Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Tokoh Budaya Jawa Barat & Sesepuh Kabuyutan Geger Kalong Bandung)
METODE-metode narasi historis dan evolusi genetika palsu yang diciptakan oleh kelompok-kelompok konspirasi global, jadi ancaman nyata kepada semua anak bangsa dan pewaris harta warisan leluhur. Peaktek-praktek kejahatan penipuan ekonomi lintas benua sudah tercatat sebagai dokumen sejarah kuno. Ditahun 300 Sebelum Masehi, sosok penjahat bernama Hegostratos telah menipu banyak investor yang percaya bahwa semua raja-raja di kerajaan Ophir dan Havillah diwilayan Nusa Jaya adalah kerabatnya. Hasilnya semuanya tertipu karena hasil bumi jagung, emas, perak, berlian dan mutiara yang akan diborong, tudak pernah tiba karena kapal-kapalnya diklaim tenggelam di Samudra Hindia. Ternyata armada-armada kapalnya tidak pernah menemukan wilayah kerajaan Ophir dan Havillah.
Legenda kerajaan makmur Ophir dan Havillah yang dikuasai oleh Ratu Balqis pada tahun 970 Sebelum Masehi, dikisahkan menempuh jarak 3 tahun dgn kapal laut jenis penjelajah samudera. Sosok Ratu Balqis memberikan hadiah ulang tahun untuk Nabi Sulaiman, sebagai simbol pernikahan dengan emas, perak dan berlian dari wilayah kerajaannya di Ophir dan Havillah.
Akibat penipuan klaim investasi ekspedisi laut yang dilakukan oleh Hegostratos, sosok filsuf Plato juga tertipu dengan menulis catatan palsu bahwa kerajaan Ophir dan Havillah sudah hilang ditelan ombak Samudra Hindia di tahun 300 Sebelum Masehi. Plato dalam catatannya menulis nama kerajaan Ophir sbg kerajaan Timaeus dan kerajaan Havillah sebagai kerajaan Critias. Kisah ini jadi legenda Atlantis yang hilang tahun 360 Sebelum Masehi.
Untuk memetakan sejarah penipuan tentang legenda kerajaan Atlantis, bukan cuma filsuf Plato yang tertipu. Kaisar Romawi, Pertinax juga tertipu dan dibunuh oleh sosok jenderal Julianus pada tahun 193 Masehi. Jenderal Julianus adalah komandan pasukan elit Praetorian yang menjual jabatan kaisar senilai 250 koin Emas. Kaisar Pertinax ditipu untuk menguasai wilayah kerajaan Sunda Besar dan Sunda kecil yang dilegendakan sebagai kerajaan Atlantis yang hilang ditelan sejarah.
Sosok Prabu Siliwangi sebagai Mahaprabu kekaisaran Galuh, Pakuan dan Pajaran tidak mungkin bisa diperdaya oleh kelompok-kelompok konspirasi global, seperti yang dialami oleh filsuf Plato dan Kaisar Pertinax, soal dunia Atlantis yang dihuni oleh kelompok-kelompok Sundanesia, Balinesia dan Jawanesia. Karena itulah narasi wangsit Siliwangi penuh kode dan sandi mistis yang sulit dipecahkan hingga saat ini.
“Dari mulai hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak. Tapi suatu saat akan ada yang akan mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, tapi menelusurinya harus memakai dasar. Tapi sayangnya yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan berlebihan kalau berbicara “…Cag!@Abah Yusuf//Doct-Kabuyutan








Komentar