oleh

VIRAL DI MEDSOS: Pelajar Tendang Seorang Nenek Hingga Terjatuh, Ternyata di Tapanuli Selatan, Inilah Penjelasan Kapolres AKBP Imam Zamroni

TAPANULI SELATAN— Video berdurasi 13 detik yang menampilkan pelajar menendang seorang nenek hingga jatuh tersungkur viral di media sosial, Twitter, FB dan WA Group. Kekerasan pelajar itu diketahui terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Dalam video viral yang dibagikan pada Sabtu (19/11/2022) itu, segerombol pelajar yang bersepeda motor tampak melewati seorang wanita paruh baya. Dua orang di antara pelajar itu menghentikan motornya dan berbincang dengan wanita tersebut. Tiba-tiba, salah satu pelajar dari rombongan itu menghentikan motornya dan menendang sang nenek hingga jatuh tersungkur. Sang nenek tampak kaget dan terdengar berteriak histeris. Ia langsung berdiri dan berjalan cepat menghindari gerombolan remaja bermotor itu.

Video tersebut mengundang reaksi para warganet/nitizen. Banyak dari mereka merasa iba dengan sang nenek dan tidak membenarkan perilaku remaja tersebut. Netizen mengamuk dan mengutuk keras perilaku para pelajar tersebut, mereka juga berharap polisi segera melakukan tindakan tegas.

Peristiwa dalam video berdurasi 13 detik tersebut, diduga terjadi di Jalan Lintas Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Sementara rombongan pelajar tersebut, belum diketahui identitasnya.

            Terkait viralnya Vidio aksi pelajar menganiaya seorang wanita paruh baya di jagad maya, Sabtu sore (19/11/2022). Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Imam Zamroni SIK, MH memberikan penjelasan pihak Polres Tapsel sigap bergerak menyelidiki para pelakunya.

AKBP Imam Zamroni membenarkan bahwa video viral kekerasan pelajar itu terjadi di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara pada Sabtu (19/11/2022). “Jadi kami tadi malam langsung mencari informasi dari kebenaran video dan betul itu di wilayah Tapanuli Selatan,” ujarnya, saat dihubungi oleh Kompas.com, Minggu (20/11/2022).

Pihaknya mengatakan telah mengamankan 6 pelaku yang berinisial IH, ZA, VH, AR, ASH dan RM. Mereka ditangkap pada Sabtu (19/11/2022) malam, tepatnya pukul 20.00 WIB. Pelaku yang saat ini masih berstatus sebagai saksi itu dipastikan masih berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tapanuli Selatan. Adapun ASH merupakan lulusan di salah satu sekolah keagamaan di Tapanuli Selatan.Dikutip dari Instagram @etalasebintaro, dalam rekaman video yang beredar, IH diduga kuat menjadi sosok yang menendang nenek tersebut.Sementara pelaku perekam video tersebut adalah ZA.  “Rata-rata ada di kelas 11 dan kelas 12. Dan usianya masih anak-anak atau di bawah umur,” katanya

Atas kejadian ini, polisi mengamankan dua unit handphone milik ZA dan IH dan sebuah sepeda motor. “Untuk barang bukti yang kami amankan antara lain, dua unit handphone milik ZA dan IH serta satu unit sepeda motor nomor polisi T 3350 BK milik RM,” kata Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni dikutip dari Instagram @polres_padangsidimpuan.

Kepada polisi, para pelaku mengaku awalnya berniat untuk memberikan rokok pada nenek tersebut. “Berdasarkan keterangan singkat yang kami dapatkan dari pelaku, pada awalnya yang berhenti di samping ibu itu berniat iseng memberikan rokok kepada ibu yang ada di video .Kebiasaannya paling suka diberi rokok. Sehingga pemuda tersebut memberikan rokok dan salah satunya mengambil video . Akan tetapi, salah satu temannya yang berada agak jauh dari posisi nenek itu tiba-tiba lari dan menendang sang nenek hingga tersungkur. Adapun motif tindakan sementara, pelaku mengaku tidak sengaja atau hanya iseng-iseng saja. Bahkan mereka mengaku tidak ada niat untuk melukai korban..”jelasnya.

Kapolres Imam juga menjelaskan aksi ini bukan kali pertama yang dilakukan para pelaku.Sebelum kejadian ini, sekira bulan September 2022 silam para pelajar ini juga pernah melakukan penganiayan terhadap korban.”Jadi sebelumnya bulan September, ada video yang sempat viral juga tapi viralnya bersamaan kemarin.Mereka memukul ibu itu dengan sebatang kayu. Pelakunya sama dan korbannya juga sama,” katanya

            Tidak hanya itu, menurut Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni, SIK, MH, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, yakni Dinas Pendidikan dan pihak sekolah tempat para pelajar yang kuat dugaan melakukan penganiayaan di dalam video tersebut.” Selain itu juga, kami akan memanggil para orang tua dan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama guna mencari solusi upaya pencegahan agar tidak terulang kembali kejadian – kejadian seperti yang ada di Video di wilayah kita ,” jelas Kapolres

Mengingat pelaku merupakan pelajar yang masih di bawah umur, pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (BAPAS) untuk pemeriksaan lanjutan.  “Untuk saat ini kami sudah berkoordinasi dengan BAPAS dan BAPAS bersiap untuk mendampingi pemeriksaan pada hari Selasa karena hari ini masih berada di luar kota dan Senin ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan,” ucap AKBP Imam.

Sembari menunggu pendampingan BAPAS, pihak kepolisian hari ini mengundang para orang tua pelaku, tokoh masyarakat, pihak SMK tempat pelajar bersekolah dan juga kepala cabang Padangsidimpuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. “Tadi pagi sampai siang kami melaksanakan koordinasi di antara mereka dan setelah memberikan statement masing-masing, karena sifatnya anak dan atensi perkara harus didampingi dengan BAPAS sehingga kami hari ini kami serahkan dulu kepada orang tua dan juga kepada pihak sekolah,” terang dia.

Untuk saat ini, semua pelaku masih dimintai keterangan sebagai saksi.  “Kita masih belum bisa menentukan pelaku dan bagaimana konstruksi perkaranya, sehingga semuanya kita akan melakukan pemeriksaan dan harus didampingi oleh petugas dari BAPAS,” tandas dia.

AKBP Imam menyampaikan bahwa pihaknya berhasil menemukan korban pada dini hari tadi, sekitar pukul 01.00 WIB. Namun berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, korban tidak bisa dimintai keterangan karena memberikan pernyataan yang berubah-ubah. Bahkan, korban juga tidak mengingat identitas dan asal dirinya. “Sehingga kami laksanakan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya secara fisik secara umum, alhamdulillah semuanya sehat normal,” tuturnya. (BERBAGAI SUMBER)***