VIRAL di medsos bahkan tranding di Twitter, dimana Bupati Meranti H.Muhammad Adil membuat pernyataan berani saat mengikuti acara rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah di Pekanbaru pada 9 November 2022. Karena merasa pemerintah Republik Indonesia tak mau mengurusi wilayah dan rakyatnya, HM Adil mengaku geram, kemudian mengungkapkan kalau Kabupaten Kepulauan Meranti akan berbagung ke negara tetangga Malaysia dan bahkan warga siap untuk angkat senjata.
Pada rakor tersebut, HM Adil mempertanyakan bagaimana bisa pendapatan dari tambang minyak di Meranti bertambah, tetapi uang yang mereka peroleh justru berkurang.”Maksud saya, kalau bapak tak mau ngurus kami, pusat tidak mau mengurus Meranti kasihkan kami ke negeri sebelah,” ujarnya.
Bupati ganteng ini bahkan sempat melontarkan pernyataan terkait apakah perlu rakyat Meranti akan angkat senjata untuk menyelesaikan hal ini. “Apa perlu Meranti angkat senjata, kan tak mungkin,” ucap HM.Adil.
Pernyataan Bupati HM Adil itu viral setelah dilansir media nasional dan juga berevar video di medsos (FB, IG, Tiktok, Youtube Diskominfotik dan Twitter). Dalam acara rakor tersebut, Bupati HM Adil mempertanyakan soal dana bagi hasil (DBH) minyak di Kepulauan Meranti. Sebab, menurutnya, uang yang diperoleh tak sesuai dengan banyaknya minyak yang dihasilkan oleh wilayahnya. HM.Adil tak merasa puas dengan jawaban yang diberikan oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Lucky Alfirman saat menjawab pertanyaannya.”Ini karena kami daerah miskin, kalau kami kaya kami biarkan saja sudah ambil Rp.10 triliun pun enggak apa-apa, kami daerah miskin, daerah ekstrem,” kata dia dalam video di akun Youtube Diskominfotik Provinsi Riau, Minggu (11/12)..
“Jadi kalau daerah miskin ada minyak bapak ibu ambil uangnya entah di bawa ke mana, pemerataan, pemerataan ke mana seharusnya kami ini yang menjadi prioritas,” lanjutnya.
Adil kembali mempertanyakan bagaimana bisa pendapatan dari tambang minyak di Meranti bertambah, tetapi uang yang mereka peroleh justru berkurang.”Maksud saya, kalau bapak tak mau ngurus kami, pusat tidak mau mengurus Meranti kasihkan kami ke negeri sebelah,” ujarnya.
Bupati Meranti bahkan sempat melontarkan pernyataan terkait apakah perlu rakyat Meranti akan angkat senjata untuk menyelesaikan hal ini. “Apa perlu Meranti angkat senjata, kan tak mungkin,” ucap Adil.
Bahkan dalam kesempatan itu, Adil juga sempat menyebut pegawai Kemenkeu berisi iblis dan setan.Pernyataan ini ia lontarkan lantaran kesal merasa tidak mendapat kejelasan terkait DBH yang mestinya diterima Pemkab Meranti, Riau. Ia menilai Meranti layak mendapat DBH dengan hitungan US$ 100 per barel.Namun, menurutnya, pada 2022 ini DBH yang diterima hanya Rp114 miliar dengan hitungan US$60/barel. Ia mendesak Kemenkeu agar DBH yang diterima menggunakan hitungan US$100 per barel pada 2023 mendatang.
“Kemarin waktu zoom dengan Kemenkeu tidak bisa menyampaikan dengan terang. Didesak, desak, desak barulah menyampaikan dengan terang bahwa 100 US$ dollar/barel,” katanya
Lanjut Bupati HM.Adil “Sampai ke Bandung saya kejar Kemenkeu, juga tidak dihadiri oleh yang kompeten. Itu yang hadiri waktu itu entah staf atau apalah. Sampai pada waktu itu saya ngomong ‘Ini orang keuangan isinya ini iblis atau setan’,” tegasnya
Pernyataan Bupati Meranti HM.Adil ini pun menuai reaksi berbagai pihak. Bahkan mendapat dukungan luas daru warganet terutama di Twitter, simak saja komentar mereka:
Bicara Nalar @oaseminang “Bupati Kepulauan Meranti “ini orang keuangan ini iblis atau setan? ” “Atau meranti angkat senjata? “… Gass terus pak, kekayaan alam di kuras tapi masih tertinggal, uangnya buat IKN… Bangga liat ada kepala daerah se hebat ini membela daerahnya..”
Selantak Habis @SelantakH “Meranti itu kab kaya minyak. Habis dikuras pusat.kemna hati nurani pusat? Kasihan mereka”
Endy Nugroho @EndyNugroho8 “Coba Klu Setiap Pemimpin Daerah Memiliki KEBERANIAN Seperti Beliau Maka Kebijakan2 Nasional Yg Diputuskan Terkait SDA Tidak Akan Dilakukan Dgn Sewenang-wenang. Indonesia Butuh Pemimpin Yg Dpt Menjalankan Amanat UUD’45 Menuju Indonesia Emas 2045. Hati-Hati Dlm Memilih Presiden! “
KASAMAGO.com @kasamago “Klo semua daerah kaya akan tambang energi kompak bersatu lepas dari pusat bisa jadi makmur banget nih.. Malaysia Singapura lewat.. Salah satunya, Staf khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo yang menuntut Adil untuk minta maaf.”
AndiH~@AndiHamz1174 “Masuk akal. Jika tambang dikuasai oleh bumn dan sebagian wilayah sudah dikuasai bumn otomatis daerah/rakyat tidak bisa lagi berusaha. Sementara bagi hasil hanya sedikit. Daerah dibebani biaya akibat tambang.
“Kami keberatan dan menyayangkan perkataan Bupati Meranti saudara Muhammad Adil yang sungguh-sungguh tidak adil karena mengatakan pegawai Kemenkeu iblis atau setan, ini sungguh ngawur dan menyesatkan,” kata dia.
Monica @NenkMonica “Pemimpin itu wajib melindungi warganya dari perampok dan penghisap darah dg dalih apapun. Salut utk Bupati Meranti, Pemimpin Pemberani dan Mempunyai Sikap Tegas dlm Mempertahankan Kedaulatan Daerahnya.”
@hc_poirot “perlawanan yg berani dari bupati meranti sejatinya adalah perlawanan daerah atas ketidakadilan yg terjadi.keberanian ini pantas diapresiasi dan diikuti oleh daerah lain,arogansi dan kesewenangan pusat harus dikoreksi visinya cuma satu, kesejahteraan seluruh rakyat, bukan pusat “
Bang Win @WinnerWave_”Bupati Meranti itu tidak menuduh, dia bertanya. sebagai keturunan Sumatera, saya sangat paham diksi dia. memang kita ga suka basa basi. ga bisa semua budaya dipaksakan sama diseluruh Indonesia. perbaiki saja kinerja kementrian keuangan dan pejabatnya suruh lebih punya empati”
Selain banyak yang pro terhadap pernyataan Bupati Meranti HM Adil, ada pula yang kontra. Reaksi yang kontra dengan HM Adil, salah satunya, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo yang menuntut Adil untuk minta maaf.”Kami keberatan dan menyayangkan perkataan Bupati Meranti saudara Muhammad Adil yang sungguh-sungguh tidak adil karena mengatakan pegawai Kemenkeu iblis atau setan, ini sungguh ngawur dan menyesatkan,” kata dia.
Yustinus Prastowo memaparkan data lifting minyak yang diproduksi Kabupaten Meranti justru menurun pada 2022.Paparan ini mengacu pada data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merespons tudingan Bupati Meranti M. Adil yang menyebut Kementerian Keuangan berisikan pegawai setan dan iblis. Penyebab tudingan ini adalah Adil merasa pihaknya tak mendapat dana bagi hasil (DBH) sesuai dengan minyak yang dihasilkan Meranti.
Yustinus memastikan bahwa Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Meranti 2023 sudah dilakukan dengan ketentuan UU Nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“Total alokasi DBH Kab. Kepulauan Meranti adalah Rp207,67 M (naik 4,84 persen dari 2022) dengan DBH SDA Migas Rp115,08 M (turun 3,53 persen). Ini dikarenakan data lifting minyak 2022 dari Kemen ESDM menunjukkan penurunan dari 2.489,71 ribu menjadi 1.970,17 ribu barel setara minyak. Jadi basisnya resmi,” papar Yustinus di akun twitter pribadinya (@prastow), Minggu (11/12).
Menurut Yustinus, penurunan lifting ini akan berpengaruh pada DBH Migas yang diberikan pada Kabupaten Meranti 2023 mendatang. Ia pun meminta agar pemerintahan Bupati Adil memikirkan terobosan untuk meningkatkan lifting di Meranti.
“Meskipun alokasi DBH Migas turun, alokasi DAU Kabupaten Kepulauan Meranti justru naik 3,67 persen menjadi Rp422,56 miliar,” katanya.
Ia juga menyinggung bahwa indikator kinerja pemerintah dalam pengelolaan anggaran dana transfer umum (DTU) baik itu dana alokasi khusus (DAU) maupun DBH masih lebih rendah dibanding daerah lain.
“Dalam rangka membantu masyarakat miskin dari dampak inflasi, Pemda wajib mengalokasikan 2 persen dari DTU (DBH dan DAU) untuk perlindungan sosial. Akan tetapi, per 9 Des 2022 Kabupaten Kepulauan Meranti baru merealisasikan belanja wajib 9,76 persen, jauh dari rata-rata secara nasional yang mencapai 33,73 persen. Prihatin!” tulis Yustinus.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Meranti juga menerima manfaat dari belanja Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga (K/L) di wilayahnya. Total belanja K/L tersebut sebesar Rp137,99 miliar (2019), Rp154,59 miliar (2020), Rp118,03 miliar (2021), dan Rp120,41 miliar (2022).
“Dari pengelolaan APBD, sejak 2016 rata-rata serapan belanja hanya 82,11 persen. Untuk 2022 baru terealisasi 62,49 persen saja (9 Des’22). Rendahnya penyerapan menunjukkan bahwa Meranti belum optimal mengelola anggaran terutama dlm upaya menurunkan tingkat kemiskinan yang tinggi (yaitu) 25,68 persen,” tulisnya dengan emoji menangis.
Yustinus pun menyarankan agar Bupati Meranti memperbaiki pengelolaan anggaran yang masih rendah alih-alih menyampaikan pandangan tak berdasar dan dinilai tak sesuai dengan mekanisme kelembagaan.”Kasihan publik dikecoh dengan sikap seolah heroik untuk rakyat. Faktanya ini manipulatif. Justru Pusat terus bekerja dalam bingkai konstitusi dan NKRI. Mestinya kita tingkatkan koordinasi dan sinergi, bukan obral caci maki. Kami meradang lantaran etika publik menghilang!” pungkasnya
Rama @RamaDinataw @CNNIndonesia : “Ini bupati emg sering bermasalah terutama dgn Gubernur Riau, doi ambil posisi bermusuhan ke Syamsuar, udah tau kabupatennya paling miskin se Riau, APBD masih di subsidi sama kabupaten lain, tapi sombong sama atasannya, banyak orang Meranti yg tak suka sama dia,”
dj_eavu @djemadaReplying to @awemany@msaid_didu and @prastow
“Kenapa arogan pak? Bener koq kata Prastow. Memang bupati meranti ngomongnya gak pake data. Dan nuduh Iblis dan Setan adalah tuduhan yg gak elok dri mulut seorang Bupati. Mestinya Demokrat mengkoreksi Bupati Meranti.”
Roy Wira@RoyWira3 Replying to @detikcom “Keren bupati 1 ini. Mudah2an bener org yg amanah utk kabupatennya. Asal jgn nanti dpt dbh yg besar, apbd di korilupsi utk beli jam tangan dan cincin. Jadi rakyat meranti tetep miskin, tp bupatinya tambah jam tangan dan cincin 🤣🤣”
Muhamad Fajri Difari @fajridifar Replying to @CNNIndonesia “Malaysia pun lagi sulit kondisi negara nya, drama politik bikin negaranya gak stabil.. emang yakin malaysia bakal nerima pak bupati meranti ini ?”
Jo Deni@denirisman “Bupati Meranti M.Adil, tiba2 JD viral. Di Riau, friksi dia dgn Gubri sdh lama terjadi. Dia menolak Syamsuar ke Meranti. Dia jg menolak undangan rapat Gub. Dia begitu, Krn dia merasa kuat, ada bekingan di pusat. Dia SDH sebut nama di Vidio itu.kita lihat adu kekuatan 2 kemntrian”
Seperti dilansir https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20221211144507-532-885975/jubir-kemenkeu-label-setan-iblis-melukai-perasaan-ribuan-pegawai Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari menyebut Bupati Meranti M Adil mengucapkan hal yang tidak pantas.Menurutnya, ucapan M. Adil yang melabeli pegawai Kemenkeu setan dan iblis telah melukai perasaan.”Melabeli orang Kemenkeu sebagai ‘setan atau iblis’ sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang Bupati di forum resmi kedinasan,” kata dia lewat akun Twitter miliknya @rahayupuspa7, Minggu (11/12).
“Hal itu sangat melukai perasaan pimpinan dan puluhan ribu pegawai Kemenkeu yang senantiasa berkomitmen bekerja profesional dengan menjunjung integritas,” sambungnya.
Menurutnya, berpendapat memang hak semua orang. Namun, tetap ada etika yang harus dijaga dalam menyampaikan pernyataan.”Terlebih bagi seorang yang seyogyanya menjadi teladan bagi masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Meranti M Adil menyebut pegawai Kemenkeu berisi iblis dan setan. Dia mengucapkan itu dalam acara koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah di Pekanbaru, Kamis (9/12).Adil kesal karena merasa tidak mendapat kejelasan terkait DBH yang mestinya diterima. Ia menilai Meranti layak mendapat DBH dengan hitungan US$ 100 per barel.Namun, menurutnya, pada 2022 ini DBH yang diterima hanya Rp114 miliar dengan hitungan US$60/barel. Ia mendesak Kemenkeu agar DBH yang diterima menggunakan hitungan US$100 per barel pada 2023 mendatang.Namun, saat rapat bersama Direktur, Adil mengaku tidak bisa menyampaikan keluhannya.”Kemarin waktu zoom dengan Kemenkeu tidak bisa menyampaikan dengan terang. Didesak, desak, desak barulah menyampaikan dengan terang bahwa 100 dollar/barel,” katanya dilansir dari detikcom.
“Sampai ke Bandung saya kejar Kemenkeu, juga tidak dihadiri oleh yang kompeten. Itu yang hadiri waktu itu entah staf atau apalah. Sampe pada waktu itu saya ngomong ‘Ini orang keuangan isinya ini iblis atau setan’,” kata Adil. (BERBAGAI SUMBER)****









Komentar