doxa atau pemisahan persetujuan Katalepsis atau keyakinan dan opini dengan pengetahuan absolut atau Episteme, yang diajarkan oleh kaum Stoa, atau para filosof pengikut aliran filsuf Krisipos. Semuanya dikuasai Prabu Kratina di kerajaan Deccan India, sebelum berusia 22 tahun. Semua skema filsafat Aristoteles yang dibikiin oleh murid-muridnya sebagai dasar-dasar tafsiran ekspresi opini Skolastik Paganis terhadap kitab suci Alkitab perjanjian Lama dan Baru, sudah dipahami mendalam.

Fakta prestasi dan kesaktian sosok Prabu Kratina, berdampak tejadinya tragedi pengusiran Ratu Subang Larang dari Keraton Pakuan, oleh istri keempat Mahaprabu Siliwangi, bernama Ratu Kentingmanik Mayangsunda. Intrik-intrik dan konspirasi poros politik bangsawan yang didukung oleh keluarga kerajaan 55 sosok Ratu Maha Prabu Siliwangi ini, menimbulkan perpecahan diantara poros Kekaisaran Pajajaran Raya. Seratus sosok Ratu Mahaprabu Siliwangi yang lain, mendukung posisi Prabu Kratina sebagai pengganti dan penerus kekuasaan ayahnya sebagai Kaisar Pajajaran Raya.

Proses kudeta Ratu Kentringmanik Mayangsunda, terjadi antara tahun 1421-1422 Masehi, sepuluh tahun sebelum putranya Pangeran Surawisasa diangkat jadi Raja Pajajaran Raya. Jarak waktu sepuluh tahun terusir dan dikudeta sebagai ratu kedua dari Maha Prabu Siliwangi, bikin Prabu Kratina dan ibunya mengungsi ke Kerajaan Champa. Atas jaminan dari Habib Sayyid Hussein Jumadil Kubro dan Habib Sayyid Idofil Al  Kahfi atau Habib Sayyid Nurjati. Dukungan militer dan ekonomi juga diberikan oleh Kerajaan Champa dan Kerajaan Timurid Samarkand utk mendirikan kerajaan mikro dibawah kekuasaan Pajajaran Raya, yaitu Dalem Agung Pakungwati menjadi Kesultanan Cirebon pada tahun 1430 1479 Masehi.

Dukungan pendirian Kesultanan Cirebon juga datang dari pasukan elit Gurkani Timuriyyah dan Checen Timuriyyah dari markas militer Kota Tirmidz Uzbekistan Selatan, yang dikirim oleh  Sayyid Barokka, guru spiritual kelompok rahasia Mohammaden, yg ikut mendirikan kerajaan Timuriyyah dgn Sultan Timur Lenk.  Prabu Kratina, akhirnya mendirikan Keraton Kuta Kosod ( Bangunan tembok batu merah delima dari bahan batu bata merah)…

Cutatan terasan , pikeun mancegkeun deui adeg2 SUNDANESIA..cag!@Abah Yusuf//Doct-Kabuyutan

Komentar