Nusa Tenggara Timur, 15 September 2026 — Gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 menyebabkan korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan permukiman masyarakat serta infrastruktur dan sarana prasarana. Bencana tersebut turut mengganggu aktivitas serta kehidupan dan penghidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Kondisi tersebut ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana gempa bumi berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Produksi Sungai Pakning menyalurkan bantuan sosial melalui Lembaga Islamic Medical Service (IMS) untuk mendukung penanganan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Bantuan tersebut mencakup dukungan obat-obatan serta layanan kesehatan melalui tenaga medis yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dan bidan. Dalam pelaksanaannya, layanan medis telah menjangkau 753 pasien. Selain layanan kesehatan, dukungan kemanusiaan juga diwujudkan melalui Dapur Bencana bagi 250 orang serta Layanan Psikososial bagi 257 masyarakat terdampak bencana.
Bantuan CSR Pertamina Sungai Pakning tersebut diserahkan kepada pihak terkait melalui Lembaga Islamic Medical Service (IMS) untuk selanjutnya mendukung penanganan masyarakat terdampak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Manager Production Kilang Sungai Pakning menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi bencana sekaligus bagian dari komitmen Pertamina untuk turut mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.
“Kami turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, khususnya kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Duka yang dirasakan masyarakat terdampak juga menjadi duka bagi kita semua sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam melewati masa tanggap darurat, serta menjadi bagian dari dukungan bagi masyarakat untuk segera bangkit dan memulihkan kembali kehidupan serta penghidupannya,” ujarnya.
Melalui dukungan tersebut, Pertamina Sungai Pakning berharap masyarakat terdampak dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial selama masa tanggap darurat. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan dan pemulihan masyarakat pascabencana.(MAHIR RITONGA)***








Komentar