Kab,: Tasik LINTAS PENA – Seiring dengan telah berakhirnya tahun ajaran 2025. 2026, sejumlah sekolah melaksanakan kegiatan perpisahan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan luapan kegembiraan dari para siswa dan guru karena telah menyelesaikan jenjang pendidikan.
Begitu pula dengan SMKN Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, hari ini menggelar acara perpisahan Pelepasan siswa/i kelas XII di halaman sekolah, Rabu 13 Mei 2026. Pada acara tersebut terlihat Pengawas Pembina.KCD XII Dr H Dendang M.Pd mewakili Ketua KCD XII Jawa Barat, H.Zhaini Andhriyanto S.Pd M.Pd, ratusan siswa-siwi SMKN Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya didampingi orang tuanya masing-masing sejak pagi sudah antusias untuk mengikuti acara. Perasaan bahagia, haru dan bangga mewarnai acara tersebut.
Kepala SMKN Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, Koko Abdul Kodir S.Pd.,M.Eng. dalam pidato sambutanya mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan sebuah ungkapan rasa syukur atas kelulusan dan prestasi yang diraih siswa-siwi. Ia mengungkapkan, sebanyak 558 siswa-siswi kelas XII & XIII di SMKN Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya telah menyelesaikan pendidikan, dan hari ini merupakan prosesi acara pelepasan dan perpisahan,acara tersebut dengan Tema :
“Raihlah Cita-Citamu,Ciptakan Masadepan yang Gemilang” Menurutnya, kurikulum merdeka yang selama ini diterapkan disekolah sangat bermanfaat dan berdampak positif bagi sekolah, salah satu inovasi yang diterapkan di SMKN Kadipaten ini adalah melakukan program sesuai dengan kebutuhan.Di SMKN Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya tidak mengenal istilah program atau jurusan favorit, karena semua jurusan mendapatkan pelajaran dan pengetahuan yang sama tandasnya,
Koko Abdul Kodir mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencoba meluncurkan program seratus jam pelajaran di industri, dimana pihak industri dihadirkan ke sekolah atau sebaliknya.Selain itu, lanjut dia, program BLUD sangat besar manfaatnya dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, salah satunya meningkatkan potensi anak baik pembelajaran di kelas maupun di luar. ” Untuk lulusan tahun ini, sebanyak 46 siswa akan menjadi Pekerja Migrasi Indonesia ” ungkapnya.
Ia berharap, Sekolah SMKN Kadipaten ini bisa memberikan solusi untuk menjalankan salahsatu program pemerintah yaitu mengurangi angka pengangguran, dengan menghasilkan siswa-siswi yang siap di dunia kerja. Pada acara perpisahan dan pelepasan siswa-siswi SMKN Kadipaten tersebut ditampilkan berbagai kreasi seni dan budaya kearipan lokal, sehingga menambah kemeriahan acara,Pungkasnya.( JOHAN R )*













Komentar