oleh

Santri Pondok Pesantren Suryalaya Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

SURYALAYA, LINTAS PENA.

Bagi umat Islam bulan Rabiul Awwal menjadi salah satu bulan yang ditunggu-tunggu. Dimana pada bulan Rabiul Awwal tepatnya tanggal 12, Nabi Muhammad SAW. dilahirkan di kota mekah.  Salah satu bentuk rasa syukur dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. umat Islam di Indonesia memperingatinya hari kelahirannya. Demikian juga para santri di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya.

Kamis, 12 Rabiul Awwal 1442 H para ratusan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Pengajian Tradisional Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. di Masjid Nurul Asror Pondok Pesantren Suryalaya.

Kegiatan diisi dengan penampilan para santri MDT yang membawakan nadhom-nadhom kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selepas itu dilanjutkan dengan pembacaan marhaba oleh para santri Pengajian Tradisional. Puncaknya diisi dengan ceramah oleh Ustaz Maman Suparman, S.Ag.

Dalam ceramhnnya, Utsaz Maman mengupas sejarah muculnya tradisi maulid. Menurutnya peringatan maulid Nabi Muhamad SAW. diprakarsai oleh Sultan Salahudin Al-Ayyubi. Tradisi ini insya Allah akan terus dilestarikan sampai akhir jaman. Selain itu, Maman mengupasa salah sifat Nabi Muhammad SAW yaitu pemaaf. “Nabi Muhammad adalah sosok pribadi yang sempurna. Salah satu kesempurnaan beliau adalah pemaaf. Oleh karenanya saya mengajak para santri untuk menjadi manusia-manusia pemaaf seperti Rasulullah, Muhammad SAW’’, ajaknya.

Sifat pemaaf ini lanjut dia, juga telah dicontohkan dan dipraktekan oleh guru mursyid Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya, Syaikh KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra (Abah Sepuh) dan Syaikh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra. (Abah Anom). (NS)

Komentar