oleh

Suara Komunitas Tertutup Konstituen Sundanesia, Representatif Politik Rakyat Sundanesia ?

Oleh: Abah Yusuf Bachtiar Kabuyutan  

IMAJINASI politik para capres 2024 oleh kelompok elit, selalu berujung konsensus dan terciptanya negosiasi ekonomi. Fenomena ini mendorong komunitas kontituen Sundanesia bersikap tertutup dan senyap dimomen Pilpres 2024 . Terkecuali ada sosok capres memiliki sentimen politik dan ekonomi yang kuat untuk memakmurkan Indonesia, maka suara komunitas terbuka Sundanesia akan menjadi representatif politik rakyat yang memenangkan sosok capres 2024.

Perselisihan-perselisihan opini antar kelompok sinis diantara tim sukses capres, akan semakin menggelapkan peta politik dan keamanan diseluruh Indonesia. Momentum ini yg ditunggu2 oleh kelompok konspirasi global. Mereka akan ikut mendominasi pemikiran publik dgn beragam mitos teori konspirasi. Siapakah yg merencanakan semua rencana ini?

Kebijakan politik ekonomi BERDIKARI Soekarno ini didukung penuh oleh partai-partai koalisi dan barisan-barisan rakyat Sundanesia pro Soekarno. Program reformasi agraria Soekarno ini, diprotes oleh semua Federasi Bank sedunia yang menyimpan dokumen tanah yang digadaikan sejak era kolonial, karena membangkrutkan bisnis mereka. Mayoritas tanah milik rakyat yang dirampas oleh bangsawan dan dijual ke mafia-mafia tanah pro Belanda, dikembalikan ke rakyat mulai tahun 1964.

Intitusi perbankan global dipimpin oleh para Bankir CoL dan Grup Bildelberg menyerang kebijakan Soekarno yg membatasi arus modal asing untuk memerkuat mata uang rupiah yang terus melemah pada tahun 1955-1965. Soekarno menolak tawaran Federasi Bank Malaysia dan Singapura memborong semua tanah dikawasan elit di Jakarta. Sebelumnya tahun 1934 Masehi harga tanah dikawasan Menteng, milik kelompok-kelompok Kabbalah Nusantara, seharga Rp 1.500 permeter atau setara dgn 1 Gulden Belanda. Semua tanah dan perumahan telah dijaminkan selama 30 tahun ke jaringan Bank Eropa di Malaysia. Singapura, Hongkong dan Taiwan. Masa jatuh temponya tahun 1964. Pada tahun 1965, Soekarno menasionalisasi semua kepemilikan aset asing di Indonesia yang dijaminkan ke Bank luar negeri.

Tulisan ini akan merevolusi pandangani semua pembaca dan audiens yang belum pernah membaca dokumen kisah kelompok Bankirs Amerika, Inggris, Korsel, Taiwan, Singapura  Hongkong dan Israel menyerang sistem ekonomi moneter Indonesia, di era Presiden Soekarno dan Soeharto. Dua sosok Presiden ini akhirnya menyerah kalah,  menua dan wafat dilupakan oleh setiap generasi muda.

Soekarno membatalkan  UU No 78 tahun 1958 tentang  Penanaman Modal Asing ( PMA) di Indonesia. Semua konstituen pilpres pendukung Soekarno di Sundanesia, bersukur karena doa para leluhur mereka yang tanahnya dirampas para bangsawan pro Belanda sejak 400 tahun lalu, bisa dimiliki dan diwariskan kembali dengan sertifikat resmi negara. Dengan dukungan para bangsawan-bangsawan nasionalis patriotik  revolusi ekonomi Soekarno yang merebut semua aset perbankan nasional dan dugabungkan dalam satu holding Bank Berjoeang…Catatan lepas untuk bangunkan kesadaran Generasi Bangsa…cag!@Abah Yusuf//Doct-Kabuyutan

Komentar