Oleh: Abah Yusuf Bachtiar Kabuyutan
SOSOK Pendeta Agung Nestonian, Waraqah bin Naufal memiliki mata yang sudah buta total. Sepupu dari istri Nabi Muhammad SAW ini memberikan Air Suci Aspergilum dimangkok Aspersorium untuk Khadijah binti Khuwailid, ketika menjumpainya meminta nasehat pernikahan. Setelah airnya dipakai mandi dan tidur, malamnya bermimpi bertemu sosok pemuda bercahaya yang akan jadi suaminya.
Akhirnya arti mimpi Khadijah binti Kuwailid terbukti, dan menikah dengan Nabi Muhammad SAW seperti dikisahkan oleh pendeta Nestonian. Seluruh keturunan mereka berdua dan pengikutnya disebut kaum Muhammaden angkatan pertama. Konsep negara kemakmuran diluar konsep negara Tuhan versi Roma seperti yang diyakini oleh semua pendeta Kristen dan rabbi Yahudi Nestonian, terbukti hingga saat ini.
Jaminan perlindungan keamanan, keimanan termasuk aset gereja-gereja, pribadi pribadi dan umat Kristen dan Yahudi Nestonian, dijamin oleh kaum Muhammaden, sesuai dengan wasiat Nabi Muhammad. Perjanjian ini berlaku diseluruh dunia. Semuanya dijamin sebagai masyarakat ahli kitab dan komunitas warga Dhimmi yang bersatu dlm konsep negara kemakmuran, bukan negara Tuhan dan negara Agama.
Wangsit Prabu Siliwangi menggabungkan Neo Cirebon Raya dan Neo Pajajaran Raya kedalam konsep Pajajaran Anyar, sudah ditafsirkan menjadi konsep Indonesia Raya ternyata masih keliru. Kini saatnya setelah era 500 tahun berlalu, konsep negara kemakmuran versi wangsit Prabu Siliwangi harus diuji ulang sebagai Pege Gnoseos atau sumber pengetahuan gabungan kaum Nestorian- Muhammaden Sundanesia- dalam konsep kemakmuran “Nagara Nusa Jaya ” , mulai tahun 2025 Masehi.
Keistimewaan hubungan kaum Nestorian Muhammaden sejak tahun 610 -2023 Masehi ini, berefek kepada ekonomi global setiap periode 1000 tahun. Mulai dari konsep negara kemakmuran kekaisaran Mongol Raya, Usmaniyah Raya, Fatimiyah Raya, Andalusia Raya, Abbasyiah Raya hingga era konsep negara kesejahteraan Cirebon Raya dan Pajajaran Raya.
Karena Pege Gnoseos kaum Nestorian, Muhammaden dan Sundanesia adalah sintesis penyatuan filsafat , gagasan, doktrin dan konsep negara kemakmuran, untuk mengarahkan semua pemikiran dari kitab langit dan wangsit Prabu Siliwangi yang belum dirasionalkan secara logis dalam bingkai “Nagara Nusa Jaya”.
Cutatan bahan emutaneun . Cag!@Abahyusuf //Doct-Kabuyutan









Komentar