TASIKMALAYA—Pada hari Senin siang 06 Juli 2026, Ketua Umum Majelis Adat Budaya Sunda (MASDA) Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN mengunjungi Kampung Naga di Desa Neglasari Kec.Salawu Kabupaten Tasikmalaya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan proyek revitalisasi sejumlah situs sejarah dan kawasan adat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk di Kampung Naga yang dimulai pada bulan Mei 2026 yang lalu. Kunjungan silaturahmi Abah Anton diterima langsung sesepuh Abah Tajudin dan Kang Redi
”Adapun proyek revitalisasi sejumlah situs sejarah dan kawasan adat tersebut sebagai tindak lanjut dari komitmen Gubernur Kang Dedi Mulyadi untuk melestarikan sekaligus mengenalkan kebudayaan lokal ke masyarakat.”ungkap Abah Anton panggilan akrab mantan Kapolda Jabar ini.
Abah Anton mengatakan, adanya revitalisasi Kampung Naga ini berawal dari Ngabako (ngobrol ngalor ngidul) dirinya selaku Ketua Masda Jabar bersama para sesepuh kampung adat tersebut. Abah Anton kemudian menyampaikannya kepada Gubernur KDM. Pada acara karnaval Mahkota Binokasih, KDM pun berkunjung ke Kampung Naga dan menampung keluhan warga masyarakat, kemudian meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan untuk mengindentifikasi titik budaya yang membutuhkan rehabilitasi bangunan fisik dan pemberdayaan sosial. ”Alhamdulillah, cepat respon untuk segera melakukan revitalisasi kawasan adat Kampung Naga di Tasikmalaya, yang kini sedang berjalan.”jelas.
Sementara itu, Kang Redi mewakili sesepuh Kampung Naga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi cepat tanggap dan merespon keluhan yang selama ini dialami masyarakat kampung adat di Tasikmalaya ini, mulai dari ancaman banjir kiriman yang merusak hutan garapan dan sawah, tingginya harga bahan material adat (seperti ijuk untuk atap), hingga penataan ulang pariwisata yang sempat memicu penutupan sementara untuk wisatawan.”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Kang Dedi Mulyadi yang telah peduli terhadap kawasan kampung adat,khususnya Kampung Naga.Juga terima kasih kepada Abah Anton yang selama ini memperhatikan keberadaan Kampung Naga,”ungkapnya.
Abah Anton menambahkan,selain perbaikan infrastruktur fisik di Kampung Naga, tujuan revitalisasi ini bertujuan untuk menyentuh aspek penguatan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat adat setempat. Sehingga, penataan destinasi berbasis kearifan lokal ini mampu mendongkrak kunjungan pariwisata yang berdampak langsung pada pendapatan warga.“Lalu membantu masyarakat setempat untuk kesejahteraan ekonomi dan sosialnya,” pungkas mantan Kadiv Humas Polri ini. (REDI MULYADI)****













Komentar