oleh

Sang Guru Sejati

Oleh: Bagus Cahaya “BUDAK EDAN” Pamungkas

GURU ADALAH MANUSIA DAN MANUSIA adalah mahluk spiritual. Maka kita patut bersyukur karena diciptakan sebagai manusia yang bisa melakukan apa saja dan bisa berpikir apa yang akan dilakukan. Manusia terdiri dari dua sifat yaitu bersifat fisik dan metafisik.Bukan saja bersifat fisik atau metafisik tetapi sekaligus dua menjadi satu.

Manusia terdiri dari bagian ROHANI dan JASMANI.Bagian yang ROHANI adalah PRIBADI-NYA.Sedangkan bagian JASMANI adalah BADAN KASAR/MANUSIA –NYA.

Bagian rohani inilah yang spiritual merupakan kenyataan sejati.Jasmani adalah badan kasar yang dipenuhi sifat ego dan segala hawa nafsu.Badan manusia inilah merupakan kerajaan ROH/URIP yang harus dikuasai oleh manusia,Maka dari itu badan manusia sering disebut JAGAD CILIK/MICRO COSMIC.

Jika manusia sudah dapat menguasai jagad cilik ini maka dia telah menjadi SATRIYA SEJATI.Dalam dirinya telah mencapai satu kesatuan.Dengan demikian badannya akan mengalami proses SPIRITUALITASASI.Disitulah akan terjadi perkembangan yang selaras dan seimbang,karena bagian yang jasmani telah dapat dibentuk menurut kehendak rohani

Oleh karena itu KESADARAN FISIK adalah KESADARAN SEMENTARA. Kesadaran sesungguhnya adalah KESADARAN ROH/URIP.Itulah AKU SEJATI [INGSUN/URIP]. Oleh karena itu apa yang diinginkan kesadaran fisik tidak selamanya sama dengan kesadaran roh [aku sejati].

Karena itu jika kita ingin melakukan sesuatu,tunggulah dan rasakanlah apakah betul diri sejati yang menginginkan?.Sebab yang namanya DIRI SEJATI itu sesungguhnya adalah ROH/ INGSUN [hindu menyebut ATMA].Dengan kata lain ROH = INGSUN = YANG MELIPUTI JAGAD RAYA = YA URIP = ATMA.

DIRI SEJATI inilah yang sebagai radar RASA SEJATI.Supaya kita tahu petunjuk-petunjuk SANG GURU SEJATI dengan baik dan tepat.Maka dari itu kita perlu menjaga kepekaan rasa sejati,karena rasa sejati itu ibarat air dalam gelas yang harus selalu dijaga agar tetap TETAP BERSIH dan dalam KONDISI TENANG. Akibatnya kita akan dengan mudah mengetahui apa langkah-langkah yang tepat harus dilakukan.Inilah sebenarnya merupakan petunjuk – petunjuk SANG GURU SEJATI. Maka dari itu dalam melakukan OLAH ROSO/RASA harus dalam kondisi tenang dan kondisi bersih itu adalah tentram. Artinya kita harus selalu berusaha dalam segala hal TENANG-KALEM tapi pasti. Sehingga jika melakukan pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan mudah.Untuk itu dibutuhkan modal KESABARAN HATI,KETABAHAN serta KETINGGIAN MENTAL.

https://tabloidlintaspena.com/2021/11/03/ibu-sosok-yang-sangat-berharga/

GURU SEJATI itu adalah GURU-MU yang sudah bersatu manunggal dengan RAGA-MU itu. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh mencari guru, untuk itulah kita perlu lebih mengenal DIRI SENDIRI.

Sebetulnya ajaran ini sudah ada sejak nenek moyang kita ada dan sebelum beberapa agama itu masuk. Namun jaman sekarang sudah banyak dilupakan oleh sebagian orang. Karena manusia jaman sekarang terlalu berpikir LOGIKA/ILMIAH dan EGO TINGGI serta HAWA NAFSU yang diutamakan.Disamping itu karena terlalu fanatik dengan agama masing-masing sehingga melupakan beberapa ajaran LUHUR dan BUDI PEKERTI yang diajarkan oleh nenek moyang. Padahal semua agama bersifat fleksible dan universal yang dapat menyatu dengan beberapa ajaran baik dari nenek moyang.

Saking fanatiknya sampai ada yang membela mati-matian atas nama TUHAN-NYA. Padahal TUHAN sendiri tidak pernah minta dibela, karena TUHAN itu MAHA BESAR, MAHA TAHU, MAHA SEMPURNA yang dapat melakukan apa saja hanya dalam sekejap.

Jadi BELIAU tidak butuh pembelaan dari manusia karena manusia adalah ciptaan BELIAU sendiri yang dengan mudah dapat dicabut nyawanya sewaktu-waktu. Sekian dari saya semoga bermanfaat buat anda sekalian

KECEPATAN lari seekor rusa mencapai 90 km/jam, sementara kecepatan lari seekor singa cuma 58 km/jam. Tapi, meski kecepatan lari kedua makhluk ini berbeda jauh, anehnya seringkali singa begitu gampang memburu rusa dan memangsanya. Kok Bisa?

Ketika mengetahui seeekor singa mengintai dan memburunya, seekor rusa lari dengan cepat untuk menyelamatkan dirinya. Namun dalam waktu yang sama, rusa yakin betul bahwa singa akan memangsanya, rusa yakin betul bahwa dirinya lemah dibandingkan dengan singa, sehingga rusa merasa mustahil dirinya bisa lolos dari sergapan singa.

Ketakutannya pada singa, ketakutannya bahwa dirinya yang diyakininya tidak akan lolos dari terkaman singa, membuat rusa senantiasa melihat ke belakang saat berlari, untuk memantau seberapa jauh jarak singa yang ada belakangnya.

Pantauan-pantauan mematikan ini berpengaruh secara negatif terhadap kecepatan rusa. Pantauan-pantauan inilah yang membuat lari rusa semakin lambat dan berakibat kepada semakin mendekatnya singa, dan selanjutnya menyergap dan memangsanya, lalu melahapnya.

Andai saja rusa tidak sering-sering melihat ke belakang, niscaya kecepatannya akan stabil dan sudah pasti singa tidak dapat memangsanya. Kalau saja rusa mengerti betul titik kekuatannya ada pada kecepatannya, niscaya dia akan selamat dari cengkraman singa.

Banyak sekali waktu yang sudah kita buang untuk melihat kebelakang, sehingga kita pun akhirnya dimangsa oleh kegagalan-kegagalan masa lalu kita. Seringkali ketakutan-ketakutan kita pada kegagalan membuat kita jatuh ke dalamnya.

Seringkali, keminderan membuat kita tidak percaya diri bahwa kita mampu menggapai sukses dan mampu mewujudkan cita-cita kita, dan akhirnya ketakutan-ketakutan itu benar-benar membunuh kita

Salam Sukses Luar Biasaa!!!!

Salam Rahayu

Jln.Pangandaran Rt02/17 Desa Hegarsari Kec Pataruman Belakang Kantor Polantas Tanjung Sukur Kota Banjar  HP:085797131917

https://www.lintashukum-indonesia.com/2021/10/pembangunan-turap-di-kawasan-pesisir.html

Komentar

News Feed