oleh

1.715 Guru Raudhatul Athfal Se Kabupaten Tasikmalaya Ikuti Pelatihan Manasik Haji

“Meningkatkan Pemahaman Tatacara Ibadah Haji Pada Guru RA Sebagai Bekal KBM Yang Kontektual”

Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA—-Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Tasikmalaya pada hari Sabtu 24 Januari 2026 telah melaksanakan kegiatan pelatihan manasik haji bagi guru Raudhatul Athfal (RA) Se Kabupaten Tasikmalaya yang bertempat di Gedung Islamic Center Jalan Bypas Bojong Koneng Singaparna.Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Dr.H.Asep Barhia S.Ag.,M.Pd.I . Hal itu dijelaskan  Dr.Depon Nurul Aida S.Ag.,M.Pd Ketua PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya kepada LINTAS PENA usai acara kegiatan.

Plt KepL Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Dr.H.Asep Barhia S.Ag., M.Pd.I mengatakan dalam sambutannya bahwa kegiatan manasik haji bagi guru RA ini memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman keagamaan anak sejak usia dini.”Manasik haji bukan sekedar praktik ibadah tetapi juga sarana pendidikan karakter,disiplin dan kebersamaan.oleh karena itu guru RA perlu memiliki pemahaman yang benar agar nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan pada anak-anak Usia dini.  Kami berharap agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh peserta.

Dr.H.Asep Barhia S.Ag., M.Pd.I berharap kepada seluruh guru RA dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.

Diakhir sambutannya  Plt Kepala Kemenag Dr. H.Asep Barhia S.Ag.M.Pd.I menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pelatihan manasik haji ini.”Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi.Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan RA di kabupaten Tasikmalaya pungkasnya.

Sementara itu, ketua PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya Dr.Depon Nurul Aida S.Ag., M.Pd menjelaskan bahwa jumlah  peserta yang ikut pelatihan manasik haji yang juga merupakan guru guru Raudhatul Athfal se kabupaten Tasikmalaya sebanyak 1.715 adapun maksud dan tujuan di selenggarakannya acara ini untuk mengkontruksi pengetahuan guru tentang proses perjalanan haji dengan harapan guru bersama murid mengaplikasikannya di lembaga masing-masing dan dapat merefleksikan nilai-nilai perjalanan ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari

 “Sesuai dengan KMA 1503 Tahun 2025 bahwa madrasah dalam hal ini Raudhatul Athfal ( RA) Mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam dengan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) Sehingga pengetahuan tentang ibadah haji bukan hanya sekedar pemahaman konsep tetapi dapat direflesikan secara kontekstual”.jelasnya singkat.(ADE BACHTIAR ALIF)*

Komentar