oleh

Warga Lingkungan RW 15 Pataruman Laksanakan Salat Idul  Adha 1446 H di Halaman Masjid Nurul Iman

Banjar LINTAS PENA— Warga  Lingkungan RW 15, Kelurahan dan Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, melaksanakan Salat Iduladha 1446 Hijriah/2025 Masehi di halaman Masjid Nurul Iman, Jumat pagi (6/6/2025).

Pelaksanaan salat dimulai pukul 06.40 WIB. Acara dibuka oleh ustadz Sony Ansruloh. Sebagai pengatur acara bertindak sebagai imam Ustadz Hendriana dan khotib Ustadz Nandang, berlangsung dengan khidmat. Para jamaah yang datang dari berbagai usia—mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua—memadati halaman masjid sejak pagi hari.

Ketua DKM Masjid Nurul Iman  Mulyana yang mewakili Wali Kota Banjar dalam sambutan tertulisnya mengatakan bahwa Salat Iduladha tahun ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi warga sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Marilah kita mengenang kembali sejarah idul adha atau idul Qurban didalamnya terdapat peristiwa besar yaitu penyembelihan Ismail oleh ayah handanya nabi Ibrahim alaihi salam.

Perintah penyembelihan ini merupakan ujian atas ketaatan Nabi ibrahim alaihi salam kepada allah swt. Yang kini telah menjadi bagian dari syariat islam yang diimplementasikan dengan penyembelihan hewan Qurban berupa hewan ternak seperti sapi kerbau unta kambing atau biri biri.

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita betapa tidak Nabi ibrahim alaihi salam yang telah menunggu kehadiran buah hatinya  selama ber,tahun tahun diuji oleh allah swt supaya menyembelih putra tercintanya sendri peristiwa ini menuntut nabi ibrahim alaihi salam untuk memilih antara melaksanakan perintah allah swt atau mfmpertahankan buah hatinya dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahnya sebuah pilihan yang cukup berat namun karena didasari ketakwaan yang kuat perintah allah swt itu pun dapat dilaksanakannya dan pada akhirnya nabi ismail alaihi salam tidak jadi di sembelih tetapi diganti oleh allah swt dengan seekor kambing yang besar.Kisah mengharukan ini diabadikan dalam Al-Qur’anSurat as saffat ayat 103-107 yang artinya.Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia  (ibrahim) meletakan pelipis anaknya diatas gundukan (untuk melaksanakan perintah allah swt ) lalu kami panggil dia wahai ibrahim sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu.sesungguhnya demikianlah kamu memberi balasan kepada orang orang yang berbuat kebaikan sesungguhnya ini benar benar ujian yang nyata dan kami menebusnya dengan seekor (Hewan) sembelihan yang besar.Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada tuhannya.

Nabi ibrahim alaihi salam mencintai allah swt melebihi segalanya termasuk darah dagingnya sendiri kecintaan Nabi lbrahim alaihi salam terhadap putra kesayangannya  tidak menghalangi kecintaan dan ketaatannya  kepada Allah SWT.Karena kecintaan kepada allah swt inilah maka nabi ibrahim alaihi salam di Beri gelar Kholilullah (Kekasih Allah).Model ketakwaan nabi ibrahim alaihi salam ini merupakan ketakwaan yang sejati yang harus kita teladani dalam kehidupan se hari hari.ujarnya.

Dalam khutbah Iduladha, khatib ustad Nandang menyampaikan pesan tentang pentingnya meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan Nabi Ismail Alaihi Salam serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Usai salat, panitia kurban bersama warga melanjutkan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak 2 ekor sapi yang sudah disiapkan hasil dari patungan sejumlah 14 orang.warga Rw 15.Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada warga sekitar, termasuk keluarga kurang mampu.

Perayaan Iduladha di RW 15 Pataruman berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Warga berharap semangat pengorbanan dan solidaritas ini dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

:Harapan kami selaku panitiya kegitan kurban ini bisa berlanjut tanpa putus dan kami meng himbau kepada warga mari kita lanjutkan kegiatan seperti ini untuk kurban tahun yang akan datang”ajaknya.(AJAT SUDRAJAT)****

Komentar