oleh

Ustadz Muhammad Sulthan Berusaha Lestarikan Keilmuan Kuno Warisan Leluhur Khas Sulawesi

USTADZ MUHAMMAD SULTHAN bin Jumadil Abbas Datu , salah seorang spiritualis atau praktisi Al Hikmah asal Sulawesi ini mengungkapkan, bahwa  ribuan ilmu tua dan langka warisan para leluhur itu masih ada dan benar benar ada. Entah itu keilmuan pengasihan,kerejekian, kewibawaan hingga kedigjayaan/kekebalan dan lainnya. Karena itu, Ustadz Muhammad Sulthan sebagai pewaris akan senantiasa menjaga dan melestarikan keilmuan tua warisan leluhur yang sudah sangat terbukti keampuhannya.

            “Beragam ilmu kebatinan itu sudah ada sejak zaman kenabian, kewalian, penjajahan kolonial Belanda, kemerdekaan hingga sekarang ini. Kalau tidak tahu, tolong jangan bilang bahwa keilmuan kebatinan termasuk ilmu kejadugan/ kedigjayaan/kekebalan, ilmu sihir, ilmu pelet dan ilmu hitam lainnya.Jumlahnya bisa ribuan lho.”ungkapnya.

            Untuk menghadapi ilmu ilmu hitam tersebut, kata Ustadz Muhammad Sulthan, maka muncullah yang namanya tabib, ahli ilmu hikmah/al hikmah, orang pintar, dukun, kahin, cenayang, parewangan, tiban, spiritualis, paranormal, ahli metafisika dan banyak lagi sebutannya. “Sebelum popular nama spiritualis atau paranormal, orang “pintar”  di suatu kampung yang memiliki kelebihan itu namanya dukun, dan di Arab Saudi disebut Tabib. Tak ada bedanya. Dukun atau orang pintar adalah istilah yang secara umum dipahami dalam pengertian orang yang memiliki kelebihan dalam hal kemampuan supranatural yang menyebabkannya dapat memahami hal tidak kasatmata serta mampu berkomunikasi dengan arwah dan alam gaib, yang dipergunakan untuk membantu menyelesaikan masalah di masyarakat, seperti penyakit, gangguan sihir, kehilangan barang, kesialan, dan lain-lain,”papar Ustadz Muhammad Sulthan

            “Jadi, istilah dukun biasanya digunakan di daerah pedesaan, sedangkan “orang pintar” atau paranormal, untuk menyatakan hal yang sama, digunakan lebih umum di antara populasi perkotaan.”tegasnya.

            Karena sudah sejak kecil berkecimpung di dunia spiritual dan supranatural, terutama kaitannya dengan ilmu ilmu tua warisan para leluhur yang diakuinya memiliki keampuhan tidak diragukan lagi, tentu saja Ustadz Muhammad Sulthan mengaku akan melestarikannya dan bahkan berusaha mengembangkannya. “Maksudnya, keilmuan kuno warisan zaman dahulu, terutama dari keluarga saya sendiri yang jelas sanad dan kehebatannya sehingga harus tetap terjaga, dilestarikan dan dikembangkan di zaman sekarang ini,” ungkap pria sederhana ini.

READ  Keutamaan Membaca "LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH"

            Sebagaimana diyakininya, kata Muhammad Sulthan, bahwa ilmu “kuno” tua peninggalan para leluhur tidak diragukan kehebatannya dan telah terbukti sejak zaman dahulu kala. Dia mencontohkan, bagaimana orangtua tempo dulu baik zaman kerajaan hingga zaman penjajahan kolonial Belanda; dengan asma atau ilmu orangtua dulu hanya membawa bambu runcing atau dorlok bisa mengalahkan penjajah Belanda yang menggunakan senjata (pistol,stain,bren dll); pistol yang ditodongkan tidak meledak,   tidak kelihatan oleh mata lawan atau menghilang dengan aji halimunan, kebal terhadap senjata, bisa menundukkan lawan hanya dengan tatapan, aji sirep, bisa membunuh jarak jauh atau mengirim penyakit dan lain sebagainya. Bagaimana sinden sebuah kesenian tradisional bisa memikat para sinyo (Belanda) sebagai pemikat untuk kemudian dijadikan jebakan oleh para pahlawan. Semua ini bukan cerita bohong.

            “Semua ilmu kuno dari orangtua dulu itu sampai sekarang masih ada dan terjaga. Juga di tiap daerah punya ilmu  andalan dengan nama berbeda.”katanya.

            Dia mengakui, kalau sekarang ini banyak orang biasa yang tidak memiliki kemampuan ilmu apa apa, kemudian mengaku sebagai dukun, tabib, spiritualis, supranatural, praktisi al hikmah. Jadilah mereka itu “abal-abal” oknum dukun, paranormal, tabib, dll yang jelas sangat merusak profesi dukun sejati, tabib sejati, spiritualis sejati….!

            “Nah, ketika belakangan ini viral adanya seorang pesulap ingin pembuktian keilmuan seseorang, maka oknum dukun atau dukun abal abal, spiritualis palsu akan kebakaran jengkot. Sebaliknya, saya dan spiritualis atau paranormal sejati tidak terpengaruh, karena kami benar benar punya keahlian dengan keilmuan kuno warisan para leluhur.”tutur pria ramah ini.

            Selanjutkan, Ustadz Muhammad Sulthan menjelaskan ihwan ilmu kebatinan dan ilmu leluhur. Sesuai dengan peninggalan nenek moyang kita, ilmu kebatinan itu adalah untuk mendekatkan diri kita kepada Tuhan, mendekatkan batin kita kepada-Nya. Itu antara lain berdasarkan ilmu kasunyatan, ilmu sangkan paraning dumadi, dan ilmu kasampurnaning hurip. Itulah kebatinan yang sebenarnya. Ilmu leluhur merupakan Ilmu supranatural yang diwariskan pada anak hingga cucu, namun tidak semua orang memiliki dapat menerima kelebihan ini, hanya orang-orang terpilih yang dapat mendayagunakan dan merasakan adanya ilmu leluhur didalam diri mereka.

READ  Lupa Bayar Zakat Fitrah

            Ustadz Muhammad Sulthan sendiri memiliki keilmuan kuno warisan para leluhurnya, termasuk dari   sang ayah Jumadil Abbas Datu maupun sang kakek buyut  Almarhum Syaikh Waliyullah Sholihin yang menjadi andalan, antara lain Asma Nur Auliya’ Khidir, Minyak Pengasih Sukma (Siri Nyawa). Mystic Tua Pengasihan Bedak , Raja Segala Perkara, Energi Kuat Karomah “ALIF SAYILILLAH”, Asma Firaun,Sabet Supi” & “Supi Tunggal”, Ilmu Tua Perisai Kebal “88” , Raja Khodam Penguasa 4 Anasir, Asma Naga Sembilan, Asma Naga Arari, Asma Naga Jumbah Putih, Ilmu Tua Cahaya Rajawali, Rahasia Tiga Ilmu Asma “Jerat Sukma” Kembar, Raja Pelet Hitam Tingkat Tinggi . Dua Tingkat Ilmu Panimbulu, Supi Tunggal Karomah Ilmu Tua, Asma Malaka, Samber Nyawa, Asma Gendam Raga Api Neraka,Ilmu Sabet Tulang, Asma Wibawa Malaikat, Ilmu Air As Syifa Karomah dan masih banyak lagi keilmuan lainnya. Semua keilmuan kuno warisan leluhurnya itu masih asli dalam bentuk tulisan tangan yang dibukukan sehingga terasa wingit dan mumpuni.

 “Semua keilmuan kuno warisan orangtua kami itu diijazahkan juga kepada masyarakat yang membutuhkan untuk berbagai keperluan seperti  pengobatan sihir/ santer/ teluh/ tenung ,mengeluarkan media santet dari dalam tubuh,penarik simpatik.mendapatkan jodoh yang tepat.mengembalikan pasangan yang selingkuh, mengikat kesetiaan pasangan.menambah kharisma dan kewibawaan.meningkatkan pesona diri dan daya pikat.menbuat agar hubungan rumah menjadi harmonis.membangkitkan gairah cinta,melancarkan karir/jabatan dan usaha/bisnis, kanuragan/kekebalan tubuh,kebathinan dan lainnya”papar pria yang mondok di sejumlah pondok pesantren ini.

Karena banyak pasien atau muridnya yang berasal dari luar kota, maka Ustadz Muhammad Sulthan  pun menyediakan berbagai macam “media” untuk berbagai keperluan, baik untuk medias maupun non-medis. Adapun media berupa “benda” barang pusaka itu tentunya sudah melalui proses ritual “pengisian” dengan ilmu yang dimiliknya yang mumpuni. Berbagai macam “media” pusaka/mustika baik hasil tarikan maupun riyadhoh itu antara lain sabuk, akik, liontin, mustika,keris, gelang, rajahan, minyak dan berbagai produk media lainnya.

READ  Pengertian dan Urgensi Harus Ada Sanad

Ketika ditanya soal mahar untuk program keilmuan “ilmu-ilmu” kuno yang wingit dan media sebagai sarana syareat, Ustadz Muhammad Sulthon yang memberikan tarif yang cukup “pedas” relative mahal. Alasannya, karena ilmu tua warisan leluhurnya sudah terbukti keampuhannya dan tak diragukan lagi.

Nah, bagi yang hendak berkonsultasi maupun belajar keilmuan kuno (ilmu tua) Sulawesi warisan leluhurnya yang wingit dan atau ingin memiliki sarana syareat yang mustajab untuk mengatasi problem sakit medis dan non-medis, Anda bisa mengunjungi ke akun medsos Facebook:  https://www.facebook.com/muhsulthan.sulthan kemudian inbox.

“Pada intinya, saya ingin menolong sesama dari berbagai masalah, baik yang menghadapi penyakit lahir maupun batin atau medis dan non medis.”pungkasnya. (REDI MULYADI)***

Komentar