ROMO SIGIT WIDODO panggilan akrab Drs.R.Sigit Widodo Nugrohadi,MM seorang kolektor sejati batu pusaka asal Purworejo ini, karena lebih dari 30 tahun mengoleksi ribuan jenis batu akik teutama batu akik pusaka yang punya nilai jual tinggi, juga dikenal sebagai pimpinan Padepokan Rangga Wijaya.
Romo Sigit ini pun dikenal sebagai spiritualis sejati yang mumpuni dan berprestasi dikenal di kancah supranatural Indonesia, tergabung dalam wadah Forum Kekuarga Paranormal dan Penyembuhan Aternatif Indonesia (FKPPAI ), sehingga dia pun membuka praktek pengobatan medis dan non medis yang pasiennya ribuan berasal dari berbagai kota.
Pria kalem berkumis keturunan dari PB 3 Keraton Surakarta ini mengaku banyak belajar dari alam semesta,terutama lingkungan hidup di sekitarnya. Petuah sepuh menjadi pegangan hidupnya dalam mengarungi kehidupan ini.

“Petuah atau nasehat orangtua dulu sangat melekat pada diri saya dan memang benar adanya. Petuah sepuh penuh makna untuk menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini. Para sesepuh tempo dulu selalu memesankan atau memberikan nasehat/ petuah kepada anak cucunya agar memegang teguh ILMU PADI yakni “Makin butir padi berisi, maka tangkainya makin merunduk,” .Artinya; Semakin TINGGI _ilmu_ yang dicapai seseorang, janganlah membuat dirinya SOMBONG , tetapi harus semakin RENDAH HATI “ungkap Romo Sigit Widodo kepada LINTAS PENA

Romo Sigit Widodo pun memaparkan beberapa jenis tanaman sering pula dijadikan BEKAL kehidupan manusia, seperti:
POHON PISANG
Pohon pisang selalu hidup berkelompok dalam satu rumpun keluarga dengan saling berdekatan satu sama lain, agar bisa saling MENGUATKAN.
Dari seluruh bagian pohon pisang , semuanya dapat DIMANFAATKAN orang. Bahkan mereka BERBUAH , bukan untuk dimakan sendiri, tetapi justru dipersembahkan untuk KENIKMATAN orang lain.
Pohon pisang juga selalu memikirkan terjadi regenerasi, dengan menumbuhkan tunas-tunas sebelum mereka _mati_
POHON KELAPA
Pohon kelapa juga demikian, semua bagian POHON dapat dimanfaatkan orang lain. Berbuah juga _dipersembahkan_ untuk orang lain, di samping untuk regenerasi . Dari segala jenis tanaman hanya satu hal pembelajaran yang di berikan kepada manusia, yaitu KESABARAN untuk mau menerima segala hal yang menimpa diri mereka. Mereka tidak akan lari dan menghindar ; Mereka harus MENERIMA segala _perlakuan_ dengan IKHLAS dan _apa adanya_. Diperlakukan dengan BAGUS bahkan DIMANJA sekalipun, mereka tidak menjadi lupa daratan ; Diperlakukan jelek , bahkan dirusakpun , mereka terima
BENALU

Meskipun BENALU itu suka mendompleng pada kehidupan pohon lain, tetapi ternyata masih ada juga yang BERMANFAAT. Benalu dicari orang, karena dapat bermanfaat untuk obat kanker Jadi _sejelek-jeleknya_ orang, kadang-kadang kita masih bisa menemukan sisi baiknya.
“Dari hal-hal tersebut di atas ini mengajarkan kita agar lebih arif dalam menilai seseorang. Nasehat orangtua dulu sarat dengan makna bagi kita meski zaman sekarang makin modern, karena ajaran/didikan mereka tak akan lekang oleh zaman.Salam Rahayu”pungkasnya. (REDI MULYADI)***








Komentar