oleh

Seleksi Tingkat Kecamatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) untuk Tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Ciawi Berlangsung Dengan Sukses dan Meriah

Kab Tasik LINTAS PENA — Beberapa SD di kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, berpartisipasi dalam kegiatan FTBI ini, menunjukkan semangat dan kreativitas dalam menampilkan berbagai jenis lomba.Kegiatan ini digelar di Kampus SDN  Ciawi, pada hari Kamis 3 September 2026. dengan mengusung Tema “Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Warisan Leluhur Nu jadi Jati Diri bangsa”

Ketua KBSP Kecamatan Ciawi,H.Hidayat,S.Pd,M.Pd, yang didampingi Imas Herawati S.Pd, panitia pelaksana kegiatan, mengatakan bahwa kegiatan FTBI sebagai dari pencarian dan pengembangan bakat seni Siswa di kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya.

Lomba-lomba yang diselenggarakan dalam FTBI ini antara lain borangan (ngabodor sorangan), maca sajak sunda, ngarang carita pondok sunda, ngadongeng sunda, pupuh, nulis aksara sunda, dan biantara. Kegiatan ini tidak hanya sekedar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa dan budaya Sunda di kalangan generasi muda, ungkapnya.

H.Hidayat S.Pd,M.Pd. menambahkan”Alhamdulillah, kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di wilayah Ciawi Tasikmalaya, telah terlaksana sangat baik, dengan para peserta 420, terdiri dari 210 putra dan 210 putri, Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali dan mencari potensi terbaik dari setiap sekolah. Saya berharap potensi-potensi yang ada di Kecamatan Ciawi ini tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan, tetapi bisa terus berkembang hingga ke tingkat kabupaten,juga Provinsi,hingga ke Nasional, harapnya.

Mudah-mudahan apa yang ditampilkan anak-anak kita nanti benar-benar menjadi yang terbaik, sehingga mampu membawa nama baik Wilayah Ciawi sekaligus menjadi kebanggaan bersama. Mari kita dukung bersama agar potensi yang lahir dari kegiatan ini terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi penerus di masa depan.”

Dengan adanya FTBI ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa SD terhadap kekayaan bahasa dan budaya Sunda. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan bakatnya dalam bidang bahasa dan sastra Sunda. Dengan demikian, FTBI di Kecamatan Ciawi dapat dikatakan sebagai sebuah kesuksesan dalam melestarikan budaya dan meningkatkan kreativitas generasi muda.

Kegiatan FTBI ini juga menunjukkan bahwa Kecamatan Ciawi memiliki potensi yang besar dalam bidang bahasa dan budaya Sunda. Dengan dukungan dari semua pihak, diharapkan potensi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Ciawi dan sekitarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, FTBI telah menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan di Kecamatan Ciawi. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswa SD, tetapi juga melibatkan guru dan orang tua dalam proses pembinaan dan pengembangan bakat siswa.

Dengan demikian, FTBI dapat dikatakan sebagai sebuah kegiatan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam melestarikan bahasa dan budaya Sunda.

Dengan kesuksesan FTBI di Kecamatan Ciawi, diharapkan dapat menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Tasikmalaya untuk mengembangkan kegiatan serupa. Dengan demikian, bahasa dan budaya Sunda dapat terus lestari dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jawa Barat.Pungkasnya.(JOHAN R )*

Komentar