
Singaparna,LINTAS PENA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung khidmat di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (26/7/2025).Rapat paripurna DPRD ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pada rapat paripurna istimewa tersebut dipimpin Ketua DPRD Kab.Tasikmalaya Drs.Budi Ahdiat, didampingi Wakil Ketua H.Ami Fahmi,ST, H.Aef Syaripudin,SH,MH, Drs.Erry Purwanto,M.Si dihadiri seluruh anggota dewan lainnya, Bupati dan Walikota Se-Jawa Barat, unsur Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, para Kepala SKPD Kab. Tasikmakaya, para camat,para kepala desa dan tamu undangan lainnya
Kehadiran Gubernur Jawa Barat merupakan wujud nyata dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap arah pembangunan Kabupaten Tasikmalaya yang semakin progresif.
Rapat paripurna menjadi refleksi atas sejarah panjang Kabupaten Tasikmalaya sekaligus momentum konsolidasi menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin menyampaikan, Hari Jadi ke-393 ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan awal masa baktinya sebagai Bupati bersama Wakil Bupati periode 2025–2030.”Momentum ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan dimulainya masa bakti kepemimpinan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya periode 2025–2030. Sebuah amanah yang kami terima dengan penuh tanggung jawab, di tengah dinamika dan tantangan pembangunan yang tidak ringan”, ujarnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas semangat pembangunan yang ditunjukkan Kabupaten Tasikmalaya.
Gubernur Dedi menyoroti kekuatan khas Tasikmalaya dari aspek tata ruang, sejarah peradaban, dan kekayaan budaya masyarakatnya.“Ku kituna Tasik téh naon tinu tata ruang ?. Tasik téh aya komponen sejarah peradaban. Hiji, Tasik boga gunung. Dua, Tasik boga walu, laut. Tasik boga pesantren, Tasik boga Kampung Adat. Anu katilu, Tasik boga kreativitas publik”, jelasnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya lokal sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan zaman, mendorong kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah untuk mempercepat pembangunan yang merata serta berkeadilan.”Tah ku kituna, ieu nu janten udagan, kulantaran ieu nu jadi udagan teh. Sing saha nu nyuhun kabuhun, sing saha nu ngajaga agama, nagara bakal katata”, tegasnya. . (ADE BACHTIAR ALIEF/HumasDPRD)***









Komentar