Oleh: H.Agus Pakpahan (Rektor IKOPIN)
DALANG: (Suara khidmat) Heeemmm…! Setelah melalui proses rehabilitasi yang berhasil, tibalah saat yang penuh makna – upacara pergantian nama sebagai simbol kelahiran baru!
[Panggung menunjukkan aula Pengadilan Agung yang dihiasi bunga, dihadiri semua karakter]
SELINGAN LAGI: Dangdang Gula
https://youtube.com/clip/UgkxOku4SEqGzVdduRxjHhXiwcD0jyKQ-ODC?si=F9rcRk1BMNgBO5LH
BABAK 1: PERMOHONAN RESMI
BUTO BULE: (Bersujud di depan hakim) “Yang Mulia, kami mohon izin mengganti nama. Nama lama mengingatkan pada masa kelam kami.”
BUTO IJO: “Kami ingin memulai hidup baru dengan identitas baru yang mencerminkan transformasi kami.”
HAKIM AGUNG: (Bijaksana) “Permohonan kalian kami dengar. Ini adalah bagian dari proses rehabilitasi.”
BABAK 2: MUSYAWARAH PEMILIHAN NAMA
SEMAR: “Mari kita cari nama yang penuh makna baik.”
KRESNA:”Nama adalah doa. Pilihlah yang mencerminkan nilai-nilai koperasi.”
ARJUNA: “Bagaimana nama yang mencerminkan semangat membangun?”
SRIKANDI:”Atau nama yang berarti perdamaian dan persaudaraan?”
CEPOT: (Usul spontan) “Gimana kalau namanya… Dodo dan Dadang? Itu nama baik!”
GARENG:”Nek… nek Dodo itu artinya apa, Cepot?”
DAWALA: (Tertawa) “Bukan begitu, Gareng. Mari kita pilih nama yang bermakna dalam!”
BABAK 3: USULAN NAMA BARU
BUTO BULE: “Saya ingin nama yang berarti ‘pembangun’ atau ‘penyembuh’.”
BUTO IJO:”Dan saya ingin nama yang berarti ‘sahabat’ atau ‘perekat’.”
KRESNA: (Setelah merenung) “Bagaimana dengan:
· Budi Darma untuk Buto Bule, artinya ‘perbuatan baik’
· Saudara Karta untuk Buto Ijo, artinya ‘saudara yang berkarya'”
SEMAR: (Mengangguk setuju)
“Nama yang bagus! Penuh makna luhur!”
BABAK 4: PROSES HUKUM
PANITERA PENGADILAN: “Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan permohonan dikabulkan!”
HAKIM AGUNG:”Dengan ini, Buto Bule secara resmi berganti nama menjadi BUDI DARMA!”
BUTO BULE: (Dengan air mata) “Terima kasih! Saya berjanji akan mengisi nama baru ini dengan perbuatan baik!”
HAKIM AGUNG: “Dan Buto Ijo berganti nama menjadi SAUDARA KARTA!”
BUTO IJO: (Terharu) “Saya akan menjadi saudara sejati bagi semua anggota koperasi!”
BABAK 5: UPACARA SYUKURAN
[Upacara adat digelar dengan tarian dan musik tradisional]
SEMAR: (Memimpin doa) “Dengan nama baru, semoga kalian menjadi manusia baru yang membawa kebaikan!”
KRESNA:”Lupakan masa lalu, raihlah masa depan yang cerah!”
SEMUA KARAKTER: (Bersama-sama) “Selamat datang Budi Darma! Selamat datang Saudara Karta!”
BABAK 6: MAKNA SIMBOLIS
BUDI DARMA: “Nama Budi Darma akan saya artikan sebagai komitmen untuk selalu berbuat baik (budi) dan mengabdi (darma) pada koperasi!”
SAUDARA KARTA: “Dan saya akan menjadi saudara (saudara) yang selalu berkarya (karta) untuk kemajuan bersama!”
BABAK 7: DOKUMEN BARU
PANITERA: “Ini akta kelahiran baru, KTP baru, paspor baru, dan kartu anggota koperasi dengan nama baru!”
ARJUNA:”Semua dokumen lama sudah dimusnahkan. Mulai hari ini, yang ada hanya Budi Darma dan Saudara Karta!”
BABAK 8: PENERIMAAN MASYARAKAT
PETANI 1: “Selamat, Pak Budi! Selamat, Pak Saudara!”
PETANI 2:”Kami siap menerima kalian dengan tangan terbuka!”
SENGKUNI & DORNA: (Dari kejauhan) “Mereka benar-benar berubah… Mungkin kita juga harus…”
SABDA SEMAR PENUTUP:
Hari ini kita saksikan
Kelahiran kembali
Dari kegelapan menuju terang
Dari kesalahan menuju penebusan
Budi Darma dan Saudara Karta
Adalah bukti nyata
Bahwa setiap manusia
Bisa berubah menjadi baik
Mari kita dukung mereka
Mari kita beri kepercayaan
Untuk membangun KPDN
Untuk membangun Pandawa!
[DALANG: Demikianlah episode penuh haru tentang kelahiran baru! Nama adalah doa, dan mereka telah memilih doa yang baik untuk sisa hidup mereka!]
(BERSAMBUNG)







Komentar