
Oleh : Ali Assegaf
DIKSI
Islam yang diturunkan nabi muhamad saww ditengah masyarakat ummi (iliterat) – memastikan islam memiliki diksi yang baru dalam kosa-katanya dalam menjelaskan topik-topik. Selain islam justru terkadang menggunakan kosa kata islam untuk memberi arti menurutnya, namun peneliti akan tetap mendapatkan diksi islam punya artian tetap tidak berubah dengan zaman, sehingga tidak pernah dapat dibelokan atau disimpangkan.
Umat terpimpin, masyarakat terpimpin, demokrasi terpimpin – tidak pernah ada dalam diksi Islam. Hubungan ummat dengan pemimpin menjelaskan eksistensinya juga berbeda dengan semua yang mengklaim islam atau lainnya. Secara definitif – Pemimpin tidak memerlukan ummat, dan pemimpin yang ditinggalkan ummatnya juga tak kehilangan status kepemimpinannya. Karena pemimpin tidak diukur dengan ummat, tetapi diukur seberapa dekat pemimpin dengan Tuhan dengan parameter keilmuan, keadilan dan kefaqihan.
Berbeda dengan ummat, terkecil saat menjadi makmum solat, si makmum wajib menilai sang imam sholatnya, menilai keadilan imamnya prasyarat si makmum menjadi sah bermakmum. Itu sebabnya istilah – ummat yang terpimpin – atau masyarakat terpimpin bukan dari islam. Kata ini hanya menjadikan ummat itu ternak dari pemimpin yang hakekatnya penguasanya.
Tentu semua merujuk pada pribadi Rasul dan ahl bait as, dalam hal ini Karbala – malam sepuluh muharam hakekatnya penjelas yang terang benderang, bahwa al-Husain ingin menunjukkan pada setiap kita dan dunia, bahwa kesetiaan sahabatnya dibebaskan dari taklif, namun kesetiaannya memukau setiap orang dan sejarah. Inilah ISLAM, imam bukan hanya mejaga islam tetapi imam berdiri sebagai ISLAM.
Taat Bukan Karena Rasa Takut
Setiap klaim atas nama islam, organisasi atas nama islam, atau ahl bait as setiap kita wajib meneliti, tidak boleh kita diam dan tidak kritis terhadapnya. Rasul yang jarang menampilkan mukjizat, itu karena sang Rasul tidak ingin masyarakat itu takut dan mengikuti beliau atas rasa takut ini. Beda dengan parpol, ormas yang bisa jadi menyebut pengesahan pemimpin yang klarifikasinya bukan hanya sulit, tetapi juga tidak berarti dengan tujuan agar ummat dalam bingkai yang dikurung agar tidak lompat.
Bentuk lain, bisa jadi untuk menjaga masyarakat, ummat – perlu dihembuskan kata : ummat terpimpin, masyarakat terpimpin yang itu hakekatnya hanya untuk mendorong terror psikologis menjaga ummat agar tidak keluar dari komunitasnya. Cara-cara begini pernah dilakukan oleh faham komunis dan marxis untuk mencapai tujuannya. Islam sesekali tidak melakukan itu sejak zaman nabi, hingga saat ini.
Bagaimana Islam Dijaga ?
Pada beberapa tulisan saya sudah saya sampaikan, islam dijaga dengan istilah ad-dzikra
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesungguhnya kami (Allah) yang menurunkan ad-dzikra dan kami yang menjaganya.
Jika ada ayat penjagaan ini, harusnya kita peka’ ayat-ayat apa yang jadi peran kita sebagai ummat yang berkaitan juga terjaga – atau dzikra ini. Ayat tersebut adalah
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya aku adalah Allah – tiada Tuhan selain aku – sembahlah Aku dan Tegakan sholat untuk dzikirKu
Jelas bahwa konsep ISLAM adalah Iqamatus sholat yang menjamin perlindungan, penjagaan. dan karbala’ mencerminkan hubungan imam dan sahabat alhusein as dengan Iqamatus sholat ini. Bukan klaim ummat terpimpin yang tak pernah saya dapati dalam literatur islam ahl bait as ini.
Umat Merdeka
Imam beriman masyarakat dapat secara merdeka ummat akan mengikuti makrifat dirinya, dimulai dengan pelatihan sholatnya, memilih imam sholatnya, hingga memanifestasikan huseiniah adalah amar makruf nahi ani mungkar secara sosial ini.
Tak ada imam sholat yang disahkan untuk 5 tahun sehingga ummat disebut ummat terpimpin oleh pengesahan ke publik, pada saat ummat melihat imamnya berubah kehilangan syarat imam solat – maka saat itu, tak boleh solat dibelakangnya. Betapa dinamisnya islam – sehingga masyarakat islam adalah masyarakat yang dikendalikan oleh Iman pada Allah swt dengan sistem kemandirian ini. dan untuk tujuan masyarakat seperti ini imam mahdi ajf akan muncul.(****





Komentar