Penulis : Miswita (Guru SMPN 1 Bathsol)
Seluruh warga SMPN 1 Bathin Solapan melakukan kerja bakti di lingkungan sekolah, Sabtu ( 18/12/2021 ) mulai dari dalam kelas, halaman depan dan belakang kelas, halaman kantor, halaman Lab, dan taman terbuka hijau. Selain kegiatan bersih-bersih, diadakan juga penanaman bunga, pohon serta sayur-sayuran di depan perpustakaan.
Kepala SMPN 1 Bathin Solapan Dr.H Syahbuddin,M.A, mengatakan, “Kegiatan ini diadakan secara berkala dalam rangka menghadapi calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten.’ Dengan adanya kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan penanaman bunga, sayuran serta pohon akan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, indah dan rindang serta menambah nilai plus persiapan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten,” beliau menambahkan “Adiwiyata merupakan wadah untuk pelestarian lingkungan yang berskala kecil tapi berdampak besar terhadap lingkungan SMPN 1 Bathin Solapan dan sekitarnya.”
Yeni Rizarti sebagai Ketua Adiwiyata menyatakan, “Tujuan Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.
“Program Adiwiyata harus berdasarkan norma-norma Kebersamaan, Keterbukaan, Kejujuran, dan Keadilan, serta Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.”

Dengan dilaksanakannya kegiatan kerja bakti di sekolah secara rutin atau berkala, cepat atau lambat diharapakan peserta didik SMPN 1 Bathin Solapan dapat menumbuh kembangkan kesadaran dirinya secara individu maupun kelompok akan pentingnya kebersihan lingkungan sekolah dan menambah nilai solidaritas juga memupuk kerja sama antar tim. Bahwa kebersihan lingkungan sekolah adalah tanggung jawab bersama dan bila kesadaran, kepedulian itu sudah tertanam dalam masing-masing peserta didik akan menjadi perilaku yang baik karena mereka sadar dan peduli bahwa menjaga kebersihan adalah kebutuhan bukan kewajiban. Sehingga jika hal tersebut sudah tertanam dalam mindset mereka, peserta didik akan menjalankan tugas menjaga kebersihan lingkungan dengan sepenuh hatinya, sepenuh cinta, tulus ikhlas, dan tanpa beban.
Bila lingkungan sekolah bersih suasana jadi segar, nyaman dan aman dalam belajar juga bakal terbebas dari ancaman penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya.
Untuk peristiwa seperti ini peserta didik mesti diberi teguran,pengertian, pemahaman mengenai betapa kebersihan lingkungan sekolah adalah prioritas utama, bila perlu guru, staf tata usaha termasuk kepala sekolah yang memberi contoh di lingkungan sekolah, di dalam kelas maupun di luar kelas membersihkan lingkungan sekolah bila ada sampah yang berserakan.(









Komentar