oleh

Bila Megathrust Melanda

Penulis: Penuntut Ilmu (Dikoreksi oleh: Ustadz Wukir  Abu Abdilfattah Lc, M.Pd)

‎بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

AKHIR-AKHIR ini kita sering membaca dan mendengarkan peringatan dari BMKG tentang gempa dan tsunami yang diperkirakan tinggal menunggu waktu saja terjadinya…

Sebuah fenomena alam yang diteliti dan dipelajari oleh para ahlinya secara akurat dan ilmiah merupakan tanda² kebesaran Allâh Ta’alaa yang Maha Perkasa maka tidak terlarang untuk kita siaga…

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,” (QS. Az-Zalzalah: 1)

Panik…?

Kalut…?

Takut…?

Tentunya iya karena sebagai manusia kita tidak lepas dari perasaan lemah yang telah Allâh anugerahkan…

Tapi rasa takutnya orang yang beriman tentulah berbeda dengan rasa takutnya orang fasik dan kafir yang jelas mereka akan merugi…Rasa takutnya orang beriman diiringi dengan rasa tawakkal dan sabar karena percaya taqdir Allâh adalah yang terbaik bagi semua hamba-Nya dan ada Surga yang penuh kenikmatan sebagai balasannya…

Kerusakan dan kebinasaan yang disebabkan oleh gempa beserta tsunami sudah pernah berkali-kali kita saksikan di negeri ini, betapa sia² dan tidak berharganya harta benda yang ada akan kita biarkan musnah begitu saja karena nyawa kita lebih utama untuk kita selamatkan…

Dan banyak juga kisah² menakjubkan yang kita baca bahwa di tengah bencana Allâh menjaga apa² yang dikehendaki-Nya tidak tersentuh oleh murkan-Nya…

Sunggu Maha Besar Allâh Pencipta a’lam semesta…

Sebelum harta benda kita musnah tiada berguna maka tidak merugi bila sebagiannya kita investasikan untuk akhirat kelak selagi ia ada di sisi kita jangan sampai hilang lenyap ditelan bencana barulah kita menyesalinya…

Allah Ta’ala berfirman,

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS. An Nahl: 96).

Segala sesuatu yang kita miliki pasti akan sirna, baik diri kita sendiri, keluarga dekat kita, dan harta kita. atas, “Pahala di sisi Allah untuk kalian di surga yang akan kekal, tidak terputus, tidak akan lenyap, dan tidak akan hilang.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 4: 710).

Takutnya seorang mukmin adalah takut ibadah yaitu takut yang disertai pengagungan kepada Allah Al Qohhaar Dzat yang maha Memaksa seluruh alam semesta ,Yang seluruh makhluk tunduk kepada Nya ,tidaklah benda bergerak dan diamnya kecuali dengan izin-Nya.

{ وَهُوَ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦۖ وَیُرۡسِلُ عَلَیۡكُمۡ حَفَظَةً حَتَّىٰۤ إِذَا جَاۤءَ أَحَدَكُمُ

ٱلۡمَوۡتُ تَوَفَّتۡهُ رُسُلُنَا وَهُمۡ لَا یُفَرِّطُونَ }

Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya dan mereka tidak melalaikan tugasnya.[Surat Al-An’am: 61]

Dengan rasa takut kepada Nya maka akan membuat kita meninggalkan maksiat dan mengobarkan semangat untuk bermal sholih menyiapkan bekal untuk hari akhir.

حفظه الله تعالى

Komentar