Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung dan Tokoh Budaya Sunda)
PRAMENTASI politik global, selalu diwarnai oleh dua hal yang secara diametral bertolak belakang. Ada dua kekuatan yang mempengaruhi pada harmoni penduduk bumi. Pertama kekuatan Illahiyah (Tuhan, Gusti), kedua kekuatan Iblis ( Setan, Dajal, Dajalla). Kekuatan Illahi, membawa pesan langit, yang disampaikan para utusan, nabi-nabi, rasul rasul, manusia suci, wali-wali, sunan-sunan, Ayatullah (‘Ulama Faqih), kesemuanya adalah yang menjaga kesucian diri dan mengantarkan manusia dari alam kegelapan pada cahaya Illahi. Kekuatan Setan yang membawa manusia dari alam cahaya pada kegelapan ( Kebodohan, keserakahan, kriminal, jahat, jahil, kekufuran, kemunafikan, kefasikan, tidak amanah, khianat , menipu, berdusta, haus kekuasaan, haus darah).
Para sosioantropoligi, memberikan catatan, bahwa awal mula sejak generasi pertama anak Adam As. Qabil orang pertama yang menentang kemulyaan kemanusiaan, yakni saudaranya, Habil, dibunuh, karena alasan harta, tahta dan wanita. Pewaris genetik Qabil (Kabalah) terus berlanjut. Ibrahim as ditentang oleh Nabuz LA; Musa as ditentang oleh Fir’aun LA; Isa as ditentang oleh Herodes LA; Muhammad SAW ditentang oleh Abu Jahal LA; Imam ‘Ali as ditentang oleh Muawiyah LA; Imam Husein as dinteng oleh Yazid LA; Imam2 ditentang oleh dua dinasti , Muawiyyah LA dan Abassyiah LA. Lamanya penentangan, perlawanan dari Nabi Muhammad saw hingga Ghaibah Imam Muhammad al Mahdi afs , Imam ke 12 , dari Abad ke 7 M sedang Abad 10 M, 3 abad lamanya.
Pengaruh peradaban, sebagian sejarawan berpendapat, bahwa peradaban dimulai dari Nusantara. Plato menyebutkan bahwa Peradaban dimulai dari Nusantara (SUNDA KUNO). Sebagian riwayat, sejak Salaka Nagara, Taruma Nagara, telah mengikuti Ajaran Ibrahim as (Ibrahimik, Brahmana; Ismaili),Pajajaran Raya (Nusantara) sejak Sribaduga Rakeyan Sancang/ Syekh Malik Abdullah Hind ( Sahabat Nabi saw di Nusantara ) telah mengikuti Agama Muhammad (Muhammadan, Muhammaden, pengikut Muhammad, Syiah Muhammad), yakni pada Abad 6-7 M. Pajajaran Raya diteruskan oleh Prabu Jaya Dewata/ Syayyid Jamaluddin al Kubra/Syekh Jumadil Kubra, pada Abad 13 M (1218 M), Galuh, Pakuwan, Galuh-Pakuwan- Pajajaran / Pajajaran Anyar, 1459 M -1557 M, yakni Prabu Raga Mulya Suryakancana , yang tilem/ moksa di Sancang (Garut).
Ayat-ayat Setan yang ditulis oleh Salman Rusdie, dengan tujuan menghina dan meruntuhkan marwah Rasulullah Muhammad SAW , menuai badai kecaman dari kaum muslimin sedunia, saat yang sama pemimpin Spiritual Iran, Imam Khomaini, memfatwakan supaya Salman Rusdie dihukum mati, mendengar fatwa tersebut Ayat Setan Rusdie ketakutan hingga dia mengoperasi wajahnya agar tidak diketahui oleh pasukan Ayatullah yang akan mencabut nyawanya.
Tahun 2026 M, seorang agresor, Dajjala Trump telah merudal rumah seorang Ayatullah Syayyid Ali Khamanei qs dan anak cucunya, serata anak sekolah yang masih belia, sampai Beliau Syahid. Rakyat Iran marah, karena pemimpin tertingginya dibunuh oleh Dajjala Trump. Ayatullah Mujtaba Khamanei, putra keduanya, menuntut balas atas kesyahidan ayahnya, dan Dajjala Trump harus mati. Hutang nyawa bayar nyawa. Proposal damai dari Dajjala Trump ditolak, karena isi perjanjian melecehkan seorang Syahid.
Para pendukung AyatSetannyahu dan Dajjala Trump, mereka makin ketakutan dan sebagian besar mereka berbelot mendukung Ayatullah. Sebagian besar warga AS dan anggota Senator mendesak agar Dajjala Trump mundur dari jabatan Presiden. Anggita senat yang mendesak agar peperangan segera dihentikan dan mendesak Dajjala Trump mundur dari jabatan presiden AS dibunuh. Rakyat AS makin marah pada Dajjala Trump.
Ayatullah vs Ayatsetan . Ayatullah Ali Khamanei vs SetanNyahu- Dajjala Trump. Fakta sejajarah peradaban Modern, Ayatullah Ali Khamanei memperjuangkan dan menegakan keadilan dengan kemanusiaan, dalam Pancasila disebut pada Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sedang SetanNyahu dan Dajjala Trump, adalah yamg merusak peradaban kemanusiaan , merampas kedaulatan negara lain, genosida, agresor, menjajah untuk eksploitasi minyak, gas, emas, uranium (bahan nuklir) dari negara lain dan diperlakukan sebagai negara jajahan. Termasuk NKRI.
Ketika bendera merah sudah dinaikan oleh Ayatullah, maka simbol perlawanan terhadap mereka yang anti kemanusiaan, telah digelorakan dimuka bumi. Pangkalan-pangkalan militer AS yang berada dikawasan Timur Tengah dihancurkan oleh pasukan Ayatullah, IRGC, Hizbullah, Houthi, dab Muqawama. Vladimir Putin, Ramdzan Kadirov, Kim Jong Un, serta Xi Jimping, ikut mendukung pasukan Ayatullah. Semua pendukung Ayatullah masing masing mengeluarkan senjata dan jurus pamungkasnya untuk menghancurkan AyatSetannyahu dan Dajjala Trump.
Perang panjang akan berlanjut, dan negara negara dimuka bumi akan kena dampak. Perang Baratayudha terulang kembali. Kisah Mahabarata jadi Fakta. Perang KARBALA, spiriit Imam Husein bin Ali as telah Menyala. Para pengikut Ayatullah yang ada ditiap negara segera nangkit. Para Muhammadan , yang ada di Nusantara, kakikiri mereka di Karbala dan kaki kanannya menancap di Nusantara.
Kurusetra terjadi disetiap belahan bumi, para kesatria bangkit untuk melawan, memangkas Agresor, AyatSetanNyahu-Dajhala Trump dimanapun mereka berada.
Para analis, boleh boleh saja mereka berkomentar sesuai kacamata masing0masing. Mereka lupa sejarah peperangan akibat dari perilaku Pewaris Generasi Qabil, Kabalah yang rakus, serakahnomic, yang mereka agungkan kekuasaan, tahta, harta dan …Cag!@Abah Yusuf//Doct#KABUYUTAN















Komentar