NAPOLEON BONAPARTE, melantik adiknya, Louis Napoleon sebagai penguasa Kekaisaran Perancis di Kerajaan Belanda dan wilayah Hindia Belanda, pada tahun 1806 Masehi. Pemimpin De Heeren Zeventien XVII ( Dewan pimpinan direktur pemegang saham VOC dari 17 Provinsi Belanda), secara rahasia berhasil mengusulkan sosok Deandels jadi Gubernur Perancis di Hindia Belanda.
Di kantor pusat De Hereen Zeventien XVII di Amsterdam, ada ruang rahasia yang menyimpan semua dokumen JACATRA dan VOC. Pintunya ada 17 kunci gembok yang dipegang oleh 17 anggota dewan pimpinan 17. Setelah berhasil melobi Lois Napoleon, dan menyerahkan semua dokumen saham milik VOC, pada tahun 1808 Masehi Deandels dilantik jadi Gubernur Hindia Belanda. Pada saat berakhir jabatannya tahun 1811 Masehi, posisi Deandels sebagai pimpinan tertinggi kelompok Kabbalah Nusantara.
Napoleon Bonaparte ditipu oleh pamannya, Marteen Van Der Goes yang tetap setia kepada Raja Belanda, William V yang lari ke Inggris. Sosok Deandels sebagai pemimpin kelompok Kabbalah Nusantara, ternyata tunduk kepada perintah Raja William V untuk menyerahkan wilayah Kerajaan-kerajaan Mataram ke kekuasaan Kerajaan Inggris secara bertahap sejak tahun 1811-1815 Masehi. Setelah itu pada tahun yang sama, Deandels menerima kekuasaan dari Inggris dan menyerahkan kembali kepada Kerajaan Belanda.
Taktik penghianatan politik tahap peetama, sukses dilaksanakan Deandels, sesuai perintah pemimpin sekte Kabbalah Hasidim Eropa Timur. Aksi tipudaya kedua adalah, setelah 3 tahun membantu Inggris secara rahasia, Deandels dipindahkan ke Polandia untuk menghianati kembali Napoleon dalam perang Perancis melawan Rusia. Tahun 1811 Masehi, Deandles dipromosikan oleh paman Napoleon Wileem Van Der Goes, jadi panglima perang di benteng Perancis, Modlin, Polandia.
Deandes dan Claudie Francois de Malet juga terlibat bisnis menjual asset asset tanah milik semua bangsawan anti Belanda diwilayah Sundanesia dan Jawanesia. Praktek korupsi mereka berdua melibatkan para bangsawan pro Belanda di proyek jalan 1.100 Km dari Anyer Banten hingga Panarukan, Sitobondo. Sosok Deandels akhirnya berhasil dalam operasi-operasi militer Austria, Prusia, Rusia dan Inggris untuk mengkudeta Napoleon pada tahun 1814 Masehi. Atas prestasinya menghianati Naooleon, sosok Deandels ditunjuk jadi Gubernur Jenderal Belanda di Pantai Emas Ghana, dari tahun 1815 Masehi hingga wafat karena penyakit Malaria, tahun 1818 Masehi.
Pada tahun 1812 Masehi, Deandles dituduh bersekutu dengan tokoh konspirator Inggrris, brigadir jenderal Claudie Francois de Malet untuk mengkudeta Napoleon pada 23 Oktober 1812 Masehi. Semua agen intelijen Inggris pelaku rencana kudeta ditangkap dan dieksekusi mati. Sosok de Malet adalah mantan Gubernur Jenderal Pavia di Italia, yan ditangkap karena terlibat kelompok mafia keuangan Fugger dan Welser.
Deandes dan Claudie Francois de Malet juga terlibat bisnis menjual asset aset tanah milik semua bangsawan anti Belanda diwilayah Sundanesia dan Jawanesia. Praktek korupsi mereka berdua melibatkan para bangsawan pro Belanda di proyek jalan 1.100 KM dari Anyer Banten hingga Panarukan, Sitobondo. Sosok Deandels akhirnya berhasil dalam operasi2 militer Austria, Prusia, Rusia dan Inggris utk mengkudeta Napoleon pada tahun 1814 Masehi. Atas prestasinya menghianati Naooleon, sosok Deandels ditunjuk jadi Gubernur Jenderal Belanda di Pantai Emas Ghana, dari tahun 1815 Masehi hingga wafat karena penyakit Malaria, tahun 1818 Masehi.(*****









Komentar